Kamis, 23 Maret 2017 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Human Trafficking

Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Rabu, 13 Juli 2016 - 18:55 WIB

IMG-16156

Sugianto saat menunjukkan foto anaknya Ain. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Wanita Indonesia kembali dijadikan budak seks di Negeri Jiran Malaysia. Kali ini menjadi korban adalah gadis asal Kota Medan, Sumatera Utara berinisial Ain SA.

Ain, warga Jl Sidorukun Kecamatan Medan Timur, Kota Medan tak hanya dijadikan budak seks. Dara berusia 19 tahun buah pasangan Sugianto-Novi Hasibuan ini juga mengalami penyiksaan di negeri Malaysia. Awalnya, korban diiming-imingi seorang pria bernama Coil Hasibuan dan wanita bernama Rena untuk bekerja di salahsatu toko elektronik di Malaysia. Dengan janji, korban akan digaji Rp7 juta per bulan.

Tergiur, korban pun mau merantau. Belakangan setelah sampai di Kualalumpur Malaysia, baru diketahui bahwa korban pergi ke Malaysia tidak melalui jalur resmi. Dan Coil Hasibuan diketahui sebagai calo yang diduga terlibat jaringan perdagangan manusia di Asia.

Di Kualalumpur, korban ditempatkan di satu rumah penginapan bersma puluhan warga Negara Indonesia lainnya. Ternyata, di rumah itulah korban mendapat siksaan dan dipaksa menjadi budak seks.

Tak tahan dengan perlakuan itu, pada Sabtu (09/07/2016) korban akhirnya memberanikan diri kabur. Korban memberanikan diri dengan melompat pagar tembok rumah berlantai empat. Alhasil, tubuh korban menghalami patah tulang dan langsung ditolong warga sekitar rumah tempat penyekapan.

Singkat cerita, korban dibantu warga dibawa ke rumahsakit terdekat. Korban pun menjelaskan perihal kabur itu.

“Anak saya ditolong warga sekitar. Anak saya pun memberitahu bahwa ada keluarga kami yaitu adik ipar saya ada di Kualalumpur. Dengana bantuan warga, adik ipar bisa dihubungi. Nah adik ipar saya yang mengontak kami di Medan dan menceritakan semua kejadiannya,” terang Sugianto, orangtua korban kepada KiniNEWS di Medan, Selasa (13/07/2016).

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...