Rabu, 18 Januari 2017 | 12.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Edarkan Uang Palsu, Bekas Oknum TNI Ditangkap

Edarkan Uang Palsu, Bekas Oknum TNI Ditangkap

Minggu, 26 Juni 2016 - 13:00 WIB

IMG-15753

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Setelah beberapa waktu lalu oknum TNI diduga terlibat dalam peredaran uang palsu, kini seorang oknum TNI yang sudah dipecat juga terlibat kasus serupa. Kali ini kasusnya terjadi di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (26/06/2016).

Informasi diperoleh, oknum TNI yang diberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) itu bernama Akhmad Nofendy warga Medan.

Kini dia sudah diamankan petugas Polsek Medan Kota. Dia ditangkap karena kedapatan mengedarkan uang palsu pecahan Rp50 ribu.

“Dia sudah di PDTH tahun 2004 akibat desersi. Sebelumnya dia tugas di Aceh,” kata Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Martualesi Sitepu.

Pelaku ditangkap Jalan Stadion Teladan, Medan. Sebelumnya, polisi mendapatkan informasi ada seorang pria memiliki uang palsu dan siap untuk diedarkan.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan diketahui pelaku berada di seputaran Stadion Teladan Medan, tepatnya di depan warung es kelapa muda.

“Setelah memastikan, kita langsung mengamankan pelaku dan menggeledahnya,” ujarnya.

Dari tangannya, polisi mendapatkan 86 lembar uang palsu sebanyak Rp50 ribu. Bila ditotalkan, uang palsu tersebut senilai Rp4,3 juta. Selain itu, juga turut disita satu unit telepon genggam.

Kepada polisi, pelaku mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seorang berinisial T. Kini, T tengah diburu polisi.

“Dia (pelaku) kenal sama T ini sejak Februari lalu dan sudah sering mengedarkan uang palsu. Hasil penjualannya itu sebagiannya untuk beli narkoba,” terang Martualesi.

Saat ini, pelaku masih diperiksa secara intensif di kantor polisi. Sementara, polisi masih mengejar jaringan pelaku lainnya terkait peredaran uang palsu ini.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...