Selasa, 20 Februari 2018 | 10.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Human Trafficking

Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Rabu, 13 Juli 2016 - 18:55 WIB

IMG-16156

Sugianto saat menunjukkan foto anaknya Ain. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Wanita Indonesia kembali dijadikan budak seks di Negeri Jiran Malaysia. Kali ini menjadi korban adalah gadis asal Kota Medan, Sumatera Utara berinisial Ain SA.

Ain, warga Jl Sidorukun Kecamatan Medan Timur, Kota Medan tak hanya dijadikan budak seks. Dara berusia 19 tahun buah pasangan Sugianto-Novi Hasibuan ini juga mengalami penyiksaan di negeri Malaysia. Awalnya, korban diiming-imingi seorang pria bernama Coil Hasibuan dan wanita bernama Rena untuk bekerja di salahsatu toko elektronik di Malaysia. Dengan janji, korban akan digaji Rp7 juta per bulan.

Tergiur, korban pun mau merantau. Belakangan setelah sampai di Kualalumpur Malaysia, baru diketahui bahwa korban pergi ke Malaysia tidak melalui jalur resmi. Dan Coil Hasibuan diketahui sebagai calo yang diduga terlibat jaringan perdagangan manusia di Asia.

Di Kualalumpur, korban ditempatkan di satu rumah penginapan bersma puluhan warga Negara Indonesia lainnya. Ternyata, di rumah itulah korban mendapat siksaan dan dipaksa menjadi budak seks.

Tak tahan dengan perlakuan itu, pada Sabtu (09/07/2016) korban akhirnya memberanikan diri kabur. Korban memberanikan diri dengan melompat pagar tembok rumah berlantai empat. Alhasil, tubuh korban menghalami patah tulang dan langsung ditolong warga sekitar rumah tempat penyekapan.

Singkat cerita, korban dibantu warga dibawa ke rumahsakit terdekat. Korban pun menjelaskan perihal kabur itu.

“Anak saya ditolong warga sekitar. Anak saya pun memberitahu bahwa ada keluarga kami yaitu adik ipar saya ada di Kualalumpur. Dengana bantuan warga, adik ipar bisa dihubungi. Nah adik ipar saya yang mengontak kami di Medan dan menceritakan semua kejadiannya,” terang Sugianto, orangtua korban kepada KiniNEWS di Medan, Selasa (13/07/2016).

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak
Ekonomi - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:35 WIB

Siap-siap, Toko Online Juga Akan Dikenakan Pajak

Menjamurnya toko online di dunia maya ternyata tak lepas dari pengawasan Direktorat Jenderal Pajak (DJP).DJP mulai akan mengutip pajak dari ...
Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:10 WIB

Nazaruddin Akan Bongkar Korupsi Fahri Hamzah, Ini Reaksi Pimpinan KPK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Saut Situmorang turut berkomentar soal pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin yang ...
KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:00 WIB

KPK Kantongi Tersangka Baru di Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama tersangka baru terkait kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan ...
Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres
Peristiwa - Senin, 19 Februari 2018 - 20:01 WIB

Maruarar akui salah atas insiden Anies Baswedan diadang Paspampres

Ketua Panitia Pengarah Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, mengaku bersalah atas insiden usai final Piala Presiden 2018, Sabtu (17/2), yang ...
Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:50 WIB

Pemerintah targetkan 50 persen lelang blok migas terjual

Pemerintah menargetkan setidak-tidaknya 50 persen penawaran lelang dari 26 blok minyak dan gas bumi (migas) pada 2018 dapat laku terjual."Kami ...
BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia
Ekonomi - Senin, 19 Februari 2018 - 19:34 WIB

BPH Migas keluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengeluhkan minimnya cadangan BBM Indonesia sehingga belum dapat menjamin ketersediaan cadangan ...