Rabu, 22 Februari 2017 | 22.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Reporter : Rakisa | Rabu, 29 Juni 2016 - 05:50 WIB

IMG-15893

Adian Napitupulu

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI Perjuangan memberi saran kepada Teman Ahok, anggaran untuk 4.000 relawan guna memverifikasi satu juta KTP, yang perkiraannya mencapai Rp4,4 miliar, sebaiknya dimanfaatkan untuk membeli 45 ambulans.

“Kalau boleh saran baiknya hemat saja uang itu untuk hal-hal lain yang lebih berguna untuk rakyat seperti membeli 45 ambulans Teman Ahok, dari pada membuang uang hanya untuk mendengar tepuk tangan sendiri,” ujar politisi PDIP Adian Napitupulu, Selasa (28/6/2016) malam.

Di salah satu media massa, lanjut Adian, Teman Ahok mengklaim sudah menyiapkan 4.000 relawan ‘berbayar’ untuk memverifikasi 1 juta KTP itu. Berbekal 4.000 relawan, maka tiap relawan berbayar rata rata harus memverifikasi 250 KTP.

Adian memperkirakan untuk membiayai verifikasi KTP tersebut, Ahok setidaknya mengeluarkan dana per KTP Rp 4.450. Perhitungan hadir berdasarkan biaya sama yang dibayarkan Teman Ahok kepada sejumlah relawan untuk mengumpulkan KTP, yaitu Rp 2,5 juta per bulan, dengan target 560 KTP.

“Tiap relawan berbayar akan menerima 250 KTP x Rp 4.450, sama dengan Rp 1.112.500 per relawan. Dengan jumlah relawan 4.000 orang maka verifikasi 1 Juta KTP Teman Ahok diperkirakan bisa habiskan Rp 4,4 miliar,” ujar Adian.

Bukan hanya untuk membeli 45 ambulans, estimasi anggaran sebesar Rp4,4 miliar itu senilai empat bangunan sekolah dasar (SD).

Adian Napitupulu juga mengaku senang dengan pernyataan Penasehat Teman Ahok Putu Artha, yang berkali-kali mengajak dirinya ikut memverifikasi KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.

Pernyataan tersebut dikemukakan Putu, saat menjadi pembicara di salah satu stasiun televisi swasta.

“Saya senang diundang terbuka oleh Putu Artha, walau saya bingung Putu Artha mengundang atau mengancam. Harusnya mengundang itu bicara baik, halus, lembut tidak perlu teriak-teriak. Walau bingung tapi saya coba memahami bahwa berteriak itu identik dengan kepanikan”,ujar Adian.

Adian menilai, mengumpulkan dan memverifikasi sendiri KTP yang dikumpulkan, sama seperti sebuah permainan yang dimainkan dan disoraki sendiri. Bahkan diwasiti sendiri lalu dipuji-puji dan terakhir tertawa bangga sendiri.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...
Pembayaran BPJS Kini Bisa di Super Indo
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 14:53 WIB

Pembayaran BPJS Kini Bisa di Super Indo

PT Lion Super Indo menjalin kerjasama dengan PT Bank Mandiri Tbk untuk bisa menyediakan layanan jasa pembayaran iuran Badan Pelaksana ...