Rabu, 24 Januari 2018 | 06.38 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Perbandingan Zakat Presiden Jokowi dengan Walikota Medan

Perbandingan Zakat Presiden Jokowi dengan Walikota Medan

Rabu, 29 Juni 2016 - 01:31 WIB

IMG-15879

Walikota Medan (berkopiah) membagikan zakat di Kantor Camat Medan Amplas Selasa 28 Juni 2016. Kini/Humas Pemko Medan

Medan, kini.co.id – Publik media sosial memang dikenal memiliki keragaman informasi dan kerap kali menggali persoalan dari sudut yang tak kalah seru. Termasuk menyoal dan membanding-bandingkan nilai zakat antara Presiden Jokowi dengan zakat yang dikeluarkan Walikota Medan, Drs Dzulmi Eldin S MSi.

Pada Selasa (28/06/2016) publik netizen mengangkat isu soal nilai zakat tersebut. Seperti diketahui, pada Selasa (28/06/2016) Presiden Jokowi mengeluarkan zakat mal senilai Rp40 juta. Zakat itu diserahkan langsung ke badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang ada di Istana.

Lalu, netizen membandingkannya dengan nilai zakat yang dikeluarkan Walikota Medan Dzulmi Eldin. Orang nomor satu di Pemko Medan itu tercatat mengeluarkan zakat mal senilai hampir Rp1,8 miliar.

Dari mana datangnya nilai zakat sebesar itu?

Nilai zakat Eldin itu diperoleh dari dirinya sendiri, keluarganya serta pejabat Pemko Medan. Untuk eselon III, nilai zakat ‘dipatok’ minimal Rp2 juta. Sedangkan eselon II Pemko Medan disebut-sebut harus merogoh kocek paling sedikit Rp20 juta.

Hal itu diakui oleh Eldin saat menyalurkan zakat tersebut di Kantor Camat Medan Amplas, Selasa (28/06/2016). “Ini berasal dari zakat, infak dan sedekah saya, keluarga saya dan pejabat yang ada di lingkungan Pemko Medan,” kata bekas Kadis Pendapatan Kota Medan itu.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...