Kamis, 23 Maret 2017 | 09.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ketagihan Gituan dengan ABG, Remaja Ini Meringkuk di Balik Jeruji

Ketagihan Gituan dengan ABG, Remaja Ini Meringkuk di Balik Jeruji

Reporter : Rakisa | Kamis, 23 Juni 2016 - 23:47 WIB

IMG-15678

ilustrasi

Karanganyer, kini.co.id – Remaja AG (18) terpaksa harus mendekam di balik jeruji, gegara melakukan perbuatan cabul terhadap anak masih di bawah umur, AW (13). Bahkan, AG yang kerap melakukan perbuatan amoral itu, sempat melarikan AW beberapa hari.

Kejadian berawal saat keduanya berkenalan, sekira akhir tahun lalu, hingga suatu saat mereka berjanji bertemu di di lokasi Car free Day (CFD) Solo, pada Minggu 27 Maret 2016.

Saat itu, AG mengajak AW mampir ke rumahnya yang sedang kosong. Berbekal bujuk rayu akah menikahi korban, AG berhasil merenggut mahkota AW.

Ketagihan, pelaku mengajak korbannya, yang warga Gentan, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah ini kabur dari rumahnya. Lagi-lagi, berbekal bujuk rayu, pada Senin 9 Mei 2016 keduanya kabur ke Pekalongan.

Di Pekalongan, pelaku membawa korban menginap di salah satu hotel di wilayah tersebut. Keduanya kembali melakukan hubungan selayaknya suami istri sebanyak tiga kali.

“Saat kabur membawa korban, pelaku kembali mengajak berhubungan intim sebanyak tiga kali. Dengan janji akan bertanggung jawab semua perbuatannya dengan menikahi korban,” papar Kapolres Karanganyer,AKBP Ade Safri Simanjuntak, di Mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (23/6/2016).

Kasus pencabulan dengan korban di bawah umur terungkap saat orangtua korban menanyakan kepada anaknya ke mana saja selama pergi dari rumah tanpa izin.

“Karena didesak terus sama orangtuanya akhirnya korban mengaku pergi bersama kekasihnya. Dan selama kabur itu korban juga bercerita dipaksa untuk melakukan persetubuhan,” lanjut Kapolres.

Mendengar pengakuan korban, orangtuanya pun tidak terima karena usia anaknya yang masih di bawah umur. Sehingga orangtua korban melaporkan perbuatan bejat warga Serengan, Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar ini.

Berdasarkan laporan orangtua korban, polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 Ayat (20) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, Pasal 287 ayat (1) KUHP. Selain itu, pelaku juga akan dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“Pelaku juga juga dijerat dengan Pasal 287 Ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun,” pungkasnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...