Rabu, 24 Januari 2018 | 06.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>KPK Tangkap Basah Panitera PN Jakarta Pusat, Uang 30 Ribu Dolar Singapura Disita

KPK Tangkap Basah Panitera PN Jakarta Pusat, Uang 30 Ribu Dolar Singapura Disita

Reporter : Rakisa | Jumat, 1 Juli 2016 - 02:28 WIB

IMG-15945

Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Jakarta, kini.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap basah Santoso, seorang panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam dugaan terlibat korupsi penangangan kasus perkara perdata, Kamis (30/6/2016) sore.

Santoso diduga menerima suap terkait pengurusan perkara perdata di tingkat pertama yang baru diputus pada siang sebelumnya.

“Benar, panitera,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi mengenai operasi tangkap tangan KPK, di Jakarta, Kamis (30/6/2016) malam.

Terkait dugaan kasus tersebut, petugas KPK menyegel ruangan Santoso.

“Sekarang ruangan Santoso sudah disegel,” kata Juru Bicara (Jubir) PN Jakpus Jamaluddin Samosir.

Namun, Jamaluddin mengaku tidak mengetahui perkara yang ditangani Santoso.

“Tadi ada masuk kantor, tapi saya tidak tahu perkara apa yang ditangani, dia kan banyak perkaranya,” ungkap Jamaluddin.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan KPK juga menyita uang sebanyak 30 ribu dolar Singapura.

Santoso dan pihak lain yang diamankan KPK masih menjalani pemeriksaan. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menetapkan status Santoso.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...