Kamis, 30 Maret 2017 | 15.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pesona Sektor Pariwisata Gandeng Kenikmatan Kuliner Nusantara

Pesona Sektor Pariwisata Gandeng Kenikmatan Kuliner Nusantara

Oleh: Moch. Irfandi

Minggu, 26 Juni 2016 - 13:50 WIB

IMG-15759

Kuliner Nusantara

kini.co.id – Dunia kini mulai melirik pesona sektor pariwisata. Sektor ini dinilai telah mengalami peningkatan yang signifikan dengan melampaui perdagangan dunia dalam beberapa waktu terakhir. Pemanfaatan sektor pariwisata tidak lepas dari keindahan alam yang dimiliki oleh suatu daerah, lantas bagaimana dengan Indonesia yang memiliki pesona alam luar biasa, apakah beriringan dengan kemajuan sektor pariwisata.

Badan Pariwisata Dunia (UNWTO) yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa menyatakan belanja pariwisata telah melampaui perdagangan dunia selama empat tahun berturut-turut. Menurut data UNWTO Mei 2016, pariwisata dunia tumbuh 4 persen pada tahun 2015 dengan nilai finansial mencapai 1,4 triliun dolar AS. Sebagai perbandingan, perdagangan dunia hanya tumbuh 2,8 persen pada tahun 2015. China, AS, dan Inggris adalah negara penyumbang turis terbanyak. Jumlah pelancong dari China terus meningkat setiap tahun sejak 2004 dengan peningkatan belanja mereka meningkat 25 persen pada tahun 2015.

Menurut Sekretaris Jenderal UNWTO Taleb Rifai seperti dilansir BBC, Pariwisata saat ini adalah kategori utama perdagangan internasional di sektor jasa. Pada tahun 2015, pariwisata menyumbang 7 persen dari total ekspor dunia, dibandingkan dengan 6 persen pada tahun sebelumnya Belanja pariwisata, termasuk di dalamnya akomodasi, makanan, hiburan, dan jasa, telah membantu menangkal penurunan ekspor.

Pariwisata telah menunjukkan kapasitas yang kuat untuk mengompensasi pendapatan ekspor yang melemah di banyak negara berkembang dan beberapa negara maju. Peningkatan pariwisata internasional bahkan terus terjadi meski ada serangan di fasilitas transportasi dan adanya peningkatan kewaspadaan maskapai penerbangan demi keselamatan penumpang.

Bercermin dari pertumbuhan sektor pariwisata yang sangat menjanjikan. Pihak Indonesia melalui Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kedepannya akan mempersiapkan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia. Saat ini destinasi utama Indonesia masih dipegang oleh Bali. Lombok sebagai daerah yang berdekatan dengan Bali masih menjadi tujuan wisata kedua setelah Bali.

Tahun 2015, Lombok telah dikukuhkan sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang The World Halal Travel SummitExibition yang diumumkan di Uni Emirat Arab. Momentum inilah yang akan dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk mengenalkan Lombok sebagai tujuan pariwisata halal dunia. Untuk menarik minat wisatawan datang langsung ke Lombok ada beberapa hal harus dibenahi di antaranya meningkatkan promosi pariwisata, mempersiapkan SDM dan pembenahan beberapa destinasi khusus halal. Terkait hal ini, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi optimistis dengan mengusung brand destinasi wisata halal dunia, maka NTB memiliki peluang lebih untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Penghargaan World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination yang diterima oleh Lombok tidak lepas dari hidangan kuliner yang memenuhi kriteria halal bagi wisatawan. Kuliner merupakan andalan sektor pariwisata di Indonesia. Sebagian besar wisatawan menghabiskan uang mereka untuk belanja kuliner ketika mengunjungi suatu tempat atau daerah wisata.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman Syamsul Lussa mengemukakan hal itu dalam pembukaan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Kota Banda Aceh, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, 40 persen wisatawan menghabiskan uang untuk belanja kuliner ketika berkunjung ke suatu tempat wisata. Pemerintah mencatat, wisatawan domestik dan mancanegara mengeluarkan Rp 115 triliun untuk belanja kuliner di tempat-tempat wisata di Indonesia tahun 2015.

Melihat data itu, kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah. Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Melihat data dunia yang mengarahkan bahwa China, AS, dan Inggris adalah negara penyumbang turis terbanyak, tentunya hal tersebut menjadi modal awal bagi Indonesia untuk menggaet wisatawan tersebut. Hal yang hendaknya dilakukan oleh Indonesia adalah memanfaatkan pesona alam Indonesia menjadi andalan dalam sektor pariwisata. Selain itu, kekayaan akan kuliner Indonesia dengan berbagai cita rasanya akan menjadi modal yang menarik bagi Indonesia untuk memancing wisatawan luar negeri berkunjung ke Indonesia. Pemerintah daerah diharapkan lebih gencar mempromosikan dan menyuguhkan pariwisata dengan menonjolkan kekayaan kuliner khasnya kepada para wisatawan yang berkunjung.

Penulis aktif di LSISI Bidang Ekonomi Politik Indonesia.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...