Rabu, 28 Juni 2017 | 05.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rusuh Demo Ahok di Penjaringan, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Rusuh Demo Ahok di Penjaringan, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Ustadz Herman Dipukul, Ratna Sarumpaet Ngadu ke Mabes Polri

Reporter : Rakisa | Senin, 27 Juni 2016 - 11:50 WIB

IMG-15794

Rusuh demo Ahok, di Penjaringan Jakarta Utara, beberapa waktu lalu. (kininews/Dok)

Jakarta, kini.co.id – Pihak Polres Jakarta Utara, akhirnya menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam aksi demo penolakan kedatangan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Penjaringan.

Kedua tersangka tersebut masih berstatus pelajar. Hingga saat ini, aktivis Ratna Sarumpaet dan sejumlah tim advokasi berupaya melakukan penangguhan penahanan terhadap kedua tersangka.

“Sepuluh orang sudah kami BAP dan dua orang kami tetapkan sebagai tersangka atas nama Izpan Rahman dan Mutadi,” ucap Kapolres Jakarta Utara, Kombes Daniel Bolly Tifaona di Jakarta, Senin (27/6/2016).

Ia menjelaskan bahwa kedua orang tersebut disangkakan Pasal 351 KUHP karena melakukan penganiayaan.

“Jumat kemarin, resmi menahan dua pelaku pelemparan batu yang menyebabkan dua anggota luka di bagian dahi dan sampai di jahit,” lanjutnya.

Bolly juga memaparkan bahwa penyerangan diduga dilakukan oleh massa yang berasal dari sejumlah ormas.

“Untuk meluruskan saja, demo penolakan Ahok bukan saja dilakukan oleh FPI tapi ada beberapa ormas yang turun ke jalan dan tersangka yang sudah kita tahan dua orang adalah pelaku pelemparan terhadap dua anggota polri yang luka, bukan dari FPI tapi dari kelompok masyarakat sekitar Luar Batang”,pungkas Bolly.

Ustadz Dianiaya Petugas

Terpisah, aktivis Ratna Sarumpaet bersama tim advokasi berupaya melakukan penangguhan terhadap kedua tersangka.

Dia juga menuturkan, akan melaporkan penganiayaan terhadap Ustadz Herman, oleh petugas saat bentrok terjadi ke Mabes Polri. Ustadz Herman merupakan warga Penjaringan yang terlibat aksi kedatangan Ahok.

“Saya mengajak kawan-kawan yang kebetulan bisa, ikut serta. Ada kesan kuat Polisi berusaha melemahkan keberanian gerakan, dan itu harus dicegah salah satunya dengan menunjukkan solidaritas. Menunjukkan pada Ahok bahwa kita kuat,” seru Ratna melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya, warga Penjaringan menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam acara peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Penjaringan Indah.

Penolakan tersebut berujung ricuh, ratusan demonstran yang gagal menghadang Ahok, baik pada saat masuk maupun keluar, mengamuk pada petugas keamanan. Bahkan, warga melempari petugas dengan batu.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...