Senin, 20 November 2017 | 04.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Budi Karya Sumadi, Dari Waduk Pluit Hingga Menteri Perhubungan

Budi Karya Sumadi, Dari Waduk Pluit Hingga Menteri Perhubungan

Reporter : Rakisa | Rabu, 27 Juli 2016 - 16:07 WIB

IMG-16381

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Jakarta, kini.co.id – Dirut PT Angkasa Pura II (AP II), Budi Karya Sumadi akhirnya menggantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan, dalam reshuffle jilid II Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pria kelahiran Palembang pada 18 Desember 1956 ini merupakan alumni Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada. Dia dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan.

Salah satu karya Budi Karya adalah kawasan Bintaro yang sukses menjadi “Kota Baru” penyangga Jakarta.

Kiprahnya bersinar sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Budi Karya berhasil membawa Semasa di perusahaan pengembangan PT Pembangunan Jaya Ancol,go publik. Bahkan Taman Impian Jaya Ancol salah satu usaha dari PT Pembangunan Jaya Ancol menjadi salah satu tempat wisata terbesar di Indonesia. Wahana hiburan itu mampu menyedot wisatawan berkunjung ke Indonesia.

Sembilan tahun memimpin PT Pembangunan Jaya Ancol, tahun 2013 Budi mendapat tugas dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk melakukan revitalisasi Waduk Pluit dan membangun sejumlah rumah susun untuk menampung warga Jakarta yang terkena relokasi di sekitar pinggiran Waduk Pluit.

Keberhasilannya merevitalisasi Waduk Pluit menjadi perhatian Joko Widodo.

Nama Budi Karya Sumadi sudah lama disebut masuk dalam daftar calon menteri. Sebelumnya, ia dikabarkan akan masuk dalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Perumahan Rakyat, karena menjadi sosok penting dari revitalisasi taman kota waduk Pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta proyek Electronic Road Pricing (ERP).

Namun, saat itu Presiden Joko Widodo membutuhkan tangan dinginnya untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT AP II. Dia mengemban tanggungjawab dalam perluasan kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Kini, Budi Karya Sumadi kembali berada di lingkaran Joko Widodo.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:38 WIB

Tiba di KPK Setya Novanto Kenakan Rompi Orange

Tersangka Kasus Korupsi e-KTP (Kartu Tanda Penduduk Setya Novanto tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:26 WIB

RSCM pastikan Setnov tak perlu lagi dilakukan rawat inap

Pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana memastikan Setya Novanto tak perlu melakukan rawat inap.Kepastian itu setelah pihak RSCM dan ...
Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 00:19 WIB

Pembantaran Dicabut, Novanto Resmi Jadi Penghuni Rutan KPK

Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK) menghentikan pembantaran penahanan terhadap Setya Novanto. Sebab mulai Ahad (19/11) malam, tersangka korupsi e-KTP itu ...
Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 20:55 WIB

Hasil olah TKP, kecepatan mobil yang ditumpangi Setnov 40 km perjam

Polda Metro Jaya menduga kecepatan kendaraan yang ditumpangi tersangka korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik Setya Novanto saat terjadi ...
Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 19:19 WIB

Lima perwira TNI tolak kenaikan pangkat layak jadi tauladan

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberikan penghargaan kepada 63 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pembebasan Sandera atas keberhasilannya ...
Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat
Peristiwa - Minggu, 19 November 2017 - 18:33 WIB

Lima perwira TNI yang pimpin pembebasan sandera tolak kenaikan pangkat

Sebuah peristiwa yang patut diapresiasi, saat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberi kenaikan pangkat luar biasa untuk 58 anggota TNI ...