Rabu, 27 September 2017 | 01.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Edarkan Uang Palsu, Bekas Oknum TNI Ditangkap

Edarkan Uang Palsu, Bekas Oknum TNI Ditangkap

Minggu, 26 Juni 2016 - 13:00 WIB

IMG-15753

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Setelah beberapa waktu lalu oknum TNI diduga terlibat dalam peredaran uang palsu, kini seorang oknum TNI yang sudah dipecat juga terlibat kasus serupa. Kali ini kasusnya terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/06/2016).

Informasi diperoleh, oknum TNI yang diberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) itu bernama Akhmad Nofendy warga Medan.

Kini dia sudah diamankan petugas Polsek Medan Kota. Dia ditangkap karena kedapatan mengedarkan uang palsu pecahan Rp50 ribu.

“Dia sudah di PDTH tahun 2004 akibat desersi. Sebelumnya dia tugas di Aceh,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Martualesi Sitepu.

Pelaku ditangkap Jalan Stadion Teladan, Medan. Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi ada seorang pria memiliki uang palsu dan siap untuk diedarkan.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan diketahui pelaku berada di seputaran Stadion Teladan Medan, tepatnya di depan warung es kelapa muda.

“Setelah memastikan, kita langsung mengamankan pelaku dan menggeledahnya,” ujarnya.

Dari tangannya, polisi mendapatkan 86 lembar uang palsu sebanyak Rp50 ribu. Bila ditotalkan, uang palsu tersebut senilai Rp4,3 juta. Selain itu, juga turut disita satu unit telepon genggam.

Kepada polisi, pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seorang berinisial T. Kini, T tengah diburu polisi.

“Dia (pelaku) kenal sama T ini sejak Februari lalu dan sudah sering mengedarkan uang palsu. Hasil penjualannya itu sebagiannya untuk beli narkoba,” terang Martualesi.

Saat ini, pelaku masih diperiksa secara intensif di kantor polisi. Sementara, polisi masih mengejar jaringan pelaku lainnya terkait peredaran uang palsu ini.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:21 WIB

Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dengan luas 1,800 hektare yang digagas sejak tahun 2003, namun ...
Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:05 WIB

Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Juli 2018, Jawa Barat akan memberangkatkan Kloter I jemaah hajinya dari Bandar ...
Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 21:49 WIB

Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka

Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya. Atas dugaan itu, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Pemberantasan ...
Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 18:52 WIB

Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo, operator telekomunikasi kedua ...
Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 18:12 WIB

Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku

Delapan pemuda Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat yang jadi terdakwa kasus bentrok geng motor, mengaku mendapat tekanan ketika diperiksa petugas kepolisian.Mereka ...
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...