Rabu, 13 Desember 2017 | 06.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ketagihan Gituan dengan ABG, Remaja Ini Meringkuk di Balik Jeruji

Ketagihan Gituan dengan ABG, Remaja Ini Meringkuk di Balik Jeruji

Reporter : Rakisa | Kamis, 23 Juni 2016 - 23:47 WIB

IMG-15678

ilustrasi

Karanganyer, kini.co.id – Remaja AG (18) terpaksa harus mendekam di balik jeruji, gegara melakukan perbuatan cabul terhadap anak masih di bawah umur, AW (13). Bahkan, AG yang kerap melakukan perbuatan amoral itu, sempat melarikan AW beberapa hari.

Kejadian berawal saat keduanya berkenalan, sekira akhir tahun lalu, hingga suatu saat mereka berjanji bertemu di di lokasi Car free Day (CFD) Solo, pada Minggu 27 Maret 2016.

Saat itu, AG mengajak AW mampir ke rumahnya yang sedang kosong. Berbekal bujuk rayu akah menikahi korban, AG berhasil merenggut mahkota AW.

Ketagihan, pelaku mengajak korbannya, yang warga Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah ini kabur dari rumahnya. Lagi-lagi, berbekal bujuk rayu, pada Senin 9 Mei 2016 keduanya kabur ke Pekalongan.

Di Pekalongan, pelaku membawa korban menginap di salah satu hotel di wilayah tersebut. Keduanya kembali melakukan hubungan selayaknya suami istri sebanyak tiga kali.

“Saat kabur membawa korban, pelaku kembali mengajak berhubungan intim sebanyak tiga kali. Dengan janji akan bertanggung jawab semua perbuatannya dengan menikahi korban,” papar Kapolres Karanganyer,AKBP Ade Safri Simanjuntak, di Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/6/2016).

Kasus pencabulan dengan korban di bawah umur terungkap saat orangtua korban menanyakan kepada anaknya ke mana saja selama pergi dari rumah tanpa izin.

“Karena didesak terus sama orangtuanya akhirnya korban mengaku pergi bersama kekasihnya. Dan selama kabur itu korban juga bercerita dipaksa untuk melakukan persetubuhan,” lanjut Kapolres.

Mendengar pengakuan korban, orangtuanya pun tidak terima karena usia anaknya yang masih di bawah umur. Sehingga orangtua korban melaporkan perbuatan bejat warga Serengan, Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar ini.

Berdasarkan laporan orangtua korban, polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (20) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, Pasal 287 ayat (1) KUHP. Selain itu, pelaku juga akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Pelaku juga juga dijerat dengan Pasal 287 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun,” pungkasnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...