Selasa, 24 Januari 2017 | 06.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Susno Duadji Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Desa

Susno Duadji Dinobatkan Sebagai Tokoh Penggerak Pembangunan Desa

Senin, 27 Juni 2016 - 20:35 WIB

IMG-15822

Susno Duadji saat menerima penghargaan Minggu 26 Juni 2016 di Palembang. Kini/Ist

Palembang, kini.co.id – Susno Duadji sudah diketahui banyak berkecimpung di dunia ekonomi rakyat selepas pension dari kepolisian. Mantan Kabareskrim Polri itu pun banyak diketahui serig berkebun dan berladang di lahan warisan orangtuanya.

Dia pun banyak angkat suara terkait keresahan para petani di daerah-daerah di Indonesia. Tak jarang pula, secara tak sadar dirinya ikut berperan member informasi penting terkait perkembangan para petani dalam negeri.

Atas hal itu pula pada Minggu (26/06/2016) kemarin, Mantan Kapolda Jawa Barat itu mendapat penghargaan tak kalah prestisius. Yakni tokoh penggerak pembangunan pedesaan.

Adalah Pandu Tani Indonesia (Patani) yang menobatkannya menjadi tokoh itu. Melalui Pembina Pusat Patani DR Amir Sjamsudin SH MH yang juga mantan Menkum HAM, Susno mendapat piagam, medali dan surat keputusan penghargaan tersebut.

Amir Sjamsudin pun mengakui banyak memetik informasi yang didapat dari laman fesbuk Susno tentang anjloknya harga karet yang menyengsarakan kehidupan jutaan keluarga petani karet Indonesia.

Dan lebih dari 530 ribu Kepala Keluarga Petani Karet di Sumatera Selatan, karena Sumsel adalah propinsi penghasil karet terbesar di Indonesia,” kata Susno melalui fesbuknya.

Kepada Amir Sjamsuddin, Susno Duadji menyarankan perlunya mendirikan gudang gabah untuk dapat membeli gabah kering dengan harga standar pemerintah yang kemudian disimpan di gudang yang bagus.

Tentunya bekerjasama dengan bulog. Hal ini penting untuk menyelamatkan harga gabah, dan menyuarakan kepada pemerintah pusat untuk mengurangi atau tidak melakukan impor beras sehingga harga gabah petani dapat naik lebih dari harga standar,” ujarnya pula.

Demikian juga dengan persoalan harga karet yang sudah tidak mungkin dapat diatasi oleh para patani dimana membiarkan harga ditentukan oleh mekanisme pasar tanpa campur tangan pemerintah.

“Pemerintah pusat sudah harus melakukan langkah internasional duduk bersama dengan sesama negara penghasil karet terbesar Thailand, Indonesia, Vietnam, dan Malaysia. Kebetulan keempat negara tersebut adalah negara anggota Asean, dan sudah ada forum khusus tripartiet yang membahas persoalan per-karetan,” tandasnya.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan
Nasional - Selasa, 24 Januari 2017 - 00:08 WIB

Sepasang Suami Istri Ini Berangkat ke Suriah Dari Medan

Tujuh belas orang WNI yang diduga bergabung dengan ISIS dan di deportasi Pemerintah Turki ke Indonesia saat ini masih menjalani ...
Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 22:07 WIB

Habib Rizieq Minta Pemerintah Tarik Peredaran Uang Berlogo Palu Arit

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mempertanyakan simbol Palu-Arit yang terdapat pada uang pecahan baru Bank Indonesia. ...
Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar
Hukum - Senin, 23 Januari 2017 - 17:24 WIB

Kasus Suap Pengadaan Pesawat, KPK Bakal Panggil Lagi Istri Emirsyah Satar

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK); Febri Diansyah mengatakan penyidik bisa saja kembali memanggil istri mantan Direktur PT Garuda ...
Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:59 WIB

Potensi Jual Beli Jabatan Jelang Pilkada Mencapai Rp9 Triliun

Wakil Direktur MAK, Virgo Sulianto Gohardi mengatakan modus jual beli jabatan seringkali dilakukan pada moment menjelang atau setelah Pilkada."Tujuannya adalah ...
Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun
Politik - Senin, 23 Januari 2017 - 14:57 WIB

Muhammadiyah : Potensi Jual Beli Jabatan ASN Bernilai Rp 44 Triliun

Wakil Direktur Madrasah Anti Korupsi (MAK), Virgo Sulianto Gohardi menduga sekitar 90% dari proses pengisian 21.000 jabatan kepala dinas di ...
Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan
Peristiwa - Senin, 23 Januari 2017 - 14:24 WIB

Jika Habib Rizieq Ditahan, Pelawak Kiwil: Saya Siap Menggantikan

Dukungan terhadap imam besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengalir dari berbagai kalangan, termasuk selebritis.Pelawak Kiwil misalnya, yang ...