Sabtu, 20 Januari 2018 | 09.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Selasa, 19 Juli 2016 - 16:46 WIB

IMG-16244

Ali Ahmad alias Ali Kalora bakal menggantikan Santoso, setelah pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016)

Jakarta, kini.co.id – Pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hanya menyisakan Ali Ahmad alias Kalora, setelah pihak kepolisian memastikan kematian Santoso.

“Ada Ali Kalora satu lagi. Saya mengenal betul jaringan itu, dari tahun 2005 saya operasi di sana,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Namun, Tito meyakini jaringan tersebut tidak setangguh, ketika di bawah kepemimpinan Santoso dan Basri.

“Ali tidak memiliki kemampuan, kompetensi, dan leadership seperti Basri dan Santoso,” kata Tito.

Selain itu, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menilai, jaringan Santoso tidak memiliki kaderisasi yang baik.

Meskipun demikian Tito mengungkapkan, pihaknya tidak akan menghentikan operasi pemberantasan terorisme di Poso meski Santoso dan Basri telah tewas.(baca juga:Satgas Tinombala Buru 19 Anggota Mujahiddin Termasuk Istri Santoso)

“Selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro-kekerasan di sana tetap kita jalankan”,tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, tewasnya Santoso tidak akan menghentikan jaringan terorisme di Indonesia.

“Mereka tidak akan berhenti dan akan tetap hidup. Makanya deradikalisasi harus terus dilakukan agar tidak terus berkembang”,kata Rudy.

Setelah Santoso tamat, kepemimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akan diteruskan oleh orang kepercayaan Santoso.

“Yang memungkinkan (kepemimpinan) itu Basri, kalau tidak Ali Kalora. Karena dua orang ini adalah orang kepercayaan Santoso,” imbuhnya.

Rudy mengungkapkan, 21 orang anak buah Santoso, terpecah menjadi dua kelompok. Lima orang di antarnya di bawah pimpinan Santoso dan Basri, sedangkan sisanya di bawah Ali Kalora, termasuk salah satunya etnis Uighur.

“Yang lima orang itu di bawah Santoso, dua perempuan dan 3 laki-laki. 16 lainnya, yang ada di bawah pimpinan Ali Kalora, salah satunya adalah seorang perempuan. Yang 16 orang ini ada di wilayah Tamanjeka”,imbuhnya.

Soal terpecahnya kedua kelompok ini, Rudy menyebut, “kemungkinan itu strategi mereka untuk memecah perhatian.”

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...