Selasa, 28 Februari 2017 | 21.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Ini Alasan PDI Perjuangan Masih Ragu Beri Dukungan ke Ahok

Reporter : Rakisa | Jumat, 24 Juni 2016 - 13:42 WIB

IMG-15686

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Jakarta, kini.co.id – PDI Perjuangan hingga saat ini masih belum memberikan dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk maju dalam Pilkada DKI 2017.

PDI Perjuangan terlihat masih menghitung-hitung untuk rugi mendukung Ahok, mengingat partai banteng itu banyak kader-kader yang telah teruji di masyarakat.

“Saya pikir jikalau PDI Perjuangan mengusung Ahok analoginya tidak haram tapi makruh, yang jika tidak dilakukan akan sangat bermanfaat secara politis dalam menegaskan sikap PDI Perjuangan sistem demokrasi berbasis partai politik juga pendidikan politik partai dan kader soal komitmen ideolog,” kata Direktur Eksekutif Pusaka Trisakti, Fahmi Habsyi, yang juga fungsionaris PDI P, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (24/6/2016).

Menurut Fahmi, ada beberapa hal yang membuat PDI Perjuangan masih berhitung untuk mendukung Ahok.

Pertama,meledaknya soal dugaan kasus korupsi reklamasi yang menimbulkan skandal aliran uang Temen Gate dan lingkaran dekatnya yang berpotensi jadi bola liar, dan berimplikasi hukum, serta menimbulkan delegitimasi terhadap integritas Ahok di mata publik hingga 2017.

Kedua, pola pendekatan kebijakan Ahok selama gubernur, sering bertubrukan dengan basis tradisional PDI Perjuangan.

Ketiga, Ahok cenderung pragmatis karena sering berganti partai politik berbeda sejak jadi bupati Bangka-Belitung, anggota DPR hingga wakil gubernur DKI Jakarta dengan Jokowi sebagai gubernur.

Keempat, rakyat Jakarta perlu pemimpin baru yang lebih rendah hati tapi solutif serta pribadi yang lebih artikulatif dan mengorangkan manusia dalam mewujudkan kebijakan pembangunan.

“Kita percayakan saja pada intuisi politik dan kebijakan Bu Mega dalam memutuskan kader PDIP yang mana yang akan di-rising star-kannya dalam pilgub nanti”,ujarnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 17:41 WIB

Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Dicky Irawan menyebutkan pihanya ...
TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:44 WIB

TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP) kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul ...
TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:24 WIB

TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Walikota Madiun, Bambang Irianto. Dalam mengusut ...
Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:22 WIB

Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara

Pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (28/2/2017).Soetikno yang diperiksa sejak ...
Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…
Ekonomi - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:18 WIB

Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…

Polemik perusahaan tambang di Papua, Freeport masih terus berlangsung.Masalah semakin melebar ketika Freeport berkeras ingin menentang peraturan pemerintah Indonesia. Dan ...
Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 15:32 WIB

Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hadir di sidang ke-12 dugaan penistaan agama sebagai ahli agama, Selasa (28/2/2017).Rizieq pun mengaku ...