Kamis, 23 Maret 2017 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Reporter : Rakisa | Jumat, 24 Juni 2016 - 13:42 WIB

IMG-15686

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Jakarta, kini.co.id – PDI Perjuangan hingga saat ini masih belum memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI 2017.

PDI Perjuangan terlihat masih menghitung-hitung untuk rugi mendukung Ahok, mengingat partai banteng itu banyak kader-kader yang telah teruji di masyarakat.

“Saya pikir jikalau PDI Perjuangan mengusung Ahok analoginya tidak haram tapi makruh, yang jika tidak dilakukan akan sangat bermanfaat secara politis dalam menegaskan sikap PDI Perjuangan sistem demokrasi berbasis partai politik juga pendidikan politik partai dan kader soal komitmen ideolog,” kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, yang juga fungsionaris PDI P, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Menurut Fahmi, ada beberapa hal yang membuat PDI Perjuangan masih berhitung untuk mendukung Ahok.

Pertama,meledaknya soal dugaan kasus korupsi reklamasi yang menimbulkan skandal aliran uang Temen Gate dan lingkaran dekatnya yang berpotensi jadi bola liar, dan berimplikasi hukum, serta menimbulkan delegitimasi terhadap integritas Ahok di mata publik hingga 2017.

Kedua, pola pendekatan kebijakan Ahok selama gubernur, sering bertubrukan dengan basis tradisional PDI Perjuangan.

Ketiga, Ahok cenderung pragmatis karena sering berganti partai politik berbeda sejak jadi bupati Bangka-Belitung, anggota DPR hingga wakil gubernur DKI Jakarta dengan Jokowi sebagai gubernur.

Keempat, rakyat Jakarta perlu pemimpin baru yang lebih rendah hati tapi solutif serta pribadi yang lebih artikulatif dan mengorangkan manusia dalam mewujudkan kebijakan pembangunan.

“Kita percayakan saja pada intuisi politik dan kebijakan Bu Mega dalam memutuskan kader PDIP yang mana yang akan di-rising star-kannya dalam pilgub nanti”,ujarnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...