Senin, 26 Juni 2017 | 00.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Politisi PDIP: Teman Ahok Sebaiknya Beli Ambulans

Reporter : Rakisa | Rabu, 29 Juni 2016 - 05:50 WIB

IMG-15893

Adian Napitupulu

Jakarta, kini.co.id – Politisi PDI Perjuangan memberi saran kepada Teman Ahok, anggaran untuk 4.000 relawan guna memverifikasi satu juta KTP, yang perkiraannya mencapai Rp4,4 miliar, sebaiknya dimanfaatkan untuk membeli 45 ambulans.

“Kalau boleh saran baiknya hemat saja uang itu untuk hal-hal lain yang lebih berguna untuk rakyat seperti membeli 45 ambulans Teman Ahok, dari pada membuang uang hanya untuk mendengar tepuk tangan sendiri,” ujar politisi PDIP Adian Napitupulu, Selasa (28/6/2016) malam.

Di salah satu media massa, lanjut Adian, Teman Ahok mengklaim sudah menyiapkan 4.000 relawan ‘berbayar’ untuk memverifikasi 1 juta KTP itu. Berbekal 4.000 relawan, maka tiap relawan berbayar rata rata harus memverifikasi 250 KTP.

Adian memperkirakan untuk membiayai verifikasi KTP tersebut, Ahok setidaknya mengeluarkan dana per KTP Rp 4.450. Perhitungan hadir berdasarkan biaya sama yang dibayarkan Teman Ahok kepada sejumlah relawan untuk mengumpulkan KTP, yaitu Rp 2,5 juta per bulan, dengan target 560 KTP.

“Tiap relawan berbayar akan menerima 250 KTP x Rp 4.450, sama dengan Rp 1.112.500 per relawan. Dengan jumlah relawan 4.000 orang maka verifikasi 1 Juta KTP Teman Ahok diperkirakan bisa habiskan Rp 4,4 miliar,” ujar Adian.

Bukan hanya untuk membeli 45 ambulans, estimasi anggaran sebesar Rp4,4 miliar itu senilai empat bangunan sekolah dasar (SD).

Adian Napitupulu juga mengaku senang dengan pernyataan Penasehat Teman Ahok Putu Artha, yang berkali-kali mengajak dirinya ikut memverifikasi KTP yang dikumpulkan Teman Ahok.

Pernyataan tersebut dikemukakan Putu, saat menjadi pembicara di salah satu stasiun televisi swasta.

“Saya senang diundang terbuka oleh Putu Artha, walau saya bingung Putu Artha mengundang atau mengancam. Harusnya mengundang itu bicara baik, halus, lembut tidak perlu teriak-teriak. Walau bingung tapi saya coba memahami bahwa berteriak itu identik dengan kepanikan”,ujar Adian.

Adian menilai, mengumpulkan dan memverifikasi sendiri KTP yang dikumpulkan, sama seperti sebuah permainan yang dimainkan dan disoraki sendiri. Bahkan diwasiti sendiri lalu dipuji-puji dan terakhir tertawa bangga sendiri.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...
Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:32 WIB

Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI

Tim GNPF-MUI menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6). Pertemuan Presiden dengan GNPF MUI cukup mendadak ...
Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut
Nasional - Minggu, 25 Juni 2017 - 21:37 WIB

Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut

Paska insiden penyerangan yang dilakukan Hendra dan Sawaludin Pakhpahan, yang diduga merupakan pendukung Islamic State terhadap anggota polisi di ...
Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 20:59 WIB

Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut

Dua orang pelaku yang diduga merupakan pendukung Islamic State , melakukan penyerangan terhadap dua anggota Polda Sumatera Utara yang tengah ...
Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 11:01 WIB

Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir dalam khutbah Idul Fitri 1438 Hijriyah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (25/6) menyebutkan ...