Selasa, 28 Februari 2017 | 21.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Ada Yang Aneh, Pedagang Aksara Mengadu ke Presiden Jokowi

Ada Yang Aneh, Pedagang Aksara Mengadu ke Presiden Jokowi

Senin, 25 Juli 2016 - 13:07 WIB

IMG-16340

Demo pedagang Pasar Aksara, di depan Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Senin (25/7/2016).NUR-kiniNEWS

Medan, kini.co.id – Ratusan pedagang aksara yang mendatangi kantor Walikota Medan harus dirundung kecewa, karena tak satupun pejabat Pemko Medan yang menemui mereka.

Massa aksi yang kebanyakan ibu-ibu ini terlihat kelelahan terbakar matahari demi memperjuangkan aspirasi mereka. Mereka pun menggoyang pagar besi yang menghalangi mereka.

“Kami bukan pengemis, Pak Wali. Izinkan kami masuk. Kenapa bapak membiarkan kami di luar, kenapa tidak ada satupun pejabat Pemko yang mau menemui kami,” kata Ketua Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Sumatera Utara (P3TSU), Ursan Lubis, Senin (25/7/2016).

Pada pedagang Pasar Aksara juga menuding kebakaran di Pasar Aksara sarat permainan. Sebab, setelah dibakar, tanpa adanya kesepakatan yang jelas, pedagang akan direlokasi ke kawasan MMTC, Jalan Wiliem Iskandar.

“Ini ada apa, Pak? Kenapa kami tiba-tiba disuruh pindah ke MMTC? Sementara, MMTC itu berada di wilayah Deliserdang,” kata salah seorang pedagang yang berdiri di atas mobil pikup

Sebab, kata pedagang, jika mereka direlokasi ke MMTC, sudah barang tentu Pemko Medan kehilangan pendapatan asli daerahnya (PAD).

“Inikan jelas permainan. Kalau tau bakal rugi PAD-nya diambil Deliserdang, kenapa kami dipindahkan kesana? Lalu, biaya di lokasi baru inikan jelas merugikan kami,” kata pedagang.

Rifai Siregar, salah satu pedagang kain yang tokonya ludes terbakar di Pasar Aksara meminta kepolisian segera mengumumkan hasil investigasi terkait penyebab pasti kebakaran Pasar Aksara. Sebab, kata Rifai, Tim Labfor pernah menyebut hasil investigasi akan keluar dua minggu setelah penyelidikan.

“Hasil investigasi yang dilakukan oleh kepolisian harus diumumkan ke publik. Sehingga, penyabab kebakaran di Pasar Aksara diketahui oleh masyarakat luas,” kata Rifai.

Rifai mengatakan, kebakaran Pasar Aksara sarat kecurigaan. Sebab, api yang semula kecil tiba-tiba bisa melahap dua bangunan sekaligus, yakni Pasar Aksara dan Plaza Ramayana Aksara.

Terkait itu, Ketua P3TSUUrsan Lubis juga mengatakan pihaknya akan mengadukan hal ini kepada Presiden Jokowi yang akan mengunjungi Medan dalam waktu dekat ini.

“Kita tidak ditanggapi Walikota Medan maka kita akan langsung mengadu ke Bapak Presiden. Kita akan temui di bandara, biar beliau tahu nasib pedagang di Medan ini,” katanya kesal.

Pedagang Pasar Aksara melakukan aksi demo setelah mereka kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.Dalam peristiwa kebakaran itu 700 pedagang kehilangan tempat berjualan yang berlokasi di lantai I dan II gedung Pasar Aksara.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 17:41 WIB

Rontok Turap Beton Kali Bekasi karena Konstruksi Bangunan

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Dicky Irawan menyebutkan pihanya ...
TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman
Nasional - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:44 WIB

TNI Siapkan Pengamanan VVIP untuk Raja Salman

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP) kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul ...
TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:24 WIB

TPPU Bambang Irianto, KPK Periksa Anak dan Istri Walikota Madiun

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Walikota Madiun, Bambang Irianto. Dalam mengusut ...
Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:22 WIB

Rampung Diperiksa KPK, Penyuap Emirsyah Satar Irit Bicara

Pendiri PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo rampung diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa, (28/2/2017).Soetikno yang diperiksa sejak ...
Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…
Ekonomi - Selasa, 28 Februari 2017 - 16:18 WIB

Luhut Tegaskan Rakyat Papua Dapat Jatah Saham Freeport, Tapi…

Polemik perusahaan tambang di Papua, Freeport masih terus berlangsung.Masalah semakin melebar ketika Freeport berkeras ingin menentang peraturan pemerintah Indonesia. Dan ...
Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok
Hukum - Selasa, 28 Februari 2017 - 15:32 WIB

Ini Tanggapan Habib Rizieq Soal Permintaan Maaf Ahok

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab hadir di sidang ke-12 dugaan penistaan agama sebagai ahli agama, Selasa (28/2/2017).Rizieq pun mengaku ...