Kamis, 19 Januari 2017 | 15.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Reporter : Rakisa | Jumat, 24 Juni 2016 - 13:42 WIB

IMG-15686

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Jakarta, kini.co.id – PDI Perjuangan hingga saat ini masih belum memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI 2017.

PDI Perjuangan terlihat masih menghitung-hitung untuk rugi mendukung Ahok, mengingat partai banteng itu banyak kader-kader yang telah teruji di masyarakat.

“Saya pikir jikalau PDI Perjuangan mengusung Ahok analoginya tidak haram tapi makruh, yang jika tidak dilakukan akan sangat bermanfaat secara politis dalam menegaskan sikap PDI Perjuangan sistem demokrasi berbasis partai politik juga pendidikan politik partai dan kader soal komitmen ideolog,” kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, yang juga fungsionaris PDI P, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Menurut Fahmi, ada beberapa hal yang membuat PDI Perjuangan masih berhitung untuk mendukung Ahok.

Pertama,meledaknya soal dugaan kasus korupsi reklamasi yang menimbulkan skandal aliran uang Temen Gate dan lingkaran dekatnya yang berpotensi jadi bola liar, dan berimplikasi hukum, serta menimbulkan delegitimasi terhadap integritas Ahok di mata publik hingga 2017.

Kedua, pola pendekatan kebijakan Ahok selama gubernur, sering bertubrukan dengan basis tradisional PDI Perjuangan.

Ketiga, Ahok cenderung pragmatis karena sering berganti partai politik berbeda sejak jadi bupati Bangka-Belitung, anggota DPR hingga wakil gubernur DKI Jakarta dengan Jokowi sebagai gubernur.

Keempat, rakyat Jakarta perlu pemimpin baru yang lebih rendah hati tapi solutif serta pribadi yang lebih artikulatif dan mengorangkan manusia dalam mewujudkan kebijakan pembangunan.

“Kita percayakan saja pada intuisi politik dan kebijakan Bu Mega dalam memutuskan kader PDIP yang mana yang akan di-rising star-kannya dalam pilgub nanti”,ujarnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...