Rabu, 17 Januari 2018 | 17.53 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Bagaimana Membedakan Vaksin Palsu dengan yang Asli?

Bagaimana Membedakan Vaksin Palsu dengan yang Asli?

Kamis, 23 Juni 2016 - 21:00 WIB

IMG-15663

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Terbongkarnya praktik pembuatan vaksin palsu menimbulkan dua gejolak. Ada yang mengapresiasi kinerja Mabes Polri yang membongkar kasus itu, namun ada keresahan yang hinggap di kalangan masyarakat awam. Lalu bagaimana membedakan vaksin palsu dengan yang aslinya?

Pada Kamis (23/06/2016) Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Tengku Bahdar Johan Hamid mencoba menjawab keresahan tersebut. Johan menjelaskan, guna mencegah menyebarnya vaksin palsu, BPOM dan pabrik-pabrik vaksin antara lain Indofarma dan Sanopi sudah membentuk tim. Nantinya akan dilakukan pemeriksaan ketat membasmi vaksin palsu.

“Semua konsumen yang curiga bisa hubungi BPOM,” terangnya.

Tak hanya itu, dia juga menjelaskan produk-produk vaksin palsu dengan yang asli.

“Tadi dikasih tahu yang biofarma tutupnya abu-abu, kalau nggak abu-abu berarti palsu. Kalo yang Sanopi kemasannya lebih berkilat, kalau kemasan kacau jangan dibeli. Sanopi juga menjual produknya lewat aplikasi tidak lewat freelance atau eceran. Kalo Biofarma dari jalur-jalur resmi. Yang diamankan ini banyaknya dari jalur-jalur freelance,” tegas dia.

Dia mengimbau kepada masyarakay agar tidak membeli vaksin di tempat-tempat yang tidak resmi atau freelance.

“Jadi harus diingat jangan beli vaksin di tempat yang tidak resmi atau freelance. Dia datang satu kotak harganya murah,” tambahnya.

Johan mengimbau masyarakat agar bertanya saat diinjek vaksin.

“Hati-hati dan tanyakan pada RS cukup satu kata, ini belinya di mana? Kalau dari freelance nggak jadi saja,” tutup dia.

Pada Rabu 22 Juni 2016, Bareskrim Polri membongkar jaringan pelaku pemalsuan vaksin di Tangerang, Banten.

Direktur Tipid Eksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan para pelaku digerebek di pabrik mereka di Pondok Aren Tangerang Selatan pada Selasa (21/06/2016). Ada lima orang yang diamankan yakni M, T, A, S, dan L.

“Pabrik pembuatan vaksin palsu ini membuat vaksin campak, polio, dan hepatitis B, tetanus, dan BCG,” jelas Agung.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...
Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna
Nasional - Rabu, 17 Januari 2018 - 13:57 WIB

Resmi Menjabat Sebagai KSAU, Ini Harta Kekayaan Yuyu Sutisna

Marsekal Madya Yuyu Sutisna resmi menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) menggantikan posisi Marsekal Hadi Tjahjanto yang kini menjabat ...