Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pemerintah Sediakan 10 Ribu Hunian Sementara untuk Pengungsi Sinabung

Pemerintah Sediakan 10 Ribu Hunian Sementara untuk Pengungsi Sinabung

Relokasi Mandiri Masih Terkendala Lahan

Jumat, 15 Juli 2016 - 18:47 WIB

IMG-16184

Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun oleh Gerakan Kemanusian "Posko Jenggala" untuk pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, yang dibangun pada tahun 2014.

Karo, kini.co.id – Persoalan pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, hingga saat ini masih menjadi PR bagi pemerintah. Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah akan membangun 10 ribu hunian sementara (huntara).

“Untuk huntara, lahan sudah ada, akan dibangun dengan kapasitas 10.000 (pengungsi),” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, di lokasi relokasi Siosar, Merek, Karo, Jumat (15/7/2016).

Lahan untuk huntara tersebut disewa dalam jangka waktu 5 tahun. “Bangunannya pun dirancang untuk tahan 5 tahun, karena kita tidak tahu kapan erupsi berakhir”,jelasnya.

Sesuai jadwal dan kerangka kerja, hunian sementara diharapkan rampung pada minggu kedua November 2016. Sementara hunian tetap relokasi mandiri diharapkan selesai pekan kedua Desember 2016.

Dana untuk pembangunan hunian sementara dan relokasi mandiri itu sudah tersedia. Bahkan dana dari pemerintah pusat sudah ditransfer ke pemerintah daerah.

Selain itu, pemerintah pusat akan terus melakukan pendampingan, termasuk menyediakan peralatan dan tenaga ahli.

“Pemerintah pusat selalu memberikan dukungan penuh kepada pemda. Makanya Kepala Staf Kepresidenan datang ke sini,” kata Willen yang datang bersama Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Khusus untuk relokasi mandiri, pemerintah juga memutuskan pengungsi yang ikut program ini terdiri dari 1.903 KK. Jumlah itu tidak boleh berubah lagi.

Sebelumnya, angkanya terus berubah-ubah. Awalnya 1.683 KK, lalu menjadi 1.800-an KK, sekarang menjadi 1.903 KK.Angka yang terakhir telah disepakati tidak akan berubah lagi.

“Pemda akan mengklarifikasi, meng-clear-kan dulu persoalan lahan (untuk relokasi mandiri), anggaran sudah tersedia, desainnya sudah. Masalahnya tinggal di persoalan lahan”,jelas Willem.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...