Rabu, 13 Desember 2017 | 06.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ada Yang Aneh, Pedagang Aksara Mengadu ke Presiden Jokowi

Ada Yang Aneh, Pedagang Aksara Mengadu ke Presiden Jokowi

Senin, 25 Juli 2016 - 13:07 WIB

IMG-16340

Demo pedagang Pasar Aksara, di depan Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (25/7/2016).NUR-kiniNEWS

Medan, kini.co.id – Ratusan pedagang aksara yang mendatangi kantor Walikota Medan harus dirundung kecewa, karena tak satupun pejabat Pemko Medan yang menemui mereka.

Massa aksi yang kebanyakan ibu-ibu ini terlihat kelelahan terbakar matahari demi memperjuangkan aspirasi mereka. Mereka pun menggoyang pagar besi yang menghalangi mereka.

“Kami bukan pengemis, Pak Wali. Izinkan kami masuk. Kenapa bapak membiarkan kami di luar, kenapa tidak ada satupun pejabat Pemko yang mau menemui kami,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Ursan Lubis, Senin (25/7/2016).

Pada pedagang Pasar Aksara juga menuding kebakaran di Pasar Aksara sarat permainan. Sebab, setelah dibakar, tanpa adanya kesepakatan yang jelas, pedagang akan direlokasi ke kawasan MMTC, Jalan Wiliem Iskandar.

“Ini ada apa, Pak? Kenapa kami tiba-tiba disuruh pindah ke MMTC? Sementara, MMTC itu berada di wilayah Deliserdang,” kata salah seorang pedagang yang berdiri di atas mobil pikup

Sebab, kata pedagang, jika mereka direlokasi ke MMTC, sudah barang tentu Pemko Medan kehilangan pendapatan asli daerahnya (PAD).

“Inikan jelas permainan. Kalau tau bakal rugi PAD-nya diambil Deliserdang, kenapa kami dipindahkan kesana? Lalu, biaya di lokasi baru inikan jelas merugikan kami,” kata pedagang.

Rifai Siregar, salah satu pedagang kain yang tokonya ludes terbakar di Pasar Aksara meminta kepolisian segera mengumumkan hasil investigasi terkait penyebab pasti kebakaran Pasar Aksara. Sebab, kata Rifai, Tim Labfor pernah menyebut hasil investigasi akan keluar dua minggu setelah penyelidikan.

“Hasil investigasi yang dilakukan oleh kepolisian harus diumumkan ke publik. Sehingga, penyabab kebakaran di Pasar Aksara diketahui oleh masyarakat luas,” kata Rifai.

Rifai mengatakan, kebakaran Pasar Aksara sarat kecurigaan. Sebab, api yang semula kecil tiba-tiba bisa melahap dua bangunan sekaligus, yakni Pasar Aksara dan Plaza Ramayana Aksara.

Terkait itu, Ketua P3TSUUrsan Lubis juga mengatakan pihaknya akan mengadukan hal ini kepada Presiden Jokowi yang akan mengunjungi Medan dalam waktu dekat ini.

“Kita tidak ditanggapi Walikota Medan maka kita akan langsung mengadu ke Bapak Presiden. Kita akan temui di bandara, biar beliau tahu nasib pedagang di Medan ini,” katanya kesal.

Pedagang Pasar Aksara melakukan aksi demo setelah mereka kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.Dalam peristiwa kebakaran itu 700 pedagang kehilangan tempat berjualan yang berlokasi di lantai I dan II gedung Pasar Aksara.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...