Rabu, 13 Desember 2017 | 06.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>DPR: Segera Rilis RS Pengguna Vaksin Palsu

DPR: Segera Rilis RS Pengguna Vaksin Palsu

Selasa, 28 Juni 2016 - 13:25 WIB

IMG-15837

Jakarta, kini.co.id – Tak bisa disangkal, peredaran vaksin palsu telah menjadi momok bagi masyarakat khususnya yang awam dengan bidang kesehatan.

Untuk itu pemerintah didesak tak cuma menangkap pelaku pemalsuannya, tetapi juga segera mengungkap rumahsakit dan klinik mana saja yang menggunakan vaksin berbahaya tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh P Daulay mendesak pemerintah segera merilis nama-nama rumahsakit yang terlanjur menggunakan vaksin palsu yang diedarkan pasangan suami istri tersebut.

“Ya kalau diumumkan kan masyarakat bisa tahu. Dengan begitu, masyarakat bisa mewaspadai,” kata Saleh, Selasa (28/06/2016).

Bila nama RS dan sarana pelayanan kesehatan yang memakai vaksin palsu dibuka, orangtua yang pernah memvaksin anaknya di tempat tersebut mengetahui. Opsi vaksin ulang pun bisa dilakukan.

“Artinya, mereka bisa memiliki pilihan untuk imunisasi kedua kalinya di tempat lain seperti yang pernah disarankan oleh menkes. Tentu saja, imunisasi kedua kali seperti ini tidak mudah dilakukan. Sebab, mungkin saja orang tua yang trauma dengan kejadian seperti ini,” papar politikus PAN ini.

(Baca juga: Ini Daftar Vaksin Yang Dipalsukan)

Komisi IX DPR sudah mengadakan rapat kerja dengan Menkes, BPOM, IDAI dan Biofarma pada Senin (27/06/2016) kemarin. Data itu belum diungkap oleh pemerintah karena penyelidikan belum tuntas dan sampelnya juga masih diuji.

Saat ini, Bareskrim Mabes Polri sudah menangkap 15 pelaku peredaran vaksin palsu di berbagai wilayah. Mereka memiliki beragam peran.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...