Rabu, 24 Mei 2017 | 09.13 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ada Vaksin Palsu di RS di Batam dan Pekanbaru

Ada Vaksin Palsu di RS di Batam dan Pekanbaru

Reporter : Rakisa | Selasa, 12 Juli 2016 - 15:45 WIB

IMG-16116

Vaksin Palsu-ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Polri, Brigjen Agung Setya mengungkapkan, sebanyak 14 rumah sakit swasta yang berada di sembilan daerah, diduga memiliki vaksin palsu.

Rumah sakit tersebut tersebar di beberapa daerah di Indonesia antara lain, Pekanbaru, Palembang, Bandar Lampung, Serang, Jakarta, Bandung, Surabaya, Pangkal Pinang, dan Batam.

“Jumlahnya 14 datanya sedang kita share ke satgas. Nanti satgas kita harap ada langkah-langkah konkret, karena ada keperluan penyelidikan, selain itu keperluan kemanusian yang harus dilakukan,” kata Agung dalam konferensi pers di Gedung Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2016).

Hanya saja dia menambahkan, tidak satupun dari 14 rumah sakit, yang diduga menggunakan vaksin palsu itu milik pemerintah

“Tidak ada rumah sakit pemerintah, tapi swasta semua”,ujar Agung.

Terkait vaksin palsu, kepolsian hingga saat ini sudah menetapkan 18 tersangka.

“18 tersangka masih dilakukan pemeriksaan. Ada 19 orang sudah kita periksa dan tiga saksi ahli sedang dalam proses pemeriksaan”,jelas Agung.

Dia juga menungkapkan, penyidik mengelompokkan tiga berkas perkara dari 18 tersangka. Pihaknya juga meminta bantuan para ahli untuk mengungkap kasus ini.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...