Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>DPR: Segera Rilis RS Pengguna Vaksin Palsu

DPR: Segera Rilis RS Pengguna Vaksin Palsu

Selasa, 28 Juni 2016 - 13:25 WIB

IMG-15837

Jakarta, kini.co.id – Tak bisa disangkal, peredaran vaksin palsu telah menjadi momok bagi masyarakat khususnya yang awam dengan bidang kesehatan.

Untuk itu pemerintah didesak tak cuma menangkap pelaku pemalsuannya, tetapi juga segera mengungkap rumahsakit dan klinik mana saja yang menggunakan vaksin berbahaya tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI Saleh P Daulay mendesak pemerintah segera merilis nama-nama rumahsakit yang terlanjur menggunakan vaksin palsu yang diedarkan pasangan suami istri tersebut.

“Ya kalau diumumkan kan masyarakat bisa tahu. Dengan begitu, masyarakat bisa mewaspadai,” kata Saleh, Selasa (28/06/2016).

Bila nama RS dan sarana pelayanan kesehatan yang memakai vaksin palsu dibuka, orangtua yang pernah memvaksin anaknya di tempat tersebut mengetahui. Opsi vaksin ulang pun bisa dilakukan.

“Artinya, mereka bisa memiliki pilihan untuk imunisasi kedua kalinya di tempat lain seperti yang pernah disarankan oleh menkes. Tentu saja, imunisasi kedua kali seperti ini tidak mudah dilakukan. Sebab, mungkin saja orang tua yang trauma dengan kejadian seperti ini,” papar politikus PAN ini.

(Baca juga: Ini Daftar Vaksin Yang Dipalsukan)

Komisi IX DPR sudah mengadakan rapat kerja dengan Menkes, BPOM, IDAI dan Biofarma pada Senin (27/06/2016) kemarin. Data itu belum diungkap oleh pemerintah karena penyelidikan belum tuntas dan sampelnya juga masih diuji.

Saat ini, Bareskrim Mabes Polri sudah menangkap 15 pelaku peredaran vaksin palsu di berbagai wilayah. Mereka memiliki beragam peran.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...