Selasa, 17 Oktober 2017 | 14.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Kamis, 23 Juni 2016 - 20:39 WIB

IMG-15661

Auli dan para relawan bersama Nafis beserta orangtuanya. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Jika bisa memilih, mungkin saja Nafis Laiz Azzam ingin lahir sebagai bayi normal seperti bayi lainnya di muka bumi ini. Tapi untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak.

Nafis harus terlahir dengan kelainan dan kronis hati atau biasa disebut dengan penyakit atresia bilier. Bayi asal Helvetia, Kota Medan itu pun kini jadi perhatian penuh relawan dan mahasiswa yang terbuka hatinya untuk berbagi dan menolong.

Sekelompok mahasiswi yang sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran UMSU sejak Senin (20/06/2016) sudah tergerak dan turun ke jalan melakukan penggalangan dana di beberapa tempat di Kota Medan. Wajah-wajah cantik itu tak segan-segan turun ke jalanan demi meringankan beban para orang tua dari anak-anak penderita Atresia Bilier yang ada di Medan.

Atresia Bilier adalah suatu kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna dan dapat menyebabkan kerusakan hati kronis dalam waktu yg sangat singkat. Penyakit yang hanya diderita bayi ini tidak dapat diobati kecuali dengan cara mengganti hati bayi penderita dengan hati yg baru melalui prosedur Operasi Cangkok Hati.

dr. Said Munazar yang mengkoordinir kegiatan ini mengatakan bahwa ini adalah tindaklanjut dari kunjungan mereka sebelumnya ke salah satu penderita Atresia Bilier di Helvetia, Nafis Laiz Azzam.

“Kami yang hadir malam itu sangat tersentuh dan akhirnya tergerak untuk meringankan beban orangtua Nafis. Mudah-mudahan dana yang terkumpul juga bisa dibagikan kepada penderita atresia bilier lainnya di Medan,” kata Said.

Terpisah, Nyfara Foundation yang selama beberapa tahun terakhir ini fokus mendampingi anak-anak penderita Atresia Bilier di seluruh Indonesia mengatakan bahwa diantara masalah terberat bagi penderita Atresia Bilier ini adalah ketidakmampuan bayi penderita untuk mencerna lemak.

Melalui Direkturnya, Tengku Adri, Nyfara Foundation menyatakan dokter kerap merekomendasikan agar penderita atresia bilier minum susu khusus yang harganya cukup mahal, yaitu berkisar antara 270-300 ribu perkalengnya.

Nafis masih berusia dua tahun. Ketidakmampuan orangtuanya untuk melakukan perobatan membuat bayi malang itu belum terobati.

Sejumlah aktivis mahasiswa yang peduli telah membuka posko bantuan bagi masyarakat yang terbuka hatinya untuk membantu dan mendonasikan uluran tangannya untuk Nafis.

“Bantuan dapat kami jemput atau dapat disalurkan melalui rekening BANK BRI 5300 01023473 530 an. AULIA ASMUL FAUZI dan atau BANK BNI 235558638 an.AHMAD DAUD,” terang Aulia, salahsatu relawan.

Atau donatur bisa langsung menghubungi 082390475921 (Aulia Asmul Nst -IMM Fakultas Hukum UMSU) dan 085361027959 (Ahmad Daud – Pusat Tanggap Bencana dan Kemanusiaan Bakti Nusantara).

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...
Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:30 WIB

Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Senin (16/10) malam, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan pertemuan dengan President Fujitrans Corporation ...
Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK

Dipanggil terkait kasus suap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Budi Karya datang ke gedung KPK, Selasa (17/10/2017).Berbaju batik cokelat, Budi tiba ...
Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:26 WIB

Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Uno, ...