Selasa, 20 Februari 2018 | 08.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Nafis Laiz Azzam, Bayi Penderita Atresia Bilier Butuh Uluran Tangan

Kamis, 23 Juni 2016 - 20:39 WIB

IMG-15661

Auli dan para relawan bersama Nafis beserta orangtuanya. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Jika bisa memilih, mungkin saja Nafis Laiz Azzam ingin lahir sebagai bayi normal seperti bayi lainnya di muka bumi ini. Tapi untung tak dapat diraih, malang tak bisa ditolak.

Nafis harus terlahir dengan kelainan dan kronis hati atau biasa disebut dengan penyakit atresia bilier. Bayi asal Helvetia, Kota Medan itu pun kini jadi perhatian penuh relawan dan mahasiswa yang terbuka hatinya untuk berbagi dan menolong.

Sekelompok mahasiswi yang sebagian besar berasal dari fakultas kedokteran UMSU sejak Senin (20/06/2016) sudah tergerak dan turun ke jalan melakukan penggalangan dana di beberapa tempat di Kota Medan. Wajah-wajah cantik itu tak segan-segan turun ke jalanan demi meringankan beban para orang tua dari anak-anak penderita Atresia Bilier yang ada di Medan.

Atresia Bilier adalah suatu kondisi dimana saluran empedu tidak terbentuk dengan sempurna dan dapat menyebabkan kerusakan hati kronis dalam waktu yg sangat singkat. Penyakit yang hanya diderita bayi ini tidak dapat diobati kecuali dengan cara mengganti hati bayi penderita dengan hati yg baru melalui prosedur Operasi Cangkok Hati.

dr. Said Munazar yang mengkoordinir kegiatan ini mengatakan bahwa ini adalah tindaklanjut dari kunjungan mereka sebelumnya ke salah satu penderita Atresia Bilier di Helvetia, Nafis Laiz Azzam.

“Kami yang hadir malam itu sangat tersentuh dan akhirnya tergerak untuk meringankan beban orangtua Nafis. Mudah-mudahan dana yang terkumpul juga bisa dibagikan kepada penderita atresia bilier lainnya di Medan,” kata Said.

Terpisah, Nyfara Foundation yang selama beberapa tahun terakhir ini fokus mendampingi anak-anak penderita Atresia Bilier di seluruh Indonesia mengatakan bahwa diantara masalah terberat bagi penderita Atresia Bilier ini adalah ketidakmampuan bayi penderita untuk mencerna lemak.

Melalui Direkturnya, Tengku Adri, Nyfara Foundation menyatakan dokter kerap merekomendasikan agar penderita atresia bilier minum susu khusus yang harganya cukup mahal, yaitu berkisar antara 270-300 ribu perkalengnya.

Nafis masih berusia dua tahun. Ketidakmampuan orangtuanya untuk melakukan perobatan membuat bayi malang itu belum terobati.

Sejumlah aktivis mahasiswa yang peduli telah membuka posko bantuan bagi masyarakat yang terbuka hatinya untuk membantu dan mendonasikan uluran tangannya untuk Nafis.

“Bantuan dapat kami jemput atau dapat disalurkan melalui rekening BANK BRI 5300 01023473 530 an. AULIA ASMUL FAUZI dan atau BANK BNI 235558638 an.AHMAD DAUD,” terang Aulia, salahsatu relawan.

Atau donatur bisa langsung menghubungi 082390475921 (Aulia Asmul Nst -IMM Fakultas Hukum UMSU) dan 085361027959 (Ahmad Daud – Pusat Tanggap Bencana dan Kemanusiaan Bakti Nusantara).

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...
KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:20 WIB

KPK Geledah Tiga Lokasi di Subang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di tiga lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Langkah itu berkaitan dengan kasus dugaan ...
Bupati Nganjuk Segera Diadili
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:10 WIB

Bupati Nganjuk Segera Diadili

Bupati Nganjuk nonaktif Taufiqurrahman tak lama lagi akan duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya.Pasalnya penyidik Komisi ...
Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 19:07 WIB

Rekomendasi Asimilasi dan Pembebasan Bersyaratnya Ditolak, Ini Kata Nazaruddin

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meminta agar semua institusi penegak hukum mentaati aturan hukum yang ada. Hal ini ...