Kamis, 25 Mei 2017 | 02.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pemerintah Sediakan 10 Ribu Hunian Sementara untuk Pengungsi Sinabung

Pemerintah Sediakan 10 Ribu Hunian Sementara untuk Pengungsi Sinabung

Relokasi Mandiri Masih Terkendala Lahan

Jumat, 15 Juli 2016 - 18:47 WIB

IMG-16184

Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Gerakan Kemanusian "Posko Jenggala" untuk pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, yang dibangun pada tahun 2014.

Karo, kini.co.id – Persoalan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, hingga saat ini masih menjadi PR bagi pemerintah. Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan membangun 10 ribu hunian sementara (huntara).

“Untuk huntara, lahan sudah ada, akan dibangun dengan kapasitas 10.000 (pengungsi),” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, di lokasi relokasi Siosar, Merek, Karo, Jumat (15/7/2016).

Lahan untuk huntara tersebut disewa dalam jangka waktu 5 tahun. “Bangunannya pun dirancang untuk tahan 5 tahun, karena kita tidak tahu kapan erupsi berakhir”,jelasnya.

Sesuai jadwal dan kerangka kerja, hunian sementara diharapkan rampung pada minggu kedua November 2016. Sementara hunian tetap relokasi mandiri diharapkan selesai pekan kedua Desember 2016.

Dana untuk pembangunan hunian sementara dan relokasi mandiri itu sudah tersedia. Bahkan dana dari pemerintah pusat sudah ditransfer ke pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah pusat akan terus melakukan pendampingan, termasuk menyediakan peralatan dan tenaga ahli.

“Pemerintah pusat selalu memberikan dukungan penuh kepada pemda. Makanya Kepala Staf Kepresidenan datang ke sini,” kata Willen yang datang bersama Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Khusus untuk relokasi mandiri, pemerintah juga memutuskan pengungsi yang ikut program ini terdiri dari 1.903 KK. Jumlah itu tidak boleh berubah lagi.

Sebelumnya, angkanya terus berubah-ubah. Awalnya 1.683 KK, lalu menjadi 1.800-an KK, sekarang menjadi 1.903 KK.Angka yang terakhir telah disepakati tidak akan berubah lagi.

“Pemda akan mengklarifikasi, meng-clear-kan dulu persoalan lahan (untuk relokasi mandiri), anggaran sudah tersedia, desainnya sudah. Masalahnya tinggal di persoalan lahan”,jelas Willem.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:06 WIB

Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci

Aparat kepolisian memastikan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) yang menewaskan 2 pelaku dan ...
Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:01 WIB

Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas

Dua pelaku bom bunuh diri di Halte Busway Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) dinyatakan tewas sedangkan 3 ...
Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:11 WIB

Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri

Aparat Kepolisian saat ini masih melakukan proses olah TKP di depan Halte Bus Way, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, lokasi ...
Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat
Nasional - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:07 WIB

Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat

Dinas Sosial Kota Bekasi, mengungkapkan wilayahnya menjadi sasaran pengiriman gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tiga wilayah provinsi di Indonesia menjelang ...
Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:28 WIB

Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri

Aroma pascaledakan dugaan bom bunuh diri di Halte Busway Trans Jakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur tercium jelas, Rabu (24/5) malam. ...
Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu

Sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ledakan keras di Halte Busway Kampung Melayu, Rabu (24/5). Informasi yang dikumpulkan, tiga petugas kepolisian ...