Minggu, 19 Februari 2017 | 18.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Santoso Tewas, Ali Kalora Pimpin MIT

Selasa, 19 Juli 2016 - 16:46 WIB

IMG-16244

Ali Ahmad alias Ali Kalora bakal menggantikan Santoso, setelah pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) tewas dalam baku tembak dengan Satgas Tinombala, Senin (18/7/2016)

Jakarta, kini.co.id – Pemimpin jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) hanya menyisakan Ali Ahmad alias Kalora, setelah pihak kepolisian memastikan kematian Santoso.

“Ada Ali Kalora satu lagi. Saya mengenal betul jaringan itu, dari tahun 2005 saya operasi di sana,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Namun, Tito meyakini jaringan tersebut tidak setangguh, ketika di bawah kepemimpinan Santoso dan Basri.

“Ali tidak memiliki kemampuan, kompetensi, dan leadership seperti Basri dan Santoso,” kata Tito.

Selain itu, mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ini menilai, jaringan Santoso tidak memiliki kaderisasi yang baik.

Meskipun demikian Tito mengungkapkan, pihaknya tidak akan menghentikan operasi pemberantasan terorisme di Poso meski Santoso dan Basri telah tewas.(baca juga:Satgas Tinombala Buru 19 Anggota Mujahiddin Termasuk Istri Santoso)

“Selesai ini operasi akan kita jalankan terus sambil operasi-operasi untuk menetralisir pro-kekerasan di sana tetap kita jalankan”,tegasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Rudy Sufahriadi mengatakan, tewasnya Santoso tidak akan menghentikan jaringan terorisme di Indonesia.

“Mereka tidak akan berhenti dan akan tetap hidup. Makanya deradikalisasi harus terus dilakukan agar tidak terus berkembang”,kata Rudy.

Setelah Santoso tamat, kepemimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) akan diteruskan oleh orang kepercayaan Santoso.

“Yang memungkinkan (kepemimpinan) itu Basri, kalau tidak Ali Kalora. Karena dua orang ini adalah orang kepercayaan Santoso,” imbuhnya.

Rudy mengungkapkan, 21 orang anak buah Santoso, terpecah menjadi dua kelompok. Lima orang di antarnya di bawah pimpinan Santoso dan Basri, sedangkan sisanya di bawah Ali Kalora, termasuk salah satunya etnis Uighur.

“Yang lima orang itu di bawah Santoso, dua perempuan dan 3 laki-laki. 16 lainnya, yang ada di bawah pimpinan Ali Kalora, salah satunya adalah seorang perempuan. Yang 16 orang ini ada di wilayah Tamanjeka”,imbuhnya.

Soal terpecahnya kedua kelompok ini, Rudy menyebut, “kemungkinan itu strategi mereka untuk memecah perhatian.”

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal
Politik - Minggu, 19 Februari 2017 - 11:50 WIB

PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal

Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan menuding partai pendukung selain PDIP lemah mengintensifkan dukungan dari bawah dan kurang memiliki ...
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:50 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mundur secara resmi. Juru bicara PTFI, Riza Pratama pun ...
KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:42 WIB

KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun

Ada tiga perkara yang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berikan kepada Walikota Madiun Bambang Irianto (BI) sebagai tersangka tindak pidana korupsi. ...
Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 17:59 WIB

Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada DKI Jakarta 2017 meningkat. ...
PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 15:17 WIB

PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, tengah mengumpulkan masukan dari sejumlah kader dan simpatin dalam penentuan sikap politik ...
Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan
Peristiwa - Sabtu, 18 Februari 2017 - 13:23 WIB

Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Presiden Jokowi yang membiarkan Ahok kembali menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta meski menyandang status ...