Kamis, 19 Januari 2017 | 09.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pesona Sektor Pariwisata Gandeng Kenikmatan Kuliner Nusantara

Pesona Sektor Pariwisata Gandeng Kenikmatan Kuliner Nusantara

Oleh: Moch. Irfandi

Minggu, 26 Juni 2016 - 13:50 WIB

IMG-15759

Kuliner Nusantara

kini.co.id – Dunia kini mulai melirik pesona sektor pariwisata. Sektor ini dinilai telah mengalami peningkatan yang signifikan dengan melampaui perdagangan dunia dalam beberapa waktu terakhir. Pemanfaatan sektor pariwisata tidak lepas dari keindahan alam yang dimiliki oleh suatu daerah, lantas bagaimana dengan Indonesia yang memiliki pesona alam luar biasa, apakah beriringan dengan kemajuan sektor pariwisata.

Badan Pariwisata Dunia (UNWTO) yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-bangsa menyatakan belanja pariwisata telah melampaui perdagangan dunia selama empat tahun berturut-turut. Menurut data UNWTO Mei 2016, pariwisata dunia tumbuh 4 persen pada tahun 2015 dengan nilai finansial mencapai 1,4 triliun dolar AS. Sebagai perbandingan, perdagangan dunia hanya tumbuh 2,8 persen pada tahun 2015. China, AS, dan Inggris adalah negara penyumbang turis terbanyak. Jumlah pelancong dari China terus meningkat setiap tahun sejak 2004 dengan peningkatan belanja mereka meningkat 25 persen pada tahun 2015.

Menurut Sekretaris Jenderal UNWTO Taleb Rifai seperti dilansir BBC, Pariwisata saat ini adalah kategori utama perdagangan internasional di sektor jasa. Pada tahun 2015, pariwisata menyumbang 7 persen dari total ekspor dunia, dibandingkan dengan 6 persen pada tahun sebelumnya Belanja pariwisata, termasuk di dalamnya akomodasi, makanan, hiburan, dan jasa, telah membantu menangkal penurunan ekspor.

Pariwisata telah menunjukkan kapasitas yang kuat untuk mengompensasi pendapatan ekspor yang melemah di banyak negara berkembang dan beberapa negara maju. Peningkatan pariwisata internasional bahkan terus terjadi meski ada serangan di fasilitas transportasi dan adanya peningkatan kewaspadaan maskapai penerbangan demi keselamatan penumpang.

Bercermin dari pertumbuhan sektor pariwisata yang sangat menjanjikan. Pihak Indonesia melalui Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kedepannya akan mempersiapkan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia. Saat ini destinasi utama Indonesia masih dipegang oleh Bali. Lombok sebagai daerah yang berdekatan dengan Bali masih menjadi tujuan wisata kedua setelah Bali.

Tahun 2015, Lombok telah dikukuhkan sebagai World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination dalam ajang The World Halal Travel SummitExibition yang diumumkan di Uni Emirat Arab. Momentum inilah yang akan dimanfaatkan sebagai ajang promosi untuk mengenalkan Lombok sebagai tujuan pariwisata halal dunia. Untuk menarik minat wisatawan datang langsung ke Lombok ada beberapa hal harus dibenahi di antaranya meningkatkan promosi pariwisata, mempersiapkan SDM dan pembenahan beberapa destinasi khusus halal. Terkait hal ini, Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi optimistis dengan mengusung brand destinasi wisata halal dunia, maka NTB memiliki peluang lebih untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Penghargaan World Best Halal Tourism Destination dan World Best Halal Honeymoon Destination yang diterima oleh Lombok tidak lepas dari hidangan kuliner yang memenuhi kriteria halal bagi wisatawan. Kuliner merupakan andalan sektor pariwisata di Indonesia. Sebagian besar wisatawan menghabiskan uang mereka untuk belanja kuliner ketika mengunjungi suatu tempat atau daerah wisata.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Kemaritiman Syamsul Lussa mengemukakan hal itu dalam pembukaan Festival Kopi dan Kuliner Aceh 2016 di Kota Banda Aceh, berdasarkan data Kementerian Pariwisata, 40 persen wisatawan menghabiskan uang untuk belanja kuliner ketika berkunjung ke suatu tempat wisata. Pemerintah mencatat, wisatawan domestik dan mancanegara mengeluarkan Rp 115 triliun untuk belanja kuliner di tempat-tempat wisata di Indonesia tahun 2015.

Melihat data itu, kuliner merupakan aset andalan untuk menjual dan meningkatkan perekonomian di suatu daerah. Banyak daerah dikenal karena kulinernya. Kuliner memberikan pula manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat.

Melihat data dunia yang mengarahkan bahwa China, AS, dan Inggris adalah negara penyumbang turis terbanyak, tentunya hal tersebut menjadi modal awal bagi Indonesia untuk menggaet wisatawan tersebut. Hal yang hendaknya dilakukan oleh Indonesia adalah memanfaatkan pesona alam Indonesia menjadi andalan dalam sektor pariwisata. Selain itu, kekayaan akan kuliner Indonesia dengan berbagai cita rasanya akan menjadi modal yang menarik bagi Indonesia untuk memancing wisatawan luar negeri berkunjung ke Indonesia. Pemerintah daerah diharapkan lebih gencar mempromosikan dan menyuguhkan pariwisata dengan menonjolkan kekayaan kuliner khasnya kepada para wisatawan yang berkunjung.

Penulis aktif di LSISI Bidang Ekonomi Politik Indonesia.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...