Selasa, 25 April 2017 | 01.57 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Reporter : Rakisa | Rabu, 29 Juni 2016 - 05:50 WIB

IMG-15893

Adian Napitupulu

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI Perjuangan memberi saran kepada Teman Ahok, anggaran untuk 4.000 relawan guna memverifikasi satu juta KTP, yang perkiraannya mencapai Rp4,4 miliar, sebaiknya dimanfaatkan untuk membeli 45 ambulans.

“Kalau boleh saran baiknya hemat saja uang itu untuk hal-hal lain yang lebih berguna untuk rakyat seperti membeli 45 ambulans Teman Ahok, dari pada membuang uang hanya untuk mendengar tepuk tangan sendiri,” ujar politisi PDIP Adian Napitupulu, Selasa (28/6/2016) malam.

Di salah satu media massa, lanjut Adian, Teman Ahok mengklaim sudah menyiapkan 4.000 relawan ‘berbayar’ untuk memverifikasi 1 juta KTP itu. Berbekal 4.000 relawan, maka tiap relawan berbayar rata rata harus memverifikasi 250 KTP.

Adian memperkirakan untuk membiayai verifikasi KTP tersebut, Ahok setidaknya mengeluarkan dana per KTP Rp 4.450. Perhitungan hadir berdasarkan biaya sama yang dibayarkan Teman Ahok kepada sejumlah relawan untuk mengumpulkan KTP, yaitu Rp 2,5 juta per bulan, dengan target 560 KTP.

“Tiap relawan berbayar akan menerima 250 KTP x Rp 4.450, sama dengan Rp 1.112.500 per relawan. Dengan jumlah relawan 4.000 orang maka verifikasi 1 Juta KTP Teman Ahok diperkirakan bisa habiskan Rp 4,4 miliar,” ujar Adian.

Bukan hanya untuk membeli 45 ambulans, estimasi anggaran sebesar Rp4,4 miliar itu senilai empat bangunan sekolah dasar (SD).

Adian Napitupulu juga mengaku senang dengan pernyataan Penasehat Teman Ahok Putu Artha, yang berkali-kali mengajak dirinya ikut memverifikasi KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.

Pernyataan tersebut dikemukakan Putu, saat menjadi pembicara di salah satu stasiun televisi swasta.

“Saya senang diundang terbuka oleh Putu Artha, walau saya bingung Putu Artha mengundang atau mengancam. Harusnya mengundang itu bicara baik, halus, lembut tidak perlu teriak-teriak. Walau bingung tapi saya coba memahami bahwa berteriak itu identik dengan kepanikan”,ujar Adian.

Adian menilai, mengumpulkan dan memverifikasi sendiri KTP yang dikumpulkan, sama seperti sebuah permainan yang dimainkan dan disoraki sendiri. Bahkan diwasiti sendiri lalu dipuji-puji dan terakhir tertawa bangga sendiri.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Habib Rizieq Ajak Muslim Kuasa Medsos
Politik - Selasa, 25 April 2017 - 00:16 WIB

Habib Rizieq Ajak Muslim Kuasa Medsos

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyebutkan, Laskar Cyber Muslim punya andil besar dalam setiap aksi bela ...
Ini yang Dilakukan Dokter Terhadap Novel
Nasional - Senin, 24 April 2017 - 17:41 WIB

Ini yang Dilakukan Dokter Terhadap Novel

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan tim dokter yang menangani Novel Baswedan ada empat tindakan. Setelah penyidik ...
Ahok Akan Bacakan Pledoi Kasusnya
Hukum - Senin, 24 April 2017 - 13:42 WIB

Ahok Akan Bacakan Pledoi Kasusnya

Sidang lanjutan dugaan penistan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa (25/4) dengan agenda nota pembelaan atau pledoi.Menurut ...
Pilkada Serentak Gelombang Ketiga 27 Juni 2018
Politik - Senin, 24 April 2017 - 12:53 WIB

Pilkada Serentak Gelombang Ketiga 27 Juni 2018

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak gelombang ke tiga diusulkan digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tengah ...
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...