Jumat, 20 Januari 2017 | 06.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ketagihan Gituan dengan ABG, Remaja Ini Meringkuk di Balik Jeruji

Ketagihan Gituan dengan ABG, Remaja Ini Meringkuk di Balik Jeruji

Reporter : Rakisa | Kamis, 23 Juni 2016 - 23:47 WIB

IMG-15678

ilustrasi

Karanganyer, kini.co.id – Remaja AG (18) terpaksa harus mendekam di balik jeruji, gegara melakukan perbuatan cabul terhadap anak masih di bawah umur, AW (13). Bahkan, AG yang kerap melakukan perbuatan amoral itu, sempat melarikan AW beberapa hari.

Kejadian berawal saat keduanya berkenalan, sekira akhir tahun lalu, hingga suatu saat mereka berjanji bertemu di di lokasi Car free Day (CFD) Solo, pada Minggu 27 Maret 2016.

Saat itu, AG mengajak AW mampir ke rumahnya yang sedang kosong. Berbekal bujuk rayu akah menikahi korban, AG berhasil merenggut mahkota AW.

Ketagihan, pelaku mengajak korbannya, yang warga Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah ini kabur dari rumahnya. Lagi-lagi, berbekal bujuk rayu, pada Senin 9 Mei 2016 keduanya kabur ke Pekalongan.

Di Pekalongan, pelaku membawa korban menginap di salah satu hotel di wilayah tersebut. Keduanya kembali melakukan hubungan selayaknya suami istri sebanyak tiga kali.

“Saat kabur membawa korban, pelaku kembali mengajak berhubungan intim sebanyak tiga kali. Dengan janji akan bertanggung jawab semua perbuatannya dengan menikahi korban,” papar Kapolres Karanganyer,AKBP Ade Safri Simanjuntak, di Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/6/2016).

Kasus pencabulan dengan korban di bawah umur terungkap saat orangtua korban menanyakan kepada anaknya ke mana saja selama pergi dari rumah tanpa izin.

“Karena didesak terus sama orangtuanya akhirnya korban mengaku pergi bersama kekasihnya. Dan selama kabur itu korban juga bercerita dipaksa untuk melakukan persetubuhan,” lanjut Kapolres.

Mendengar pengakuan korban, orangtuanya pun tidak terima karena usia anaknya yang masih di bawah umur. Sehingga orangtua korban melaporkan perbuatan bejat warga Serengan, Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar ini.

Berdasarkan laporan orangtua korban, polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (20) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, Pasal 287 ayat (1) KUHP. Selain itu, pelaku juga akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Pelaku juga juga dijerat dengan Pasal 287 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun,” pungkasnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 23:17 WIB

Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online

Empat orang pelaku berhasil diamankan Polres Metropolitan Bekasi Kota terkait dugaan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di usia dini ...
Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 21:17 WIB

Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar praktik suap antara petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan perusahaan terkemuka Rolls ...
KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 20:47 WIB

KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka kasus dugaan suap ...
Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 19:29 WIB

Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang

Ribuan kios di Pasar Senen, Jakarta Pusat yang ludes terbakar, Kamis (19/1) pagi tadi, disayangkan Gubernur DKI Jakarta non aktif ...
KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 18:14 WIB

KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka. Ia diduga menerima ...
Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 16:06 WIB

Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK dalam penuntasan kasus dugaan ...