Kamis, 19 Januari 2017 | 15.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Komjen Tito: Labora Sitorus tak Miliki Rekening Rp 1,2 Triliun

Komjen Tito: Labora Sitorus tak Miliki Rekening Rp 1,2 Triliun

Jumat, 24 Juni 2016 - 00:47 WIB

IMG-15682

Komjen Tito Karnavian

Jakarta, kini.co.id – Komisaris Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya tidak menemukan dana Rp 1,2 triliuan di rekening mantan anggota Polres Raja Ampat, Labora Sitorus.

Tito menyampaikan ini, saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR-RI, dimana saat kasus Labora mencuat Tito menjabat sebagai Kapolda Papua yang membawahi Polres Raja Ampat.

“Disebut Labora punya rek Rp 1,2 T, saya kaget dan antusias menangani,” kata Tito.

Dia menjelaskan, penyidik dari Polda Papua akhirnya mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut Labora. Hasilnya tak ditemukan kepemilikan rekening yang jumlahnya mencapai Rp 1,2 triliun.

“Kami lihat, sampai (putusan) inkrah tak ada rekening Rp 1,2 triliun. Yang ada saldo Rp 10 miliar. Kami tanya mana yang Rp 1,2 triliun? Jawabnya itu akumulasi selama 5 tahun,” kata Tito.

Tito menuturkan, kasus Labora ditangani Polda Papua pada Februari 2013. Saat itu Labora diduga terlibat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

Namun hasil penyelidikan, ternyata perusahaan yang disebut milik Labora tersebut legal. Distributor BBM juga bukan atas nama Labora.

Pada April 2013, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) memberikan informasi tentang hubungan jual beli BBM ilegal dan aliran dana gelap ke perusahaan Labora.

Pada data PPATK disebutkan, Labora memiliki rekening ‘gendut’ yang jumlahnya mencapai Rp 1,2 triliun.

“Jadi kalau kita punya Rp 10 juta, keluarin dua juta, tarik dua juta. Diakumulasi bisa Rp 10 miliar. Yang penting adalah saldonya. Tapi sudah terlanjur yang bersangkutan (Labora) dicap pemilik rekening Rp 1,2 T,” papar Tito

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...