Senin, 26 Juni 2017 | 17.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Senjata Illegal di Paspampres dari Seorang Tentara AS

Senjata Illegal di Paspampres dari Seorang Tentara AS

Reporter : Rakisa | Sabtu, 9 Juli 2016 - 12:06 WIB

IMG-16052

Gun show adalah suatu bentuk pameran sekaligus ajang untuk transaksi jual beli senjata api, di Amereka Serikat. Acara ini biasanya diadakan di daerah dekat pemukiman. Siapa saja boleh datang ke acara Gun Show, termasuk remaja di bawah umur 18 tahun. Asalkan, mereka didampingi oleh orangtuanya.Namun, warga negara asing tidak diperkenankan membeli senjata di sini

Jakarta, kini.co.id – Audi N Sumilat, salah seorang tentara Amerika Serikat mengaku sebagai jaringan pemasok senjata api untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) TNI.

Dalam rilis yang dikeluarkan Departemen Hukum Amerika Serikat, Audi Sumilat mengaku di pengadilan federal, telah membuat pernyataan palsu ketika membeli senjata api di dealer resmi senjata, pada September dan Oktober 2015.

Saat itu, Sumilat menyatakan senjata-senjata yang dia beli adalah untuk dirinya sendiri.

Kenyataannya, senjata-senjata tersebut dia beli untuk tiga anggota Paspampres, karena sebagai warga Indonesia mereka tidak dapat membeli senjata api secara legal di AS.

Sumilat mengaku dia dan ketiga anggota Paspampres membuat rencana ini pada Oktober 2014, saat keempatnya ditempatkan dalam pelatihan militer di Fort Benning, Georgia.

Sumilat mengaku bersalah dan akan menerima vonis pada Oktober, kata Kantor Jaksa Amerika Serikat, di New Hampshire.

Pria 36 tahun itu terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda 250.000 dolar Amerika Serikat. Tidak diungkap jenis, tipe, dan kuantitas senjata api yang dimaksud.

Salah satu rekan Sumilat yang terlibat juga dikenai tuduhan dan dijadwalkan akan diperiksa pada 19 Juli.

Asisten Jaksa, Bill Morse mengatakan, ada beberapa kasus di New Hampshire dan negara bagian lain tentang perdagangan senjata api internasional ke negara seperti Ghana, Kanada dan Meksiko.

“Tapi ini pertama kalinya kami menyadari pembelinya adalah wakil dari pemerintah negara lain,” kata Morse seperti dilansir Army Times.

Sumilat mengatakan, ia membeli senjata di Texas dan mengirim itu ke rekannya di New Hampshire, yang memberikannya ke anggota Paspampres TNI dalam kunjungan ke Washington D.C dan kantor PBB di New York. Senjata itu akan diselundupkan ke luar Amerika Serikat.

Sampai kini belum ada keterangan resmi dari Paspampres TNI, terkiat persoalan ini.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Penyerangan Mapolda Sumut, IPW  Imbau Polri Lebih Siaga
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 17:00 WIB

Penyerangan Mapolda Sumut, IPW Imbau Polri Lebih Siaga

Jajaran Polri diminta agar lebih bersiaga menyusul serangan yang dilakukan oleh dua orang yang diduga pendukung Islamic State di ...
Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 14:25 WIB

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi 30 Juni

PT Jasa Marga memprediksi puncak arus balik Lebaran 1438 Hijriah di gerbang tol (GT) Cikarang Utama terjadi pada H+4 atau ...
Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 12:47 WIB

Hari Kedua Lebaran, Jumlah Kendaraan Melintas Tol Cipali Naik 20 Persen

Jumlah kendaraaan yang melintasi Tol Cikopo-Palimanan di Gerbang Tol Palimanan Utama hingga Senin (26/6) pagi mengalami kenaikan 20,5%. Kendaraan mudik ...
Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus
Peristiwa - Senin, 26 Juni 2017 - 10:13 WIB

Lima Orang Terkait Penyerangan Mapolda Sumut Diringkus

Polisi menangkap lima orang yang diduga terkait penyerangan pos jaga Mapolda Sumut yang terjadi pada Minggu (25/6). Dari kelima pelaku, ...
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...