Kamis, 26 April 2018 | 14.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Banyak Yang Minta Ketua MA Mundur

Banyak Yang Minta Ketua MA Mundur

Jumat, 1 Juli 2016 - 11:34 WIB

IMG-15954

Ketua MA Hatta Ali

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah desakan agar Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mundur dari jabatannya terus mengemuka. Hal itu didasari banyaknya pejabat MA yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Desakan kali ini datang dari Mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Harjono, Jumat (01/07/2016). Menurut dia, sebagai Ketua MA jika tak mampu memimpin harus berani mengorbankan jabatannya.

Dia lalu menganalogikan akuntabilitas pengorbanan dan akuntabilitas penjelasan. Sebagai hakim akuntabilitas penjelasan penting melalui putusannya.

“YaSebagai ketua karena terbukti nggak berhasil memimpin harus berani mengorbankan jabatannya, mundur,” kata Harjono.

Harjono diminta mundur sebagai Ketua MA, bukan sebagai hakim agung. “Menurut saya MA sudah di luar batas toleransi,” ucap Harjono menegaskan.

Seruan permintaan mundur juga datang dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Menurut guru besar pidana Prof Dr Hibnu Nugroho, sudah sepantasnya Ketua MA mengundurkan diri karena ia penanggungjawab seluruh jalannya proses pengadilan.

“Semua terpusat di tangan Ketua MA. Mundur kalau seperti ini,” ujar Hibnu.

Desakan mundur juga datang dari elemen masyarakat. Pegiat antikorupsi, Emerson Yuntho meminta Ketua MA Hatta Ali mundur karena dinilai telah gagal melakukan reformasi birokrasi di pengadilan.

“Kami sarankan ketua MA mundur saja kalau tak bisa selesaikan problem peradilan di lembaganya, di institusi peradilan,” kata Emerson.

(baca juga: KPK Tangkap Panitera PN Jakpus)

Namun Hatta Ali punya keyakinan lain dan tidak akan mundur. Menurut Hatta Ali, sistem yang dibangunnya telah tepat dan sesuai agenda reformasi.

“Jangan kita melakukan reformasi membabi buta. Satu generasi dipotong, tidak bisa. Sekretariat dibubarkan, misalnya. Anak buah saya berbuat, saya harus mundur, tidak demikian” kata Hatta Ali.

Menurut Hatta Ali, pihaknya telah melakukan banyak berbagai perubahan dan strategi reformasi sesuai kebutuhan.

“Tapi kita bagaimana memacu diri kita untuk memperbaiki. Apa yang kita lakukan, mendirikan satgas, yang tidak ada di blue print, kita melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti. Ternyata sudah belasan orang yang sudah kita berhentikan. Kalau orang yang tidak bersalah jangan diberhentikan. Dosanya dua kalinya,” papar Hatta Ali.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...