Kamis, 23 Maret 2017 | 09.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Muhaimin Ingatkan Jokowi: Musim Panen Banyak Burung Emprit

Muhaimin Ingatkan Jokowi: Musim Panen Banyak Burung Emprit

Reporter : Rakisa | Sabtu, 23 Juli 2016 - 03:44 WIB

IMG-16314

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Jakarta, kini.co.id – Gencarnya wacana adanya reshuffle kabinet mengundang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, bereaksi. Muhaimin mengingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal burung emprit, terkaiit isu reshuffle.

“Ketika musim panen tiba, banyak burung emprit. Kalau orang kampung pasti tahu maksudnya. Kalau musim panen padi, burung emprit tiba-tiba banyak makan”, kata Muhaimin, dalam acara halal bi halal, di DPP PKB, Jakarta Pusat, Jumat (22/7/2016) malam.

Sebagai orang kampung, Muhaimin meyakini Preiden Jokowi mengerti maksud burung emprit tersebut.

“Kami hanya mengingatkan Pak Jokowi, jangan lupa musim panen banyak emprit yang berdatangan. Itu saja komentar saya. Hanya orang kampung yang tahu. Pak Jokowi sebagai orang kampung pasti tahu. Jangan percaya burung emprit”,ujarnya diiringi tawa sejumlah tamu yang hadir.

Dalam kesempatan itu Muhaimin meyakini, kader PKB di kabinet tidak akan kena reshuffle.

“PKB yakin tidak akan kena. Kalau kena reshuffle, kebangetan. Wong PKB loyal kok kepada Presiden”,”kata Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin.

Cak Imin yakin, Presiden Joko Widodo memahami kinerja kader-kader PKB dalam setiap program kerja pemerintah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, PKB bertekad untuk membenahi negara melalui dukungan untuk pemerintahan.

“Hanya PKB yang konsisten dengan komitmennya terhadap NU, yang tentunya berbasis pesantren. Karenanya, tidak terpisahkan antara pesantren, NU dan PKB”,ujar Said.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...