Jumat, 21 Juli 2017 | 13.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Indonesia Tetap Antisipasi Dampak Brexit

Indonesia Tetap Antisipasi Dampak Brexit

Minggu, 26 Juni 2016 - 17:24 WIB

IMG-15772

Menko Luhut

Jakarta, kini.co.id – Referendum Inggris sudah memutuskan Negeri Ratu Elisabeth itu ke luar dari Uni Eropa. Meski tidak terlalu berdampak, namun pemerintah Indonesia tetap mengantisipasi peristiwa bersejarah tersebut.

Kata Menko Polhukam Luhut B Pandjaitan, Minggu (26/06/2016), Indonesia tetap harus mencermati sekecil apa pun dampak dari referendum yang memenangkan kubu Brexit itu.

“Kita perhatikan dengan cermat karena bagaimana pun ini keputusan dampaknya masih akan kita lihat dalam beberapa waktu ke depan,” kata Menko Luhut.

Luhut menjelaskan, hal yang paling harus dicermati adalah sektor ekonomi. Menurut Luhut, Indonesia harus sangat berhati-hati agar terhindar dari dampak Brexit.

“Mungkin secara langsung ke Indonesia tidak banyak, namun kita harus lebih hati-hati melihat ekonomi kita,” tegasnya.

Pemerintah pun sudah menyiapkan beberapa langkah agar Indonesia tidak terlalu terpengaruh dengan keputusan Inggris yang keluar dari Uni Eropa. Apalagi seperti diketahui, akibat dari Brexit, Perdana Menteri Inggris David Cameron mengundurkan diri yang sedikit banyak akan berdampak secara politis.

“Kami sudah menyiapkan beberapa pikiran-pikiran mengenai dampak daripada Brexit dari aspek ekonomi, politik maupun keamanan,” urai Luhut.

Hasil referendum Brexit yang berujung pada bercerainya Inggris dari Uni Eropa, dinilai menjadi bentuk ketidakpercayaan rakyat pada elite pemerintahan. Kebanyakan warga yang memilih keluar, berasal dari kalangan miskin dan kurang berpendidikan di Inggris.

warga Inggris yang memilih keluar Uni Eropa merupakan warga yang mengalami dampak paling parah dari krisis ekonomi dan warga yang posisi ekonominya memicu kekhawatiran besar atas meningkatnya jumlah imigran.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...