Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Human Trafficking

Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Rabu, 13 Juli 2016 - 18:55 WIB

IMG-16156

Sugianto saat menunjukkan foto anaknya Ain. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Wanita Indonesia kembali dijadikan budak seks di Negeri Jiran Malaysia. Kali ini menjadi korban adalah gadis asal Kota Medan, Sumatera Utara berinisial Ain SA.

Ain, warga Jl Sidorukun Kecamatan Medan Timur, Kota Medan tak hanya dijadikan budak seks. Dara berusia 19 tahun buah pasangan Sugianto-Novi Hasibuan ini juga mengalami penyiksaan di negeri Malaysia. Awalnya, korban diiming-imingi seorang pria bernama Coil Hasibuan dan wanita bernama Rena untuk bekerja di salahsatu toko elektronik di Malaysia. Dengan janji, korban akan digaji Rp7 juta per bulan.

Tergiur, korban pun mau merantau. Belakangan setelah sampai di Kualalumpur Malaysia, baru diketahui bahwa korban pergi ke Malaysia tidak melalui jalur resmi. Dan Coil Hasibuan diketahui sebagai calo yang diduga terlibat jaringan perdagangan manusia di Asia.

Di Kualalumpur, korban ditempatkan di satu rumah penginapan bersma puluhan warga Negara Indonesia lainnya. Ternyata, di rumah itulah korban mendapat siksaan dan dipaksa menjadi budak seks.

Tak tahan dengan perlakuan itu, pada Sabtu (09/07/2016) korban akhirnya memberanikan diri kabur. Korban memberanikan diri dengan melompat pagar tembok rumah berlantai empat. Alhasil, tubuh korban menghalami patah tulang dan langsung ditolong warga sekitar rumah tempat penyekapan.

Singkat cerita, korban dibantu warga dibawa ke rumahsakit terdekat. Korban pun menjelaskan perihal kabur itu.

“Anak saya ditolong warga sekitar. Anak saya pun memberitahu bahwa ada keluarga kami yaitu adik ipar saya ada di Kualalumpur. Dengana bantuan warga, adik ipar bisa dihubungi. Nah adik ipar saya yang mengontak kami di Medan dan menceritakan semua kejadiannya,” terang Sugianto, orangtua korban kepada KiniNEWS di Medan, Selasa (13/07/2016).

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...