Senin, 23 Oktober 2017 | 22.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Komjen Tito: Labora Sitorus tak Miliki Rekening Rp 1,2 Triliun

Komjen Tito: Labora Sitorus tak Miliki Rekening Rp 1,2 Triliun

Jumat, 24 Juni 2016 - 00:47 WIB

IMG-15682

Komjen Tito Karnavian

Jakarta, kini.co.id – Komisaris Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya tidak menemukan dana Rp 1,2 triliuan di rekening mantan anggota Polres Raja Ampat, Labora Sitorus.

Tito menyampaikan ini, saat menjalani fit and proper test di Komisi III DPR-RI, dimana saat kasus Labora mencuat Tito menjabat sebagai Kapolda Papua yang membawahi Polres Raja Ampat.

“Disebut Labora punya rek Rp 1,2 T, saya kaget dan antusias menangani,” kata Tito.

Dia menjelaskan, penyidik dari Polda Papua akhirnya mengusut dugaan kepemilikan rekening gendut Labora. Hasilnya tak ditemukan kepemilikan rekening yang jumlahnya mencapai Rp 1,2 triliun.

“Kami lihat, sampai (putusan) inkrah tak ada rekening Rp 1,2 triliun. Yang ada saldo Rp 10 miliar. Kami tanya mana yang Rp 1,2 triliun? Jawabnya itu akumulasi selama 5 tahun,” kata Tito.

Tito menuturkan, kasus Labora ditangani Polda Papua pada Februari 2013. Saat itu Labora diduga terlibat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal.

Namun hasil penyelidikan, ternyata perusahaan yang disebut milik Labora tersebut legal. Distributor BBM juga bukan atas nama Labora.

Pada April 2013, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) memberikan informasi tentang hubungan jual beli BBM ilegal dan aliran dana gelap ke perusahaan Labora.

Pada data PPATK disebutkan, Labora memiliki rekening ‘gendut’ yang jumlahnya mencapai Rp 1,2 triliun.

“Jadi kalau kita punya Rp 10 juta, keluarin dua juta, tarik dua juta. Diakumulasi bisa Rp 10 miliar. Yang penting adalah saldonya. Tapi sudah terlanjur yang bersangkutan (Labora) dicap pemilik rekening Rp 1,2 T,” papar Tito

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Hormati Bawas MA Soal Akan Periksa Hakim yang menangkan Novanto
Hukum - Senin, 23 Oktober 2017 - 19:46 WIB

KPK Hormati Bawas MA Soal Akan Periksa Hakim yang menangkan Novanto

Badan Pengawas Mahkamah Agung (Bawas MA) akan segera memeriksa hakim yang menangani praperadilan Ketua DPR Setya Novanto, Cepi Iskandar.Juru Bicara ...
Ini alasan Fraksi Nasdem setuju Perppu Ormas jadi UU
Politik - Senin, 23 Oktober 2017 - 18:05 WIB

Ini alasan Fraksi Nasdem setuju Perppu Ormas jadi UU

Fraksi Partai NasDem menyatakan setuju Perppu Ormas disahkan menjadi undang-undang.

“RUU penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang ...
Fraksi PAN komitmen tetap tolak Perppu ormas
Politik - Senin, 23 Oktober 2017 - 16:59 WIB

Fraksi PAN komitmen tetap tolak Perppu ormas

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan sampai saat ini tidak ada kondisi apapun yang mengatakan kebutuhan mendesak terbantah dengan UU ...
Tujuh fraksi mendukung, tiga menolak Perppu ormas
Politik - Senin, 23 Oktober 2017 - 16:46 WIB

Tujuh fraksi mendukung, tiga menolak Perppu ormas

Sebanyak tujuh fraksi atau mayoritas yang ada di Komisi II DPR menyepakati peraturan pemerintan pengganti undang-undang (Perppu) tentang organisasi kemasyarakatan ...
Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong
Hukum - Senin, 23 Oktober 2017 - 15:50 WIB

Mantan Dirut PNRI Nangis di Sidang Andi Narogong

Mantan Direktur Utama PNRI, Isnu Edhi Wijaya menangis di sidang lanjutan perkara e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik).Awalnya, Ia mengaku ...
Luhut: Kereta cepat Jakarta – Bandung akan tembus langsung Bandara Kertajati
Ekonomi - Senin, 23 Oktober 2017 - 15:24 WIB

Luhut: Kereta cepat Jakarta – Bandung akan tembus langsung Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dimungkinan terkoneksi langsung ke Bandara Antarbangsa Kertajati, di Majalengka, ...