Senin, 26 Juni 2017 | 17.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Kader Parpol Pendukung Pemerintah Reme-rame Ditangkap KPK

Kader Parpol Pendukung Pemerintah Reme-rame Ditangkap KPK

Kamis, 30 Juni 2016 - 11:41 WIB

IMG-15928

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Partai Politik pendukung rezim pemerintahan saat ini harus benar-benar berbenah diri. Pasalnya, kader mereka yang duduk di kursi DPR Senayan rame-rame ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Informasi diperoleh KiniNEWS, Kamis (30/06/2016), enam dari tujuh Anggota DPR yang ditangkap KPK berasal dari kader parpol pendukung pemerintah saat ini.

7 Anggota DPR yang sudah dijerat KPK, yaitu: Adriansyah dan Damayanti (PDIP), Patrice Rio Capella (Nasdem), Dewie Yasin Limpo (Hanura), Budi Supriyanto (Golkar), Andi Taufan Tiro (PAN), I Putu Sudiartana (Demokrat). Selain Putu Sudiartana, 6 nama lain adalah politikus parpol pendukung Pemerintah.

Seperti diketahui, saat ini barisan parpol pendukung Pemerintah berisi PDIP, Nasdem, Hanura, Golkar, PAN, PPP, dan PKB. Golkar dan PAN memang baru bergabung belakangan, namun sudah ikut menyumbang catatan buruk dengan ditahannya kader masing-masing parpol oleh KPK.

Sementara parpol di luar pemerintah, baru anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) yang dijerat KPK, yaitu Putu Sudiartana, yang kasusnya masih hangat. Sementara Gerindra dan PKS, sebagai penggawa Koalisi Merah Putih tersisa, anggota DPR-nya sejauh ini masih bersih.

Namun jika melihat ke DPRD DKI, maka catatan bersih Gerindra tercoreng penangkapan M Sanusi, yang diduga menerima suap Raperda Reklamasi. PKS, PKB, PPP sejauh ini jadi 3 parpol dengan catatan bersih di DPR periode 2014-2019.

Catatan buruk DPR periode baru ini tentu harus jadi bahan evaluasi bagi seluruh pimpinan fraksi dan pimpinan DPR. Rakyat tentu berharap wakil-wakilnya di Senayan bekerja dengan baik menjalankan amanah, menyuarakan aspirasi demi kesejahteraan bangsa.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyerangan Mapolda Sumut, IPW  Imbau Polri Lebih Siaga
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 17:00 WIB

Penyerangan Mapolda Sumut, IPW Imbau Polri Lebih Siaga

Jajaran Polri diminta agar lebih bersiaga menyusul serangan yang dilakukan oleh dua orang yang diduga pendukung Islamic State di ...
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 14:25 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 1438 Hijriah di gerbang tol (GT) Cikarang Utama terjadi pada H+4 atau ...
Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 12:47 WIB

Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen

Jumlah kendaraaan yang melintasi Tol Cikopo-Palimanan di Gerbang Tol Palimanan Utama hingga Senin (26/6) pagi mengalami kenaikan 20,5%. Kendaraan mudik ...
Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 10:13 WIB

Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus

Polisi menangkap lima orang yang diduga terkait penyerangan pos jaga Mapolda Sumut yang terjadi pada Minggu (25/6). Dari kelima pelaku, ...
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...