Selasa, 28 Februari 2017 | 21.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Tipu Calon Siswa Polri, Mantan Wakapolres Labuhanbatu Ditangkap

Tipu Calon Siswa Polri, Mantan Wakapolres Labuhanbatu Ditangkap

Sabtu, 16 Juli 2016 - 04:40 WIB

IMG-16186

Ilustrasi

Medan, kini.co.id – Petugas Reskrim Polda Sumut, menangkap oknum Perwira Menengah, AKBP Tetra Darma Riawan, karena dugaan penipuan dan penggelapan uang ratusan juta rupiah sejumlah calon PNS Polri dan calon siswa (casis) Tamtama dan Bintara Polri tahun 2014/2015.

Petugas menangkap mantan Wakapolres Labuhanbatu, yang sekarang di bagian Pelayanan Masyarakat (Yanma) Poldasu tersebut, di Banyumas, Jawa Tengah, setelah buron karena lari dari kesatuan (disersi).

“Ada lima laporan yang disampaikan ke Poldasu, masing-masing dua kasus ditangani Subdit I Reskrimum, dua kasus ditangani Subdit IV Reskrimum dan satu kasus lagi ditangani Subdit III Reskrimum”,tutur Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Jumat (15/7/2016).

Nainggolan menambahkan, total kerugian para korban mencapai Rp 910 juta. Dua laporan diSubdit I kasus penipuan dan penggelapan uang calon PNS dan casis senilai Rp350 juta, dan di Subdit III penipuan casis Polri dengan kerugian Rp200 juta.

Kemudia, kasus yang ditangani Subdit IV penipuan calon PNS senilai Rp160 juta dan casis Polri Rp200 juta.

“Saat ini AKBP TD masih menjalani pemeriksaan, dia ditahan di sel Poldasu”,kata Nainggolan.

Nainggolan juga menambahkan, Polda Sumut sudah mengeluarkan rekomendasi putusan pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) terhadap AKBP TD.

“Rekomendasi putusan PTDH itu berdasarkan vonis dari sidang kode etik Poldasu, beberapa waktu lalu”,ujarnya.

Terpisah, Kasubdit III Dit Reskrimum AKBP Faisal Napitupulu, membenarkan pihaknya menangani kasus AKBP TD terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Namun dia tidak merincinya lebih jauh, karena masih dalam proses penyidikan.

AKBP TD pernah tersandung kasus pelecehan seksual, ketika menjabat Waka Polres Labuhanbatu. Akibatnya, dia beroleh sanksi berupa mutasi ke Binmas Poldasu.

Di Binmas, AKBP berperkara dengan kasus penipuan penerimaan casis Polri, sehingga kembali dimutasi ke Yanma.

Sebelumnya AKBP Tetra membantah pengakuan Putra Daeng (47), yang mengaku, telah menyetorkan uang kepada Oknum Pamen Polda Sumut itu senilai Rp820 juta untuk dua orang calon yang dijanjikan. Yakni Andre (19) casis Tamtama dan Rizki (19) casis Bintara.

Namun, kedua Casis tersebut dinyatakan gagal karena nilainya tidak mencukupi. Sebab, nilai kelulusan pada ujian tersebut 6,1. Sementara, nilai kedua Casis yang menyerahkan uang itu hanya 5,1.

Namun, AKBP Tetra membantah tuduhan tersebut. “Tuduhan itu saya bantah. Tetapi saya akui mengenal orangtua dari Andre dan Rizky, casis Bintara dan Tamtama Polri yang gagal lulus seleksi tersebut. Tidak lebih dari itu, apalagi dikait-kaitkan dengan ketidaklulusan keduanya,” ucapnya.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 17:41 WIB

Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Dicky Irawan menyebutkan pihanya ...
TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:44 WIB

TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP) kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul ...
TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:24 WIB

TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Walikota Madiun, Bambang Irianto. Dalam mengusut ...
Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:22 WIB

Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara

Pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (28/2/2017).Soetikno yang diperiksa sejak ...
Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…
Ekonomi - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:18 WIB

Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…

Polemik perusahaan tambang di Papua, Freeport masih terus berlangsung.Masalah semakin melebar ketika Freeport berkeras ingin menentang peraturan pemerintah Indonesia. Dan ...
Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 15:32 WIB

Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hadir di sidang ke-12 dugaan penistaan agama sebagai ahli agama, Selasa (28/2/2017).Rizieq pun mengaku ...