Senin, 20 November 2017 | 22.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Edarkan Uang Palsu, Bekas Oknum TNI Ditangkap

Edarkan Uang Palsu, Bekas Oknum TNI Ditangkap

Minggu, 26 Juni 2016 - 13:00 WIB

IMG-15753

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Setelah beberapa waktu lalu oknum TNI diduga terlibat dalam peredaran uang palsu, kini seorang oknum TNI yang sudah dipecat juga terlibat kasus serupa. Kali ini kasusnya terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/06/2016).

Informasi diperoleh, oknum TNI yang diberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) itu bernama Akhmad Nofendy warga Medan.

Kini dia sudah diamankan petugas Polsek Medan Kota. Dia ditangkap karena kedapatan mengedarkan uang palsu pecahan Rp50 ribu.

“Dia sudah di PDTH tahun 2004 akibat desersi. Sebelumnya dia tugas di Aceh,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Martualesi Sitepu.

Pelaku ditangkap Jalan Stadion Teladan, Medan. Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi ada seorang pria memiliki uang palsu dan siap untuk diedarkan.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan diketahui pelaku berada di seputaran Stadion Teladan Medan, tepatnya di depan warung es kelapa muda.

“Setelah memastikan, kita langsung mengamankan pelaku dan menggeledahnya,” ujarnya.

Dari tangannya, polisi mendapatkan 86 lembar uang palsu sebanyak Rp50 ribu. Bila ditotalkan, uang palsu tersebut senilai Rp4,3 juta. Selain itu, juga turut disita satu unit telepon genggam.

Kepada polisi, pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seorang berinisial T. Kini, T tengah diburu polisi.

“Dia (pelaku) kenal sama T ini sejak Februari lalu dan sudah sering mengedarkan uang palsu. Hasil penjualannya itu sebagiannya untuk beli narkoba,” terang Martualesi.

Saat ini, pelaku masih diperiksa secara intensif di kantor polisi. Sementara, polisi masih mengejar jaringan pelaku lainnya terkait peredaran uang palsu ini.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...