Minggu, 28 Mei 2017 | 11.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Selasa, 19 Juli 2016 - 16:46 WIB

IMG-16244

Ali Ahmad alias Ali Kalora bakal menggantikan Santoso, setelah pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016)

Jakarta, kini.co.id – Pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hanya menyisakan Ali Ahmad alias Kalora, setelah pihak kepolisian memastikan kematian Santoso.

“Ada Ali Kalora satu lagi. Saya mengenal betul jaringan itu, dari tahun 2005 saya operasi di sana,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Namun, Tito meyakini jaringan tersebut tidak setangguh, ketika di bawah kepemimpinan Santoso dan Basri.

“Ali tidak memiliki kemampuan, kompetensi, dan leadership seperti Basri dan Santoso,” kata Tito.

Selain itu, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menilai, jaringan Santoso tidak memiliki kaderisasi yang baik.

Meskipun demikian Tito mengungkapkan, pihaknya tidak akan menghentikan operasi pemberantasan terorisme di Poso meski Santoso dan Basri telah tewas.(baca juga:Satgas Tinombala Buru 19 Anggota Mujahiddin Termasuk Istri Santoso)

“Selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro-kekerasan di sana tetap kita jalankan”,tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, tewasnya Santoso tidak akan menghentikan jaringan terorisme di Indonesia.

“Mereka tidak akan berhenti dan akan tetap hidup. Makanya deradikalisasi harus terus dilakukan agar tidak terus berkembang”,kata Rudy.

Setelah Santoso tamat, kepemimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akan diteruskan oleh orang kepercayaan Santoso.

“Yang memungkinkan (kepemimpinan) itu Basri, kalau tidak Ali Kalora. Karena dua orang ini adalah orang kepercayaan Santoso,” imbuhnya.

Rudy mengungkapkan, 21 orang anak buah Santoso, terpecah menjadi dua kelompok. Lima orang di antarnya di bawah pimpinan Santoso dan Basri, sedangkan sisanya di bawah Ali Kalora, termasuk salah satunya etnis Uighur.

“Yang lima orang itu di bawah Santoso, dua perempuan dan 3 laki-laki. 16 lainnya, yang ada di bawah pimpinan Ali Kalora, salah satunya adalah seorang perempuan. Yang 16 orang ini ada di wilayah Tamanjeka”,imbuhnya.

Soal terpecahnya kedua kelompok ini, Rudy menyebut, “kemungkinan itu strategi mereka untuk memecah perhatian.”

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...
Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:11 WIB

Dua Pejabat Kemendes PDTT dan BPK Jadi Tersangka

Wakil Ketua KPK, La Ode Syarif mengatakan dalam OTT BPK dan Kemendes PDTT, empat orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu SUG ...