Kamis, 23 Februari 2017 | 05.02 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ini Potensi Pulau Natuna yang Mau Direbut Tiongkok

Ini Potensi Pulau Natuna yang Mau Direbut Tiongkok

Jumat, 24 Juni 2016 - 17:59 WIB

IMG-15701

Presiden Jokowi dan rombongan menteri saat berada di Perairan Natuna. Kini/Ist

Jakarta, kini.co.id – Kedaulatan negara di Pulau Natuna menjadi harga mati yang tak bisa ditawar. Upaya provokasi Tiongkok yang belakangan terjadi, tentu tak bisa didiamkan. Lalu apa sebenarnya potensi yang dimiliki Natuna sehingga negeri Tirai Bambu mau memperebutkannya?

Dari atas kapal perang KRI Imam Bonjol-383, Kamis (23/06/2016) kemarin Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan menerangkan dirinya bersama rombongan Presiden mengarungi perairan Natuna.

Dalam laman fanpagenya, Menko Luhut mengatakan dari segi luas pulau, Natuna sebenarnya tidak tergolong besar. Tapi dari segi ekonomi, Natuna menyimpan potensi yang sangat besar. Misalnya di sektor energi, di wilayah perairannya terdapat 16 blok sumber gas, 5 di antaranya sudah berproduksi dan 11 lainnya berada dalam tahap eksplorasi.

Sektor perikanan juga menyimpan potensi yang besar sehingga Presiden mempertimbangkan untuk men-transfer 6.000 kapal dari Jawa yang kurang produktif. Hal ini tentu saja akan dilakukan dengan tidak mengurangi hak nelayan-nelayan setempat untuk mencari ikan.

Industri ikan akan ditingkatkan tidak hanya dengan sebatas mengambil ikan, tapi juga dengan pemrosesan di dalam negeri.

“Kita terbuka untuk melakukan kerjasama dengan siapa saja, dengan negara mana saja, selama dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Natuna. Maka dari itu pemerintah tidak ingin Natuna berubah menjadi kawasan konflik supaya tidak mengganggu upaya pengembangan potensi ekonominya,” kata Menko Luhut.

Nama Natuna sendiri digambarkan Luhut berasal dari cerita seorang pendeta Tiongkok bernama I Tsing melakukan perjalanan di Laut China Selatan. Dia singgah di beberapa pulau, termasuk di sebuah pulau besar yang disebutnya sebagai Nan (pulau) Toa (besar). Sekarang, kita menyebutnya dengan Pulau Natuna.

Sementara menurutnya, kehadiran Presiden Jokowi di Natuna boleh saja dimaknai sebagai pemberian sinyal kepada dunia bahwa Indonesia dengan tegas mempertahankan hak teritorialnya. Tapi seperti layaknya kebesaran Kerajaan Sriwijaya yang ditopang dengan diplomasi yang kuat dengan Timur Tengah, India, dan Tiongkok di zaman itu, Indonesia juga tetap akan memelihara hubungan baik dengan negara manapun.

“Meskipun demikian, bukan berarti Indonesia akan berkompromi terhadap kedaulatan kita. Tidak akan pernah!,” tutup Luhut.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat
Hukum - Rabu, 22 Februari 2017 - 22:29 WIB

Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar membantah ada keterlibatan hakim lain dalam kasus yang menjeratnya.Menurutnya, kasus penerimaan suap atas Undang-undang ...
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...