Senin, 19 Februari 2018 | 10.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Tak Ada Instruksi PDIP Serang Teman Ahok

Tak Ada Instruksi PDIP Serang Teman Ahok

Sabtu, 25 Juni 2016 - 14:00 WIB

IMG-15743

Jakarta, kini.co.id – Terbongkarnya dugaan manipulasi pengumpulan KTP dukungan buat Ahok terus melebar ke persoalan lain. Ada yang menuding PDIP ada di balik upaya penggembosan relawan Ahok tersebut.

Atas persoalan itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto secara tegas menampik tudingan itu. Bahkan dia memastikan tak ada instruksi partai sekelas PDIP untuk menyerang relawan Teman Ahok.

“Tak ada lah yang gitu-gitu. Saya pastikan partai tak pernah menginstruksikan yang begitu-begitu,” tegas Hasto, Sabtu (25/06/2016).

Mantan penanggungjawab pengumpul KTP kelompok relawan Teman Ahok, Richard Sukarno membongkar manipulasi pengumpulan KTP buat Ahok. Lalu, muncul fotonya bahwa dia tengah mengenakan kemeja PDI-P.

“Foto itu harus dilihat, apakah yang bersangkutan anggota PDI-P atau bukan. Kan banyak simpatisan yang pakai (baju) PDI-P,” kata Hasto.

Terlepas Richard anggota PDI-P atau bukan, tetapi Hasto mendukung langkahnya yang berani buka-bukaan mengenai kecurangan pengumpulan KTP. Ia menilai, sikap Richard tersebut perlu diapresiasi.

“Tiap anggota PDI-P punya tanggung jawab wajab tegakkan kebenaran tanpa tendensi kepentingan tertentu,” kata Hasto.

Richard Sukarno, mantan anggota di “Teman Ahok” sebelumnya mengklaim bahwa kelompok relawan tersebut melakukan kecurangan dalam pengumpulan data KTP warga Jakarta untuk mengusung petahana Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilgub DKI 2017.

Belakangan, foto Richard beredar di media sosial tengah mengenakan baju PDI-P. (baca: Beredar, Foto Mantan PJ “Teman Ahok” Gunakan Kemeja PDI-P).

Richard Sukarno adalah seorang dari empat mantan penanggung jawab (PJ) pengumpul data kartu tanda penduduk (KTP) untuk Ahok.

(baca juga: Ahok Sebut Teman Ahok Sedang Terluka)

Selain Richard, empat mantan anggota Teman Ahok juga tampil, yakni Paulus Romindo, Dodi Hendaryadi dan Husnul.

Juru Bicara Teman Ahok, Singgih Widyastomo mengatakan bahwa pihaknya telah memecat kelima orang itu karena ketahuan melakukan tindakan curang dalam pengumpulan data KTP.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...