Rabu, 13 Desember 2017 | 06.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Senjata Illegal di Paspampres dari Seorang Tentara AS

Senjata Illegal di Paspampres dari Seorang Tentara AS

Reporter : Rakisa | Sabtu, 9 Juli 2016 - 12:06 WIB

IMG-16052

Gun show adalah suatu bentuk pameran sekaligus ajang untuk transaksi jual beli senjata api, di Amereka Serikat. Acara ini biasanya diadakan di daerah dekat pemukiman. Siapa saja boleh datang ke acara Gun Show, termasuk remaja di bawah umur 18 tahun. Asalkan, mereka didampingi oleh orangtuanya.Namun, warga negara asing tidak diperkenankan membeli senjata di sini

Jakarta, kini.co.id – Audi N Sumilat, salah seorang tentara Amerika Serikat mengaku sebagai jaringan pemasok senjata api untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) TNI.

Dalam rilis yang dikeluarkan Departemen Hukum Amerika Serikat, Audi Sumilat mengaku di pengadilan federal, telah membuat pernyataan palsu ketika membeli senjata api di dealer resmi senjata, pada September dan Oktober 2015.

Saat itu, Sumilat menyatakan senjata-senjata yang dia beli adalah untuk dirinya sendiri.

Kenyataannya, senjata-senjata tersebut dia beli untuk tiga anggota Paspampres, karena sebagai warga Indonesia mereka tidak dapat membeli senjata api secara legal di AS.

Sumilat mengaku dia dan ketiga anggota Paspampres membuat rencana ini pada Oktober 2014, saat keempatnya ditempatkan dalam pelatihan militer di Fort Benning, Georgia.

Sumilat mengaku bersalah dan akan menerima vonis pada Oktober, kata Kantor Jaksa Amerika Serikat, di New Hampshire.

Pria 36 tahun itu terancam hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda 250.000 dolar Amerika Serikat. Tidak diungkap jenis, tipe, dan kuantitas senjata api yang dimaksud.

Salah satu rekan Sumilat yang terlibat juga dikenai tuduhan dan dijadwalkan akan diperiksa pada 19 Juli.

Asisten Jaksa, Bill Morse mengatakan, ada beberapa kasus di New Hampshire dan negara bagian lain tentang perdagangan senjata api internasional ke negara seperti Ghana, Kanada dan Meksiko.

“Tapi ini pertama kalinya kami menyadari pembelinya adalah wakil dari pemerintah negara lain,” kata Morse seperti dilansir Army Times.

Sumilat mengatakan, ia membeli senjata di Texas dan mengirim itu ke rekannya di New Hampshire, yang memberikannya ke anggota Paspampres TNI dalam kunjungan ke Washington D.C dan kantor PBB di New York. Senjata itu akan diselundupkan ke luar Amerika Serikat.

Sampai kini belum ada keterangan resmi dari Paspampres TNI, terkiat persoalan ini.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...