Kamis, 19 Januari 2017 | 09.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Heboh, Ada Jual Obat Bius di Bukalapak

Heboh, Ada Jual Obat Bius di Bukalapak

Minggu, 3 Juli 2016 - 00:18 WIB

IMG-15985

Screenshoot laman bukalapak.com, terkait aktifitas jual-beli obat bius

Jakarta, kini.co.id – Bukalapak merupakan salah satu pasar daring (online marketplace) terkemuka di Indonesia milik PT. Bukalapak membuat heboh kalangan netizen. Pasalnya di laman situs layanan jual-beli tersebut adanya penjualan berbagai jenis ‘obat bius’.

Redaksi kiniNEWS yang mencoba menelusuri laman situs bukalapak.com, melihat beberapa jenis obat bius yang tidak boleh dijual di pasar bebas, misalnya Rohypnol dan Trivam Propofol.

Kedua jenis obat bius ini, dikenal dipergunakan oleh para pihak yang cenderung melakukan tindak pidana.

Rohypnol misalnya, merupakan obat penenang yang 10 kali lebih keras daripada Valium. Obat ini dapat diperoleh dalam bentuk pil berwarna putih atau hijau-zaitun dan dijual di dalam bungkusan gelembung pabrik

Rohypnol telah digunakan dalam pemaksaan seks, karena menjadikan korbannya tidak mampu melawan sehingga bereputasi sebagai narkoba “perkosaan-kencan”

Kemudian Trivam Propofol,merupakan salah satu obat bius cair yang paling banyak dicari para pelaku kejahatan.

Daya kerja Trivam Propovol, membuat penggunanya tertidur atau pingsan dalam waktu beberapa jam. Efek yang siberikan sangat singkat, dalam hitungan jam target bisa pingsan dengan tenang dan rileks.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...