Rabu, 28 Juni 2017 | 05.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Kamis, 23 Juni 2016 - 20:39 WIB

IMG-15661

Auli dan para relawan bersama Nafis beserta orangtuanya. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Jika bisa memilih, mungkin saja Nafis Laiz Azzam ingin lahir sebagai bayi normal seperti bayi lainnya di muka bumi ini. Tapi untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak.

Nafis harus terlahir dengan kelainan dan kronis hati atau biasa disebut dengan penyakit atresia bilier. Bayi asal Helvetia, Kota Medan itu pun kini jadi perhatian penuh relawan dan mahasiswa yang terbuka hatinya untuk berbagi dan menolong.

Sekelompok mahasiswi yang sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran UMSU sejak Senin (20/06/2016) sudah tergerak dan turun ke jalan melakukan penggalangan dana di beberapa tempat di Kota Medan. Wajah-wajah cantik itu tak segan-segan turun ke jalanan demi meringankan beban para orang tua dari anak-anak penderita Atresia Bilier yang ada di Medan.

Atresia Bilier adalah suatu kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna dan dapat menyebabkan kerusakan hati kronis dalam waktu yg sangat singkat. Penyakit yang hanya diderita bayi ini tidak dapat diobati kecuali dengan cara mengganti hati bayi penderita dengan hati yg baru melalui prosedur Operasi Cangkok Hati.

dr. Said Munazar yang mengkoordinir kegiatan ini mengatakan bahwa ini adalah tindaklanjut dari kunjungan mereka sebelumnya ke salah satu penderita Atresia Bilier di Helvetia, Nafis Laiz Azzam.

“Kami yang hadir malam itu sangat tersentuh dan akhirnya tergerak untuk meringankan beban orangtua Nafis. Mudah-mudahan dana yang terkumpul juga bisa dibagikan kepada penderita atresia bilier lainnya di Medan,” kata Said.

Terpisah, Nyfara Foundation yang selama beberapa tahun terakhir ini fokus mendampingi anak-anak penderita Atresia Bilier di seluruh Indonesia mengatakan bahwa diantara masalah terberat bagi penderita Atresia Bilier ini adalah ketidakmampuan bayi penderita untuk mencerna lemak.

Melalui Direkturnya, Tengku Adri, Nyfara Foundation menyatakan dokter kerap merekomendasikan agar penderita atresia bilier minum susu khusus yang harganya cukup mahal, yaitu berkisar antara 270-300 ribu perkalengnya.

Nafis masih berusia dua tahun. Ketidakmampuan orangtuanya untuk melakukan perobatan membuat bayi malang itu belum terobati.

Sejumlah aktivis mahasiswa yang peduli telah membuka posko bantuan bagi masyarakat yang terbuka hatinya untuk membantu dan mendonasikan uluran tangannya untuk Nafis.

“Bantuan dapat kami jemput atau dapat disalurkan melalui rekening BANK BRI 5300 01023473 530 an. AULIA ASMUL FAUZI dan atau BANK BNI 235558638 an.AHMAD DAUD,” terang Aulia, salahsatu relawan.

Atau donatur bisa langsung menghubungi 082390475921 (Aulia Asmul Nst -IMM Fakultas Hukum UMSU) dan 085361027959 (Ahmad Daud – Pusat Tanggap Bencana dan Kemanusiaan Bakti Nusantara).

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...