Minggu, 23 Juli 2017 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pengguna Vaksin Palsu, DPR RI: Mengapa Hanya 14 yang Diumumkan ?

Pengguna Vaksin Palsu, DPR RI: Mengapa Hanya 14 yang Diumumkan ?

Reporter : Rakisa | Sabtu, 16 Juli 2016 - 22:28 WIB

IMG-16202

Menteri Kesehatan Nila Djuwita Anfasa Moeloek di Mabes Polri

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi IX DPR Saleh Partoanan Daulay, meminta pemerintah mengumumkan 37 Rumah Sakit dari sembilan provinsi yang menggunakan vaksi palsu.Sebab, sebelumnya pemerintah mengklaim ada 37 fasilitas pelayanan kesehatan di sembilan provinsi yang terindikasi pengguna vaksin palsu.

Dia mempertanyakan, mengapa pemerintah hanya mengumumkan 14 Rumah Sakit se-Jabodetabek saja.

“Kalau disebut 37 lalu hanya diumumkan 14 maka yang lain itu ke mana?” tanya Saleh Saleh saat diskusi bertajuk Jalur Hitam Vaksin Palsu di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/7).

Dia juga memertanyakan apakah tidak diumumkannya fasilitas pelayanan kesehatan itu, karena masih dalam proses investigasi lanjutan oleh satgas dalam hal ini Bareskrim Polri.

“Kan banyak yang belum diumumkan, ada tujuh provinsi lagi,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya mengatakan, pihaknya menyerahkan sampel 37 fasilitas kesehatan itu ke Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Menurut dia, BPOM sebelumnya mengeluarkan surat edaran kepada RS dan fasilitas pelayanan kesehatan yang menerima vaksin bukan dari sumber distributor resmi.

“Oleh karena itu dilakukan pemeriksaan. BPOM kemudian lakukan pengujian. Kemarin, diserahkan ke kami dan terbukti ada empat yang palsu. Ini jadi bahan kami menyelidiki lebih lanjut”,katanya di kesempatan itu.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...