Selasa, 17 Oktober 2017 | 14.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Banyak Yang Minta Ketua MA Mundur

Banyak Yang Minta Ketua MA Mundur

Jumat, 1 Juli 2016 - 11:34 WIB

IMG-15954

Ketua MA Hatta Ali

Jakarta, kini.co.id – Sejumlah desakan agar Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali mundur dari jabatannya terus mengemuka. Hal itu didasari banyaknya pejabat MA yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Desakan kali ini datang dari Mantan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Harjono, Jumat (01/07/2016). Menurut dia, sebagai Ketua MA jika tak mampu memimpin harus berani mengorbankan jabatannya.

Dia lalu menganalogikan akuntabilitas pengorbanan dan akuntabilitas penjelasan. Sebagai hakim akuntabilitas penjelasan penting melalui putusannya.

“YaSebagai ketua karena terbukti nggak berhasil memimpin harus berani mengorbankan jabatannya, mundur,” kata Harjono.

Harjono diminta mundur sebagai Ketua MA, bukan sebagai hakim agung. “Menurut saya MA sudah di luar batas toleransi,” ucap Harjono menegaskan.

Seruan permintaan mundur juga datang dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto. Menurut guru besar pidana Prof Dr Hibnu Nugroho, sudah sepantasnya Ketua MA mengundurkan diri karena ia penanggungjawab seluruh jalannya proses pengadilan.

“Semua terpusat di tangan Ketua MA. Mundur kalau seperti ini,” ujar Hibnu.

Desakan mundur juga datang dari elemen masyarakat. Pegiat antikorupsi, Emerson Yuntho meminta Ketua MA Hatta Ali mundur karena dinilai telah gagal melakukan reformasi birokrasi di pengadilan.

“Kami sarankan ketua MA mundur saja kalau tak bisa selesaikan problem peradilan di lembaganya, di institusi peradilan,” kata Emerson.

(baca juga: KPK Tangkap Panitera PN Jakpus)

Namun Hatta Ali punya keyakinan lain dan tidak akan mundur. Menurut Hatta Ali, sistem yang dibangunnya telah tepat dan sesuai agenda reformasi.

“Jangan kita melakukan reformasi membabi buta. Satu generasi dipotong, tidak bisa. Sekretariat dibubarkan, misalnya. Anak buah saya berbuat, saya harus mundur, tidak demikian” kata Hatta Ali.

Menurut Hatta Ali, pihaknya telah melakukan banyak berbagai perubahan dan strategi reformasi sesuai kebutuhan.

“Tapi kita bagaimana memacu diri kita untuk memperbaiki. Apa yang kita lakukan, mendirikan satgas, yang tidak ada di blue print, kita melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti. Ternyata sudah belasan orang yang sudah kita berhentikan. Kalau orang yang tidak bersalah jangan diberhentikan. Dosanya dua kalinya,” papar Hatta Ali.

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...
Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Komisi III: Densus Tipikor Akan Pertaruhkan Nama Baik Polri

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil menilai, pembentukan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) akan menjadi pertaruhan nama baik ...
Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 12:30 WIB

Bertemu Fujitrans, Menperin Bahas Kawasan Industri Maritim

Hari pertama kunjungan kerja di Jepang, Senin (16/10) malam, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama rombongan melakukan pertemuan dengan President Fujitrans Corporation ...
Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 10:45 WIB

Kasus Suap Dirjen Hubla, Menhub Budi Karya Penuhi Panggilan KPK

Dipanggil terkait kasus suap Dirjen Hubla, Menteri Perhubungan Budi Karya datang ke gedung KPK, Selasa (17/10/2017).Berbaju batik cokelat, Budi tiba ...
Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 06:26 WIB

Fadli Zon: Anies- Sandi lebih butuh kritikan daripada pujian

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, mengatakan, setelah dilantik menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandi Uno, ...