Kamis, 23 Februari 2017 | 05.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Susno Duadji Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Desa

Susno Duadji Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Desa

Senin, 27 Juni 2016 - 20:35 WIB

IMG-15822

Susno Duadji saat menerima penghargaan Minggu 26 Juni 2016 di Palembang. Kini/Ist

Palembang, kini.co.id – Susno Duadji sudah diketahui banyak berkecimpung di dunia ekonomi rakyat selepas pension dari kepolisian. Mantan Kabareskrim Polri itu pun banyak diketahui serig berkebun dan berladang di lahan warisan orangtuanya.

Dia pun banyak angkat suara terkait keresahan para petani di daerah-daerah di Indonesia. Tak jarang pula, secara tak sadar dirinya ikut berperan member informasi penting terkait perkembangan para petani dalam negeri.

Atas hal itu pula pada Minggu (26/06/2016) kemarin, Mantan Kapolda Jawa Barat itu mendapat penghargaan tak kalah prestisius. Yakni tokoh penggerak pembangunan pedesaan.

Adalah Pandu Tani Indonesia (Patani) yang menobatkannya menjadi tokoh itu. Melalui Pembina Pusat Patani DR Amir Sjamsudin SH MH yang juga mantan Menkum HAM, Susno mendapat piagam, medali dan surat keputusan penghargaan tersebut.

Amir Sjamsudin pun mengakui banyak memetik informasi yang didapat dari laman fesbuk Susno tentang anjloknya harga karet yang menyengsarakan kehidupan jutaan keluarga petani karet Indonesia.

Dan lebih dari 530 ribu Kepala Keluarga Petani Karet di Sumatera Selatan, karena Sumsel adalah propinsi penghasil karet terbesar di Indonesia,” kata Susno melalui fesbuknya.

Kepada Amir Sjamsuddin, Susno Duadji menyarankan perlunya mendirikan gudang gabah untuk dapat membeli gabah kering dengan harga standar pemerintah yang kemudian disimpan di gudang yang bagus.

Tentunya bekerjasama dengan bulog. Hal ini penting untuk menyelamatkan harga gabah, dan menyuarakan kepada pemerintah pusat untuk mengurangi atau tidak melakukan impor beras sehingga harga gabah petani dapat naik lebih dari harga standar,” ujarnya pula.

Demikian juga dengan persoalan harga karet yang sudah tidak mungkin dapat diatasi oleh para patani dimana membiarkan harga ditentukan oleh mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah.

“Pemerintah pusat sudah harus melakukan langkah internasional duduk bersama dengan sesama negara penghasil karet terbesar Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Kebetulan keempat negara tersebut adalah negara anggota Asean, dan sudah ada forum khusus tripartiet yang membahas persoalan per-karetan,” tandasnya.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat
Hukum - Rabu, 22 Februari 2017 - 22:29 WIB

Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar membantah ada keterlibatan hakim lain dalam kasus yang menjeratnya.Menurutnya, kasus penerimaan suap atas Undang-undang ...
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...