Rabu, 24 Januari 2018 | 06.15 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kader Parpol Pendukung Pemerintah Reme-rame Ditangkap KPK

Kader Parpol Pendukung Pemerintah Reme-rame Ditangkap KPK

Kamis, 30 Juni 2016 - 11:41 WIB

IMG-15928

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Partai Politik pendukung rezim pemerintahan saat ini harus benar-benar berbenah diri. Pasalnya, kader mereka yang duduk di kursi DPR Senayan rame-rame ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Informasi diperoleh KiniNEWS, Kamis (30/06/2016), enam dari tujuh Anggota DPR yang ditangkap KPK berasal dari kader parpol pendukung pemerintah saat ini.

7 Anggota DPR yang sudah dijerat KPK, yaitu: Adriansyah dan Damayanti (PDIP), Patrice Rio Capella (Nasdem), Dewie Yasin Limpo (Hanura), Budi Supriyanto (Golkar), Andi Taufan Tiro (PAN), I Putu Sudiartana (Demokrat). Selain Putu Sudiartana, 6 nama lain adalah politikus parpol pendukung Pemerintah.

Seperti diketahui, saat ini barisan parpol pendukung Pemerintah berisi PDIP, Nasdem, Hanura, Golkar, PAN, PPP, dan PKB. Golkar dan PAN memang baru bergabung belakangan, namun sudah ikut menyumbang catatan buruk dengan ditahannya kader masing-masing parpol oleh KPK.

Sementara parpol di luar pemerintah, baru anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) yang dijerat KPK, yaitu Putu Sudiartana, yang kasusnya masih hangat. Sementara Gerindra dan PKS, sebagai penggawa Koalisi Merah Putih tersisa, anggota DPR-nya sejauh ini masih bersih.

Namun jika melihat ke DPRD DKI, maka catatan bersih Gerindra tercoreng penangkapan M Sanusi, yang diduga menerima suap Raperda Reklamasi. PKS, PKB, PPP sejauh ini jadi 3 parpol dengan catatan bersih di DPR periode 2014-2019.

Catatan buruk DPR periode baru ini tentu harus jadi bahan evaluasi bagi seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan DPR. Rakyat tentu berharap wakil-wakilnya di Senayan bekerja dengan baik menjalankan amanah, menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan bangsa.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...