Rabu, 24 Mei 2017 | 09.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Anak Perwira Koppasus Ini Juga Korban Vaksin Palsu di Harapan Bunda

Anak Perwira Koppasus Ini Juga Korban Vaksin Palsu di Harapan Bunda

Reporter : Rakisa | Senin, 18 Juli 2016 - 12:39 WIB

IMG-16220

Pusat Kesehatan Kopassus menggelar pelayanan vaksin ulang bagi anak prajurit yang tercatat pernah menerima vaksin dari RS Harapan Bunda, di Tempat Pelayanan Kesehatan Koppasus, Cijantung, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Jakarta, kini.co.id – Kapten Infantri Rajif Khan, terlihat ikut mengantarkan anaknya ke Tempal Pelayanan Kesehatan Komando Pasukan Khusus (Koppasus) TNI-AD.

Prajurit Koppasus ini tidak menyangka, jika anaknya bernama Raysha Salma Saraswati, yang masih berusia enam bulan, menjadi korban vaksin tak jelas dari RS Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur.

Rajif menuturkan, anaknya memang lahir di RS Harapan Bunda. Awalnya, lanjut dia, tidak ada kecurigaan sama sekali terhadap RS Harapan Bunda.

Harapannya, vaksinasi yang diberikan kepada anaknya itu memperkuat kekebalan tubuh. Namun kini, pelayanan rumah sakit itu dinilainya mengecewakan.

“Sebagai orang tua, kan kita inginnya mendapatkan yang terbaik untuk anak. Apalagi, kita tentara. Tidak selalu bersama anak,” ucap Rajif Khan di Tempat Pelayanan Kesehatan Koppasus, Cijantung, Jakarta, Senin (18/7/2016).

Langkah cepat pemerintah dan TNI membuat Rajif membuat lega. “Sudah ditangani komandan. sudah ditangani kini, saya tenang”,katanya.

Danjen Koppasus Mayjen (TNI) Muhammad Herindra menjelaskan, pihaknya masih terus menelusuri apakah ada anak prajuritnya yang juga diduga telah mendapatkan vaksin abal-abal.

Herindra menegaskan, vaksinasi ulang yang diadakan atas instruksi Panglima TNI ini gratis. Seluruh vaksin berasal dari pihak Kemenkes dan pabrikan Biofarma, sehingga dijamin keasliannya

Terpisah, Wakil Kepala RSPAD Kolonel dokter Bambang menerangkan, timnya menyiapkan vaksin jenis dasar yang terdiri dari antigen DPT, polio, campak dan HIB untuk pelayanan vaksin, di Tempat Pelayanan Kesehatan Koppasus, Cijantung. Seluruh vaksin itu didapat dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau distributor resmi Pemerintah, PT Biofarma.

“Sebelum menggelar pelayanan ini, kami sudah meminta ijin IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia). Kami sementara ini menyediakan vaksin dasar dan itu kita ambil dari Biofarma,” sambung Bambang.

Dari data yang terkumpul di KSA, sebanyak 30 anak prajurit Kopassus tersuntikan vaksin palsu.

“Dan kami rasa data itu akan terus berkembang. Intinya kami memberikan perhatian khusus untuk kesehatan anak-anak yang sudah menerima vaksin palsu.”

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...