Selasa, 21 November 2017 | 00.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Reporter : Rakisa | Rabu, 29 Juni 2016 - 05:50 WIB

IMG-15893

Adian Napitupulu

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI Perjuangan memberi saran kepada Teman Ahok, anggaran untuk 4.000 relawan guna memverifikasi satu juta KTP, yang perkiraannya mencapai Rp4,4 miliar, sebaiknya dimanfaatkan untuk membeli 45 ambulans.

“Kalau boleh saran baiknya hemat saja uang itu untuk hal-hal lain yang lebih berguna untuk rakyat seperti membeli 45 ambulans Teman Ahok, dari pada membuang uang hanya untuk mendengar tepuk tangan sendiri,” ujar politisi PDIP Adian Napitupulu, Selasa (28/6/2016) malam.

Di salah satu media massa, lanjut Adian, Teman Ahok mengklaim sudah menyiapkan 4.000 relawan ‘berbayar’ untuk memverifikasi 1 juta KTP itu. Berbekal 4.000 relawan, maka tiap relawan berbayar rata rata harus memverifikasi 250 KTP.

Adian memperkirakan untuk membiayai verifikasi KTP tersebut, Ahok setidaknya mengeluarkan dana per KTP Rp 4.450. Perhitungan hadir berdasarkan biaya sama yang dibayarkan Teman Ahok kepada sejumlah relawan untuk mengumpulkan KTP, yaitu Rp 2,5 juta per bulan, dengan target 560 KTP.

“Tiap relawan berbayar akan menerima 250 KTP x Rp 4.450, sama dengan Rp 1.112.500 per relawan. Dengan jumlah relawan 4.000 orang maka verifikasi 1 Juta KTP Teman Ahok diperkirakan bisa habiskan Rp 4,4 miliar,” ujar Adian.

Bukan hanya untuk membeli 45 ambulans, estimasi anggaran sebesar Rp4,4 miliar itu senilai empat bangunan sekolah dasar (SD).

Adian Napitupulu juga mengaku senang dengan pernyataan Penasehat Teman Ahok Putu Artha, yang berkali-kali mengajak dirinya ikut memverifikasi KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.

Pernyataan tersebut dikemukakan Putu, saat menjadi pembicara di salah satu stasiun televisi swasta.

“Saya senang diundang terbuka oleh Putu Artha, walau saya bingung Putu Artha mengundang atau mengancam. Harusnya mengundang itu bicara baik, halus, lembut tidak perlu teriak-teriak. Walau bingung tapi saya coba memahami bahwa berteriak itu identik dengan kepanikan”,ujar Adian.

Adian menilai, mengumpulkan dan memverifikasi sendiri KTP yang dikumpulkan, sama seperti sebuah permainan yang dimainkan dan disoraki sendiri. Bahkan diwasiti sendiri lalu dipuji-puji dan terakhir tertawa bangga sendiri.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 23:02 WIB

Indonesia dilirik Belgia sebagai pasar ekspor utama kentang goreng

Industri makanan dan minuman di Indonesia tumbuh positif di sepanjang tahun 2017, bahkan berkontribusi pada produk domestik bruto (PDB) industri ...
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...