Kamis, 23 Maret 2017 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tipu Calon Siswa Polri, Mantan Wakapolres Labuhanbatu Ditangkap

Tipu Calon Siswa Polri, Mantan Wakapolres Labuhanbatu Ditangkap

Sabtu, 16 Juli 2016 - 04:40 WIB

IMG-16186

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Petugas Reskrim Polda Sumut, menangkap oknum Perwira Menengah, AKBP Tetra Darma Riawan, karena dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah sejumlah calon PNS Polri dan calon siswa (casis) Tamtama dan Bintara Polri tahun 2014/2015.

Petugas menangkap mantan Wakapolres Labuhanbatu, yang sekarang di bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Poldasu tersebut, di Banyumas, Jawa Tengah, setelah buron karena lari dari kesatuan (disersi).

“Ada lima laporan yang disampaikan ke Poldasu, masing-masing dua kasus ditangani Subdit I Reskrimum, dua kasus ditangani Subdit IV Reskrimum dan satu kasus lagi ditangani Subdit III Reskrimum”,tutur Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Jumat (15/7/2016).

Nainggolan menambahkan, total kerugian para korban mencapai Rp 910 juta. Dua laporan diSubdit I kasus penipuan dan penggelapan uang calon PNS dan casis senilai Rp350 juta, dan di Subdit III penipuan casis Polri dengan kerugian Rp200 juta.

Kemudia, kasus yang ditangani Subdit IV penipuan calon PNS senilai Rp160 juta dan casis Polri Rp200 juta.

“Saat ini AKBP TD masih menjalani pemeriksaan, dia ditahan di sel Poldasu”,kata Nainggolan.

Nainggolan juga menambahkan, Polda Sumut sudah mengeluarkan rekomendasi putusan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap AKBP TD.

“Rekomendasi putusan PTDH itu berdasarkan vonis dari sidang kode etik Poldasu, beberapa waktu lalu”,ujarnya.

Terpisah, Kasubdit III Dit Reskrimum AKBP Faisal Napitupulu, membenarkan pihaknya menangani kasus AKBP TD terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Namun dia tidak merincinya lebih jauh, karena masih dalam proses penyidikan.

AKBP TD pernah tersandung kasus pelecehan seksual, ketika menjabat Waka Polres Labuhanbatu. Akibatnya, dia beroleh sanksi berupa mutasi ke Binmas Poldasu.

Di Binmas, AKBP berperkara dengan kasus penipuan penerimaan casis Polri, sehingga kembali dimutasi ke Yanma.

Sebelumnya AKBP Tetra membantah pengakuan Putra Daeng (47), yang mengaku, telah menyetorkan uang kepada Oknum Pamen Polda Sumut itu senilai Rp820 juta untuk dua orang calon yang dijanjikan. Yakni Andre (19) casis Tamtama dan Rizki (19) casis Bintara.

Namun, kedua Casis tersebut dinyatakan gagal karena nilainya tidak mencukupi. Sebab, nilai kelulusan pada ujian tersebut 6,1. Sementara, nilai kedua Casis yang menyerahkan uang itu hanya 5,1.

Namun, AKBP Tetra membantah tuduhan tersebut. “Tuduhan itu saya bantah. Tetapi saya akui mengenal orangtua dari Andre dan Rizky, casis Bintara dan Tamtama Polri yang gagal lulus seleksi tersebut. Tidak lebih dari itu, apalagi dikait-kaitkan dengan ketidaklulusan keduanya,” ucapnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...