Senin, 20 November 2017 | 12.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Selasa, 19 Juli 2016 - 16:46 WIB

IMG-16244

Ali Ahmad alias Ali Kalora bakal menggantikan Santoso, setelah pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016)

Jakarta, kini.co.id – Pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hanya menyisakan Ali Ahmad alias Kalora, setelah pihak kepolisian memastikan kematian Santoso.

“Ada Ali Kalora satu lagi. Saya mengenal betul jaringan itu, dari tahun 2005 saya operasi di sana,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Namun, Tito meyakini jaringan tersebut tidak setangguh, ketika di bawah kepemimpinan Santoso dan Basri.

“Ali tidak memiliki kemampuan, kompetensi, dan leadership seperti Basri dan Santoso,” kata Tito.

Selain itu, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menilai, jaringan Santoso tidak memiliki kaderisasi yang baik.

Meskipun demikian Tito mengungkapkan, pihaknya tidak akan menghentikan operasi pemberantasan terorisme di Poso meski Santoso dan Basri telah tewas.(baca juga:Satgas Tinombala Buru 19 Anggota Mujahiddin Termasuk Istri Santoso)

“Selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro-kekerasan di sana tetap kita jalankan”,tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, tewasnya Santoso tidak akan menghentikan jaringan terorisme di Indonesia.

“Mereka tidak akan berhenti dan akan tetap hidup. Makanya deradikalisasi harus terus dilakukan agar tidak terus berkembang”,kata Rudy.

Setelah Santoso tamat, kepemimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akan diteruskan oleh orang kepercayaan Santoso.

“Yang memungkinkan (kepemimpinan) itu Basri, kalau tidak Ali Kalora. Karena dua orang ini adalah orang kepercayaan Santoso,” imbuhnya.

Rudy mengungkapkan, 21 orang anak buah Santoso, terpecah menjadi dua kelompok. Lima orang di antarnya di bawah pimpinan Santoso dan Basri, sedangkan sisanya di bawah Ali Kalora, termasuk salah satunya etnis Uighur.

“Yang lima orang itu di bawah Santoso, dua perempuan dan 3 laki-laki. 16 lainnya, yang ada di bawah pimpinan Ali Kalora, salah satunya adalah seorang perempuan. Yang 16 orang ini ada di wilayah Tamanjeka”,imbuhnya.

Soal terpecahnya kedua kelompok ini, Rudy menyebut, “kemungkinan itu strategi mereka untuk memecah perhatian.”

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi I Minta Menko Polhukam Jelaskan Definisi Kelompok Bersenjata
Politik - Senin, 20 November 2017 - 12:25 WIB

Komisi I Minta Menko Polhukam Jelaskan Definisi Kelompok Bersenjata

Anggota Komisi I DPR Bobby Adhityo Rizaldi mengapresiasi keberhasilan TNI-Polri dalam membebaskan sandera di Papua.Namun, Bobby juga berharap agar para ...
Setnov Ditahan KPK, Zulkifli Hasan : Nama DPR Hancur
Politik - Senin, 20 November 2017 - 11:38 WIB

Setnov Ditahan KPK, Zulkifli Hasan : Nama DPR Hancur

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan kembali menekankan agar Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) mengikuti proses hukum atas kasus dugaan ...
Penuhi Panggilan KPK, Istri Novanto Bungkam
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 10:13 WIB

Penuhi Panggilan KPK, Istri Novanto Bungkam

Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus korupsi ...
KPK Periksa Istri Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 10:05 WIB

KPK Periksa Istri Novanto Hari Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Istri Setya Novanto yakni Deisti Astriani Tagor, Senin, (20/11/2017).Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi ...
KPK Lelang Barang Rampasan, Harga Mulai Rp41 Ribu
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 09:37 WIB

KPK Lelang Barang Rampasan, Harga Mulai Rp41 Ribu

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan melelang barang rampasan dari beberapa perkara melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta ...
Ngobrol Bareng Warganet, Ketua MPR: Medsos untuk Merawat Keberagaman
Pendidikan - Senin, 20 November 2017 - 09:30 WIB

Ngobrol Bareng Warganet, Ketua MPR: Medsos untuk Merawat Keberagaman

Setelah serangkaian agenda di Jakarta, Minggu malam (19/11) Ketua MPR Zulkilfli Hasan langsung terbang ke Lampung untuk menghadiri acara ngobrol ...