Rabu, 21 Februari 2018 | 12.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tipu Calon Siswa Polri, Mantan Wakapolres Labuhanbatu Ditangkap

Tipu Calon Siswa Polri, Mantan Wakapolres Labuhanbatu Ditangkap

Sabtu, 16 Juli 2016 - 04:40 WIB

IMG-16186

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Petugas Reskrim Polda Sumut, menangkap oknum Perwira Menengah, AKBP Tetra Darma Riawan, karena dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah sejumlah calon PNS Polri dan calon siswa (casis) Tamtama dan Bintara Polri tahun 2014/2015.

Petugas menangkap mantan Wakapolres Labuhanbatu, yang sekarang di bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Poldasu tersebut, di Banyumas, Jawa Tengah, setelah buron karena lari dari kesatuan (disersi).

“Ada lima laporan yang disampaikan ke Poldasu, masing-masing dua kasus ditangani Subdit I Reskrimum, dua kasus ditangani Subdit IV Reskrimum dan satu kasus lagi ditangani Subdit III Reskrimum”,tutur Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Jumat (15/7/2016).

Nainggolan menambahkan, total kerugian para korban mencapai Rp 910 juta. Dua laporan diSubdit I kasus penipuan dan penggelapan uang calon PNS dan casis senilai Rp350 juta, dan di Subdit III penipuan casis Polri dengan kerugian Rp200 juta.

Kemudia, kasus yang ditangani Subdit IV penipuan calon PNS senilai Rp160 juta dan casis Polri Rp200 juta.

“Saat ini AKBP TD masih menjalani pemeriksaan, dia ditahan di sel Poldasu”,kata Nainggolan.

Nainggolan juga menambahkan, Polda Sumut sudah mengeluarkan rekomendasi putusan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap AKBP TD.

“Rekomendasi putusan PTDH itu berdasarkan vonis dari sidang kode etik Poldasu, beberapa waktu lalu”,ujarnya.

Terpisah, Kasubdit III Dit Reskrimum AKBP Faisal Napitupulu, membenarkan pihaknya menangani kasus AKBP TD terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Namun dia tidak merincinya lebih jauh, karena masih dalam proses penyidikan.

AKBP TD pernah tersandung kasus pelecehan seksual, ketika menjabat Waka Polres Labuhanbatu. Akibatnya, dia beroleh sanksi berupa mutasi ke Binmas Poldasu.

Di Binmas, AKBP berperkara dengan kasus penipuan penerimaan casis Polri, sehingga kembali dimutasi ke Yanma.

Sebelumnya AKBP Tetra membantah pengakuan Putra Daeng (47), yang mengaku, telah menyetorkan uang kepada Oknum Pamen Polda Sumut itu senilai Rp820 juta untuk dua orang calon yang dijanjikan. Yakni Andre (19) casis Tamtama dan Rizki (19) casis Bintara.

Namun, kedua Casis tersebut dinyatakan gagal karena nilainya tidak mencukupi. Sebab, nilai kelulusan pada ujian tersebut 6,1. Sementara, nilai kedua Casis yang menyerahkan uang itu hanya 5,1.

Namun, AKBP Tetra membantah tuduhan tersebut. “Tuduhan itu saya bantah. Tetapi saya akui mengenal orangtua dari Andre dan Rizky, casis Bintara dan Tamtama Polri yang gagal lulus seleksi tersebut. Tidak lebih dari itu, apalagi dikait-kaitkan dengan ketidaklulusan keduanya,” ucapnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...