Senin, 11 Desember 2017 | 09.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Kamis, 23 Juni 2016 - 20:39 WIB

IMG-15661

Auli dan para relawan bersama Nafis beserta orangtuanya. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Jika bisa memilih, mungkin saja Nafis Laiz Azzam ingin lahir sebagai bayi normal seperti bayi lainnya di muka bumi ini. Tapi untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak.

Nafis harus terlahir dengan kelainan dan kronis hati atau biasa disebut dengan penyakit atresia bilier. Bayi asal Helvetia, Kota Medan itu pun kini jadi perhatian penuh relawan dan mahasiswa yang terbuka hatinya untuk berbagi dan menolong.

Sekelompok mahasiswi yang sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran UMSU sejak Senin (20/06/2016) sudah tergerak dan turun ke jalan melakukan penggalangan dana di beberapa tempat di Kota Medan. Wajah-wajah cantik itu tak segan-segan turun ke jalanan demi meringankan beban para orang tua dari anak-anak penderita Atresia Bilier yang ada di Medan.

Atresia Bilier adalah suatu kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna dan dapat menyebabkan kerusakan hati kronis dalam waktu yg sangat singkat. Penyakit yang hanya diderita bayi ini tidak dapat diobati kecuali dengan cara mengganti hati bayi penderita dengan hati yg baru melalui prosedur Operasi Cangkok Hati.

dr. Said Munazar yang mengkoordinir kegiatan ini mengatakan bahwa ini adalah tindaklanjut dari kunjungan mereka sebelumnya ke salah satu penderita Atresia Bilier di Helvetia, Nafis Laiz Azzam.

“Kami yang hadir malam itu sangat tersentuh dan akhirnya tergerak untuk meringankan beban orangtua Nafis. Mudah-mudahan dana yang terkumpul juga bisa dibagikan kepada penderita atresia bilier lainnya di Medan,” kata Said.

Terpisah, Nyfara Foundation yang selama beberapa tahun terakhir ini fokus mendampingi anak-anak penderita Atresia Bilier di seluruh Indonesia mengatakan bahwa diantara masalah terberat bagi penderita Atresia Bilier ini adalah ketidakmampuan bayi penderita untuk mencerna lemak.

Melalui Direkturnya, Tengku Adri, Nyfara Foundation menyatakan dokter kerap merekomendasikan agar penderita atresia bilier minum susu khusus yang harganya cukup mahal, yaitu berkisar antara 270-300 ribu perkalengnya.

Nafis masih berusia dua tahun. Ketidakmampuan orangtuanya untuk melakukan perobatan membuat bayi malang itu belum terobati.

Sejumlah aktivis mahasiswa yang peduli telah membuka posko bantuan bagi masyarakat yang terbuka hatinya untuk membantu dan mendonasikan uluran tangannya untuk Nafis.

“Bantuan dapat kami jemput atau dapat disalurkan melalui rekening BANK BRI 5300 01023473 530 an. AULIA ASMUL FAUZI dan atau BANK BNI 235558638 an.AHMAD DAUD,” terang Aulia, salahsatu relawan.

Atau donatur bisa langsung menghubungi 082390475921 (Aulia Asmul Nst -IMM Fakultas Hukum UMSU) dan 085361027959 (Ahmad Daud – Pusat Tanggap Bencana dan Kemanusiaan Bakti Nusantara).

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...