Rabu, 26 Juli 2017 | 13.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Rizal Ramli: Ahok Itu Gubernur DKI atau Karyawan Pengembang ?

Rizal Ramli: Ahok Itu Gubernur DKI atau Karyawan Pengembang ?

Reporter : Rakisa | Rabu, 20 Juli 2016 - 09:51 WIB

IMG-16260

Rizal Ramli dan Basuki Tjahaja Purnama

Jakarta, kini.co.id – Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengaku heran terhadap sikap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menyoal menyoal keabsahan penghentian reklamasi Pulau G.

Menurut Rizal Ramli, seharusnya Ahok bersyukur, pemerintah mengambil alih persoalan ini.

“Harusnya Ahok bersyukur masalah ini diambil alih pemerintah. Saya juga bingung kenapa dia ngotot. Dia Gubernur DKI atau karyawan pengembang?” tanya Rizal Ramli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, kemarin.

Komite Gabungan Reklamasi yang terdiri atas Kementerian Koordinator Kemaritiman, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemprov DKI memutuskan reklamasi Pulau G dihentikan selamanya.

Dalam keputusan itu Rizal Ramli menjelaskan ada tiga poin penting soal reklamasi Teluk Utara Jakarta.

Kebijakan penghentian reklamasi Pulau G, ujar Rizal, untuk menyelamatkan nelayan tradisional. Lagi pula ada jaringan pipa gas di bawah laut yang berbahaya bila dilakukan pembangunan.

“Ada jaringan pipa gas. Aturan internasional dan aturan dari pemerintah itu kalau ada jaringan pipa gas di bawah laut, 500 meter kiri kanan itu harus tidak boleh ada struktur”,jelasnya.

Terkait itu, Ahok sendiri menilai, pengerjaan proyek Pulau G sudah memenuhi aturan. Makanya, Pemprov DKI Jakarta mengirim surat ke Presiden Joko Widodo soal keputusan Komite Bersama Reklamasi Teluk Jakarta tentang penghentian reklamasi Pulau G.

Surat itu bertujuan menjelaskan duduk perkara reklamasi Pulau G ke Jokowi serta meminta second opinion ke Presiden.

Luas Pulau G yang awalnya sekitar 400 hektare sudah diperkecil menjadi 100 hektare untuk menghindari jalur pipa gas dan pipa listrik.

“Justru yang paling rapi pengerjaan yaitu Pulau G, yang paling ikut aturan sama yang motong pulau semua Pulau G”,ungkap Ahok.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...