Rabu, 24 Mei 2017 | 01.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Akom: Jangan Anggap Enteng Kasus Penyanderaan WNI

Akom: Jangan Anggap Enteng Kasus Penyanderaan WNI

Jumat, 24 Juni 2016 - 17:36 WIB

IMG-15697

Akom

Jakarta, kini.co.id – Dalam tiga bulan belakangan, setidaknya ada tiga peristiwa penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata Filipina. Legislator di DPR RI mengimbau bahwa persoalan itu jangan dianggap bukan masalah serius.

Adalah Ketua DPR RI Ade Komarudin yang mengatakan demikian. Meski percaya kepada aparat yang menangani, Politisi Golkar itu meminta pemerintah dan aparat segera membebaskan sandera dan tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah enteng.

“Kalau bisa prosesnya dipercepat kalau sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk masalah sandera. Ini kali ketoga soalnya,” ungkap pria yang akrab disapa Akom itu, Jumat (24/06/2016).

dia menekankan pentingnya kerjasama antara Indonesia dengan pemerintah Filipina guna mengentaskan persoalan sandera oleh kelompok bersenjata di sana.

“Ini harus kerjasama dengan pemerintah setempat agar tidak berulang karena ini menyangkut kemanan nasional negara tersebut, bukan ideologi gerakan-gerakan teroris,” ucap Akom.

Seperti diberitakan, kelompok bersenjata menyandera 5 ABK dari di sekitar Laut Sulu, Filipina, pada 20 Juni 2016. Penyandera yang diduga dari faksi Abu Sayyaf ini mengangkut ABK dengan dua kelompok berbeda. Kelompok pertama membawa tiga sandera, kelompok kedua membawa dua sandera.

Enam ABK sisanya dibiarkan melanjutkan perjalanan. Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan menyatakan kelompok bersenjata itu meminta tebusan atas para sandera, sama seperti dengan dua kasus sebelumnya.

“Minta tebusan, angkanya mau diverified lagi,” terang Luhut di kantornya, Jumat (24/06/2016).

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...
Besok, Tim Advokasi Ormas Islam Laporkan Fitnah
Nasional - Selasa, 23 Mei 2017 - 20:42 WIB

Besok, Tim Advokasi Ormas Islam Laporkan Fitnah

Besok Tim Advokasi dan Perwakilan Ormas Islam Laporkan 3 Penyebar Fitnah Percakapan Habib Rizieq Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus kuasa hukum ...
Awasi Pendistribusian Daging Celeng
Ekonomi - Selasa, 23 Mei 2017 - 19:17 WIB

Awasi Pendistribusian Daging Celeng

Pemerintah Kota Bekasi dan instansi kepolisian, diminta untuk menjaga keamanan pendistribusian daging babi atau celeng di pasar tradisional maupun modern.Mewakili ...