Senin, 24 April 2017 | 12.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Budi Karya Sumadi, Dari Waduk Pluit Hingga Menteri Perhubungan

Budi Karya Sumadi, Dari Waduk Pluit Hingga Menteri Perhubungan

Reporter : Rakisa | Rabu, 27 Juli 2016 - 16:07 WIB

IMG-16381

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Jakarta, kini.co.id – Dirut PT Angkasa Pura II (AP II), Budi Karya Sumadi akhirnya menggantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan, dalam reshuffle jilid II Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pria kelahiran Palembang pada 18 Desember 1956 ini merupakan alumni Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada. Dia dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan.

Salah satu karya Budi Karya adalah kawasan Bintaro yang sukses menjadi “Kota Baru” penyangga Jakarta.

Kiprahnya bersinar sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Budi Karya berhasil membawa Semasa di perusahaan pengembangan PT Pembangunan Jaya Ancol,go publik. Bahkan Taman Impian Jaya Ancol salah satu usaha dari PT Pembangunan Jaya Ancol menjadi salah satu tempat wisata terbesar di Indonesia. Wahana hiburan itu mampu menyedot wisatawan berkunjung ke Indonesia.

Sembilan tahun memimpin PT Pembangunan Jaya Ancol, tahun 2013 Budi mendapat tugas dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk melakukan revitalisasi Waduk Pluit dan membangun sejumlah rumah susun untuk menampung warga Jakarta yang terkena relokasi di sekitar pinggiran Waduk Pluit.

Keberhasilannya merevitalisasi Waduk Pluit menjadi perhatian Joko Widodo.

Nama Budi Karya Sumadi sudah lama disebut masuk dalam daftar calon menteri. Sebelumnya, ia dikabarkan akan masuk dalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Perumahan Rakyat, karena menjadi sosok penting dari revitalisasi taman kota waduk Pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta proyek Electronic Road Pricing (ERP).

Namun, saat itu Presiden Joko Widodo membutuhkan tangan dinginnya untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT AP II. Dia mengemban tanggungjawab dalam perluasan kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Kini, Budi Karya Sumadi kembali berada di lingkaran Joko Widodo.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...