Jumat, 18 Agustus 2017 | 21.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Human Trafficking

Biadab, Perempuan Asal Medan Dijadikan Budak Seks di Malaysia

Rabu, 13 Juli 2016 - 18:55 WIB

IMG-16156

Sugianto saat menunjukkan foto anaknya Ain. Kini/Ist

Medan, kini.co.id – Wanita Indonesia kembali dijadikan budak seks di Negeri Jiran Malaysia. Kali ini menjadi korban adalah gadis asal Kota Medan, Sumatera Utara berinisial Ain SA.

Ain, warga Jl Sidorukun Kecamatan Medan Timur, Kota Medan tak hanya dijadikan budak seks. Dara berusia 19 tahun buah pasangan Sugianto-Novi Hasibuan ini juga mengalami penyiksaan di negeri Malaysia. Awalnya, korban diiming-imingi seorang pria bernama Coil Hasibuan dan wanita bernama Rena untuk bekerja di salahsatu toko elektronik di Malaysia. Dengan janji, korban akan digaji Rp7 juta per bulan.

Tergiur, korban pun mau merantau. Belakangan setelah sampai di Kualalumpur Malaysia, baru diketahui bahwa korban pergi ke Malaysia tidak melalui jalur resmi. Dan Coil Hasibuan diketahui sebagai calo yang diduga terlibat jaringan perdagangan manusia di Asia.

Di Kualalumpur, korban ditempatkan di satu rumah penginapan bersma puluhan warga Negara Indonesia lainnya. Ternyata, di rumah itulah korban mendapat siksaan dan dipaksa menjadi budak seks.

Tak tahan dengan perlakuan itu, pada Sabtu (09/07/2016) korban akhirnya memberanikan diri kabur. Korban memberanikan diri dengan melompat pagar tembok rumah berlantai empat. Alhasil, tubuh korban menghalami patah tulang dan langsung ditolong warga sekitar rumah tempat penyekapan.

Singkat cerita, korban dibantu warga dibawa ke rumahsakit terdekat. Korban pun menjelaskan perihal kabur itu.

“Anak saya ditolong warga sekitar. Anak saya pun memberitahu bahwa ada keluarga kami yaitu adik ipar saya ada di Kualalumpur. Dengana bantuan warga, adik ipar bisa dihubungi. Nah adik ipar saya yang mengontak kami di Medan dan menceritakan semua kejadiannya,” terang Sugianto, orangtua korban kepada KiniNEWS di Medan, Selasa (13/07/2016).

Editor: Asril

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...
Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:58 WIB

Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya

Kebijakan fiskal Indonesia yang ingin membangun ekonomi tumbuh berkeadilan, namun hal tersebut tanpa dibarengi dengan kemampuan peneriman pajak yang dapat ...
Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:05 WIB

Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman kembali menjalani pemeriksaan di ...
Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:49 WIB

Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke peringatan HUT RI di Istana Kepresidenan memberikan ...
Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:16 WIB

Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak bangsa Indonesia menjadikan momen peringatan Hari Konstitusi untuk senantiasa mengingat dan meneruskan visi para pendiri ...