Rabu, 26 April 2017 | 17.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Akom: Jangan Anggap Enteng Kasus Penyanderaan WNI

Akom: Jangan Anggap Enteng Kasus Penyanderaan WNI

Jumat, 24 Juni 2016 - 17:36 WIB

IMG-15697

Akom

Jakarta, kini.co.id – Dalam tiga bulan belakangan, setidaknya ada tiga peristiwa penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) oleh kelompok bersenjata Filipina. Legislator di DPR RI mengimbau bahwa persoalan itu jangan dianggap bukan masalah serius.

Adalah Ketua DPR RI Ade Komarudin yang mengatakan demikian. Meski percaya kepada aparat yang menangani, Politisi Golkar itu meminta pemerintah dan aparat segera membebaskan sandera dan tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah enteng.

“Kalau bisa prosesnya dipercepat kalau sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk masalah sandera. Ini kali ketoga soalnya,” ungkap pria yang akrab disapa Akom itu, Jumat (24/06/2016).

dia menekankan pentingnya kerjasama antara Indonesia dengan pemerintah Filipina guna mengentaskan persoalan sandera oleh kelompok bersenjata di sana.

“Ini harus kerjasama dengan pemerintah setempat agar tidak berulang karena ini menyangkut kemanan nasional negara tersebut, bukan ideologi gerakan-gerakan teroris,” ucap Akom.

Seperti diberitakan, kelompok bersenjata menyandera 5 ABK dari di sekitar Laut Sulu, Filipina, pada 20 Juni 2016. Penyandera yang diduga dari faksi Abu Sayyaf ini mengangkut ABK dengan dua kelompok berbeda. Kelompok pertama membawa tiga sandera, kelompok kedua membawa dua sandera.

Enam ABK sisanya dibiarkan melanjutkan perjalanan. Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan menyatakan kelompok bersenjata itu meminta tebusan atas para sandera, sama seperti dengan dua kasus sebelumnya.

“Minta tebusan, angkanya mau diverified lagi,” terang Luhut di kantornya, Jumat (24/06/2016).

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polda Metro Bantah Lamban Tangani Kasus Novel
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 17:00 WIB

Polda Metro Bantah Lamban Tangani Kasus Novel

Kinerja polisi dalam mengungkap kasus penyiraman penyidik KPK, Novel Baswedan dipertanyakan bahkan dinilai lamban. Sejumlah lembaga masyarakat sipil menilai, kasus ...
Kasus Balada Cinta Firza, Habib Rizieq Kembali Dipanggil Awal Mei
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:58 WIB

Kasus Balada Cinta Firza, Habib Rizieq Kembali Dipanggil Awal Mei

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab kembali akan dipanggil pada awal Mei 2017 mendatang terkait dugaan kasus ...
Polisi Ungkap Sabu 2 Kilogram Disembunyikan dalam Sendal Wanita
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:21 WIB

Polisi Ungkap Sabu 2 Kilogram Disembunyikan dalam Sendal Wanita

Lagi seorang warga Nigeria penyelundup narkoba jenis sabu dari Guangzhou, Cina sebanyak 2 kilogram berinisial DHO (40) dan Evi alias ...
Andi Taufan Tiro Divonis 9 Tahun Penjara
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:09 WIB

Andi Taufan Tiro Divonis 9 Tahun Penjara

Anggota Komisi V DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI non-aktif, Andi Taufan Tiro divonis 9 tahun penjara karena terbukti secara sah ...
Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 16:07 WIB

Saipul Jamil Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Pedangdut Saipul Jamil melalui kuasa hukumnya yakni Tito Hananta Kusuma mengaku akan mengajukan eksepsi atas dakwaan yang telah dibacakan JPU ...
Saipul Jamil Didakwa Tiga Pasal Alternatif
Nasional - Rabu, 26 April 2017 - 14:58 WIB

Saipul Jamil Didakwa Tiga Pasal Alternatif

Pedangdut Saipul Jamil menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), hari ...