Minggu, 26 Februari 2017 | 21.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Korupsi Bagian Dari Kebiasaan Kolektif Politikus, Eksekutif dan Pebisnis

Korupsi Bagian Dari Kebiasaan Kolektif Politikus, Eksekutif dan Pebisnis

Reporter : Rakisa | Sabtu, 2 Juli 2016 - 04:01 WIB

IMG-15977

Korupsi-Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Terus berulangnya perilaku korup di kalangan pejabat, tidak hanya karena sekedar keserakahan yang bersangkutan saja, tetapi hal itu merupakan produk kesepakatan jahat dengan pihak aparat eksekutif yang ditopang oleh pebisnis.

Komisioner Obudsman RI, La Ode Ida mengatakan tersebut, terkait kecenderungan berulangnya perilaku korup, oleh sejumlah politisi, yang kian marak belakangan ini.

“Tepatnya, prilaku korup politisi sebenarnya akibat dari toleransi pihak eksekutif yang mengajukan proyek berikut anggarannya, di mana sudah disiapkan pebisnis yang akan menalanginya,” ungkap mantan Wakil Ketua DPD RI itu, Jumat (1/7/2016).

Praktik konspirasi jahat seperti itu, lanjutnya, terjadi di seluruh instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah.

“Di era reformasi, hal ini sudah berlangsung lama, sehingga sudah jadi bagian dari kebiasaan kolektif politikus, pejabat eksekutif dan pebisnis”,ujarnya.

Modusnya kata Ida, selalu terkait dengan proses pembahasan anggaran, di mana dari pihak pemerintah mengusulkan proyek (berikut anggarannya). Sedangkan pihak anggota DPR atau DPRD yang menentukan.

“Ketika rebutan anggaran itulah,terbentuk ruang transaksi dengan pihak oknum politikus”,ujarnya.

Pertanyaan juga wajib diajukan kepada pimpinan partai politik, mengapa tidak bisa mengendalikan anggotanya yang terus mau memeras uang negara.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jokowi-Turnbull Sepakat Saling Hormati Integritas Wilayah
- Minggu, 26 Februari 2017 - 12:36 WIB

Jokowi-Turnbull Sepakat Saling Hormati Integritas Wilayah

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyepakati untuk saling menghormati integritas wilayah dan tidak mencampuri urusan dalam negeri ...
Ini Nasehat Menag dan MUI Banyaknya Ajakan Tak Sholatkan Jenazah Pendukung Penista Agama
Peristiwa - Minggu, 26 Februari 2017 - 11:59 WIB

Ini Nasehat Menag dan MUI Banyaknya Ajakan Tak Sholatkan Jenazah Pendukung Penista Agama

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh peri ...
Memalukan, Anggota DPRD Mengaku Bawa Bom di Manado
Nasional - Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:37 WIB

Memalukan, Anggota DPRD Mengaku Bawa Bom di Manado

Penumpang pesawat Wings Air IW-1162 rute Manado-Melonguane, Joutje Adam membuat masalah. Karenanya, Otoritas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara terpaksa ...
Freeport Lakukan Perampokan Alam Secara Legal
Nasional - Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:13 WIB

Freeport Lakukan Perampokan Alam Secara Legal

Pengamat Energi Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi mengatakan sudah saatnya pemerintah Indonesia menghentikan kerjasama dengan PT Freeport Indonesia di Timika, ...
Raja Arab Dijadwalkan Singgah, Masjid Istiqlal Bakal Disterilkan
Peristiwa - Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:55 WIB

Raja Arab Dijadwalkan Singgah, Masjid Istiqlal Bakal Disterilkan

Selain ke Bali dan Lombok Raja Arab, Raja Salman bin Abdulaziz juga dijadwalkan akan singgah di Masjid Istiqlal Jakarta.Raja Salman ...
Waduh, Jokowi Didemo Anak Sekolah, Kenapa?
Pendidikan - Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:29 WIB

Waduh, Jokowi Didemo Anak Sekolah, Kenapa?

Demo dilakukan mahasiswa mungkin biasa terlihat. Namun, kali ini peserta demo adalah pelajar dari beberapa kota di sekitar Jakarta.Tak tanggung-tanggung, ...