Rabu, 18 Januari 2017 | 00.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rusuh Demo Ahok di Penjaringan, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Rusuh Demo Ahok di Penjaringan, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Ustadz Herman Dipukul, Ratna Sarumpaet Ngadu ke Mabes Polri

Reporter : Rakisa | Senin, 27 Juni 2016 - 11:50 WIB

IMG-15794

Rusuh demo Ahok, di Penjaringan Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. (kininews/Dok)

Jakarta, kini.co.id – Pihak Polres Jakarta Utara, akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam aksi demo penolakan kedatangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan.

Kedua tersangka tersebut masih berstatus pelajar. Hingga saat ini, aktivis Ratna Sarumpaet dan sejumlah tim advokasi berupaya melakukan penangguhan penahanan terhadap kedua tersangka.

“Sepuluh orang sudah kami BAP dan dua orang kami tetapkan sebagai tersangka atas nama Izpan Rahman dan Mutadi,” ucap Kapolres Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Tifaona di Jakarta, Senin (27/6/2016).

Ia menjelaskan bahwa kedua orang tersebut disangkakan Pasal 351 KUHP karena melakukan penganiayaan.

“Jumat kemarin, resmi menahan dua pelaku pelemparan batu yang menyebabkan dua anggota luka di bagian dahi dan sampai di jahit,” lanjutnya.

Bolly juga memaparkan bahwa penyerangan diduga dilakukan oleh massa yang berasal dari sejumlah ormas.

“Untuk meluruskan saja, demo penolakan Ahok bukan saja dilakukan oleh FPI tapi ada beberapa ormas yang turun ke jalan dan tersangka yang sudah kita tahan dua orang adalah pelaku pelemparan terhadap dua anggota polri yang luka, bukan dari FPI tapi dari kelompok masyarakat sekitar Luar Batang”,pungkas Bolly.

Ustadz Dianiaya Petugas

Terpisah, aktivis Ratna Sarumpaet bersama tim advokasi berupaya melakukan penangguhan terhadap kedua tersangka.

Dia juga menuturkan, akan melaporkan penganiayaan terhadap Ustadz Herman, oleh petugas saat bentrok terjadi ke Mabes Polri. Ustadz Herman merupakan warga Penjaringan yang terlibat aksi kedatangan Ahok.

“Saya mengajak kawan-kawan yang kebetulan bisa, ikut serta. Ada kesan kuat Polisi berusaha melemahkan keberanian gerakan, dan itu harus dicegah salah satunya dengan menunjukkan solidaritas. Menunjukkan pada Ahok bahwa kita kuat,” seru Ratna melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, warga Penjaringan menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah.

Penolakan tersebut berujung ricuh, ratusan demonstran yang gagal menghadang Ahok, baik pada saat masuk maupun keluar, mengamuk pada petugas keamanan. Bahkan, warga melempari petugas dengan batu.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...