Selasa, 24 April 2018 | 00.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Selasa, 19 Juli 2016 - 16:46 WIB

IMG-16244

Ali Ahmad alias Ali Kalora bakal menggantikan Santoso, setelah pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016)

Jakarta, kini.co.id – Pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hanya menyisakan Ali Ahmad alias Kalora, setelah pihak kepolisian memastikan kematian Santoso.

“Ada Ali Kalora satu lagi. Saya mengenal betul jaringan itu, dari tahun 2005 saya operasi di sana,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Namun, Tito meyakini jaringan tersebut tidak setangguh, ketika di bawah kepemimpinan Santoso dan Basri.

“Ali tidak memiliki kemampuan, kompetensi, dan leadership seperti Basri dan Santoso,” kata Tito.

Selain itu, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menilai, jaringan Santoso tidak memiliki kaderisasi yang baik.

Meskipun demikian Tito mengungkapkan, pihaknya tidak akan menghentikan operasi pemberantasan terorisme di Poso meski Santoso dan Basri telah tewas.(baca juga:Satgas Tinombala Buru 19 Anggota Mujahiddin Termasuk Istri Santoso)

“Selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro-kekerasan di sana tetap kita jalankan”,tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, tewasnya Santoso tidak akan menghentikan jaringan terorisme di Indonesia.

“Mereka tidak akan berhenti dan akan tetap hidup. Makanya deradikalisasi harus terus dilakukan agar tidak terus berkembang”,kata Rudy.

Setelah Santoso tamat, kepemimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akan diteruskan oleh orang kepercayaan Santoso.

“Yang memungkinkan (kepemimpinan) itu Basri, kalau tidak Ali Kalora. Karena dua orang ini adalah orang kepercayaan Santoso,” imbuhnya.

Rudy mengungkapkan, 21 orang anak buah Santoso, terpecah menjadi dua kelompok. Lima orang di antarnya di bawah pimpinan Santoso dan Basri, sedangkan sisanya di bawah Ali Kalora, termasuk salah satunya etnis Uighur.

“Yang lima orang itu di bawah Santoso, dua perempuan dan 3 laki-laki. 16 lainnya, yang ada di bawah pimpinan Ali Kalora, salah satunya adalah seorang perempuan. Yang 16 orang ini ada di wilayah Tamanjeka”,imbuhnya.

Soal terpecahnya kedua kelompok ini, Rudy menyebut, “kemungkinan itu strategi mereka untuk memecah perhatian.”

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...