Senin, 11 Desember 2017 | 09.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Reporter : Rakisa | Jumat, 24 Juni 2016 - 13:42 WIB

IMG-15686

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Jakarta, kini.co.id – PDI Perjuangan hingga saat ini masih belum memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI 2017.

PDI Perjuangan terlihat masih menghitung-hitung untuk rugi mendukung Ahok, mengingat partai banteng itu banyak kader-kader yang telah teruji di masyarakat.

“Saya pikir jikalau PDI Perjuangan mengusung Ahok analoginya tidak haram tapi makruh, yang jika tidak dilakukan akan sangat bermanfaat secara politis dalam menegaskan sikap PDI Perjuangan sistem demokrasi berbasis partai politik juga pendidikan politik partai dan kader soal komitmen ideolog,” kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, yang juga fungsionaris PDI P, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Menurut Fahmi, ada beberapa hal yang membuat PDI Perjuangan masih berhitung untuk mendukung Ahok.

Pertama,meledaknya soal dugaan kasus korupsi reklamasi yang menimbulkan skandal aliran uang Temen Gate dan lingkaran dekatnya yang berpotensi jadi bola liar, dan berimplikasi hukum, serta menimbulkan delegitimasi terhadap integritas Ahok di mata publik hingga 2017.

Kedua, pola pendekatan kebijakan Ahok selama gubernur, sering bertubrukan dengan basis tradisional PDI Perjuangan.

Ketiga, Ahok cenderung pragmatis karena sering berganti partai politik berbeda sejak jadi bupati Bangka-Belitung, anggota DPR hingga wakil gubernur DKI Jakarta dengan Jokowi sebagai gubernur.

Keempat, rakyat Jakarta perlu pemimpin baru yang lebih rendah hati tapi solutif serta pribadi yang lebih artikulatif dan mengorangkan manusia dalam mewujudkan kebijakan pembangunan.

“Kita percayakan saja pada intuisi politik dan kebijakan Bu Mega dalam memutuskan kader PDIP yang mana yang akan di-rising star-kannya dalam pilgub nanti”,ujarnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...