Rabu, 24 Mei 2017 | 09.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ada Mr.X Dalam Kasus Ramadhan Pohan

Ada Mr.X Dalam Kasus Ramadhan Pohan

Kamis, 21 Juli 2016 - 12:52 WIB

IMG-16284

Ramadhan Pohan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ramadhan Pohan, Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat, kini tersangkut persoalan hukum terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 24 miliar.

Namun, Kuasa Hukum dari Politikus Partai itu, Syahlan Rifai Dalimunthe, membantah tuduhan terhadap kliennya tersebut. Menurutnya, yang seharusnya menjadi tersangka dalam kasus penggelapan uang bukanlah kliennya.

Pasalnya, Ramadhan, menurut dia, hanya korban akal-akalan dan tipu daya seseorang yang disebut sebagai Mr X.(baca juga:Ini Modus dan Korban Dugaan Penipuan Ramadhan Pohan)

“Harusnya Mr X ini (tersangka) dan sudah kami laporkan pada bulan April”,kata Syahlan dalam perbincangan di Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Kamis (21/6/2016).

Syahlah menuturkan, Ramadhan bertemu dengan Mr X pada saat melakukan kampanye pemilihan wali kota Medan pada tahun 2015.

Mr X adalah sahabat istri dari Ramadhan Pohan saat belajar di Universitas Gadjah Mada (UGM), namun bertemu kembali di Medan.

Mr X lalu mengatakan, akan mengenalkan Ramadhan kepada orang-orang berduit di Medan untuk membantunya. Ramadhan lalu diminta membuka rekening khusus donatur melalui Bank Mandiri.

“Dia datang menawarkan jasa dan mengatakan kepada klien kami, ‘bang, saya simpati dengan perjuangan abang’,” kata Syahlan menyoal bujukan Mr X.

Bahkan kata Syahlan, Mr X setelah dilaporkan Ramadhan pada April lalu dan sempat meminta damai. Namun malah pada Juni, Ramadhan dijadikan tersangka oleh Polda Sumatera Utara atas laporan pengusaha, ibu dan anak yang merasa menjadi korban penggelapan uang masing-masing Rp4,5 miliar dan Rp10,8 miliar.

“Tidak ada yang namanya pinjaman, utang piutang pun tidak ada”,katanya lagi.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...