Rabu, 18 Januari 2017 | 00.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Senjata Illegal di Paspampres dari Seorang Tentara AS

Senjata Illegal di Paspampres dari Seorang Tentara AS

Reporter : Rakisa | Sabtu, 9 Juli 2016 - 12:06 WIB

IMG-16052

Gun show adalah suatu bentuk pameran sekaligus ajang untuk transaksi jual beli senjata api, di Amereka Serikat. Acara ini biasanya diadakan di daerah dekat pemukiman. Siapa saja boleh datang ke acara Gun Show, termasuk remaja di bawah umur 18 tahun. Asalkan, mereka didampingi oleh orangtuanya.Namun, warga negara asing tidak diperkenankan membeli senjata di sini

Jakarta, kini.co.id – Audi N Sumilat, salah seorang tentara Amerika Serikat mengaku sebagai jaringan pemasok senjata api untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) TNI.

Dalam rilis yang dikeluarkan Departemen Hukum Amerika Serikat, Audi Sumilat mengaku di pengadilan federal, telah membuat pernyataan palsu ketika membeli senjata api di dealer resmi senjata, pada September dan Oktober 2015.

Saat itu, Sumilat menyatakan senjata-senjata yang dia beli adalah untuk dirinya sendiri.

Kenyataannya, senjata-senjata tersebut dia beli untuk tiga anggota Paspampres, karena sebagai warga Indonesia mereka tidak dapat membeli senjata api secara legal di AS.

Sumilat mengaku dia dan ketiga anggota Paspampres membuat rencana ini pada Oktober 2014, saat keempatnya ditempatkan dalam pelatihan militer di Fort Benning, Georgia.

Sumilat mengaku bersalah dan akan menerima vonis pada Oktober, kata Kantor Jaksa Amerika Serikat, di New Hampshire.

Pria 36 tahun itu terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda 250.000 dolar Amerika Serikat. Tidak diungkap jenis, tipe, dan kuantitas senjata api yang dimaksud.

Salah satu rekan Sumilat yang terlibat juga dikenai tuduhan dan dijadwalkan akan diperiksa pada 19 Juli.

Asisten Jaksa, Bill Morse mengatakan, ada beberapa kasus di New Hampshire dan negara bagian lain tentang perdagangan senjata api internasional ke negara seperti Ghana, Kanada dan Meksiko.

“Tapi ini pertama kalinya kami menyadari pembelinya adalah wakil dari pemerintah negara lain,” kata Morse seperti dilansir Army Times.

Sumilat mengatakan, ia membeli senjata di Texas dan mengirim itu ke rekannya di New Hampshire, yang memberikannya ke anggota Paspampres TNI dalam kunjungan ke Washington D.C dan kantor PBB di New York. Senjata itu akan diselundupkan ke luar Amerika Serikat.

Sampai kini belum ada keterangan resmi dari Paspampres TNI, terkiat persoalan ini.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...