Kamis, 19 Januari 2017 | 09.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Budi Karya Sumadi, Dari Waduk Pluit Hingga Menteri Perhubungan

Budi Karya Sumadi, Dari Waduk Pluit Hingga Menteri Perhubungan

Reporter : Rakisa | Rabu, 27 Juli 2016 - 16:07 WIB

IMG-16381

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi

Jakarta, kini.co.id – Dirut PT Angkasa Pura II (AP II), Budi Karya Sumadi akhirnya menggantikan Ignasius Jonan sebagai Menteri Perhubungan, dalam reshuffle jilid II Kabinet Kerja di bawah kepemimpinan Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pria kelahiran Palembang pada 18 Desember 1956 ini merupakan alumni Teknik Arsitektur Universitas Gajah Mada. Dia dikenal sebagai profesional yang bertangan dingin dalam memimpin sebuah perusahaan.

Salah satu karya Budi Karya adalah kawasan Bintaro yang sukses menjadi “Kota Baru” penyangga Jakarta.

Kiprahnya bersinar sejak memimpin Badan usaha Milik Daerah (BUMD) di Ibukota, yakni PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Budi Karya berhasil membawa Semasa di perusahaan pengembangan PT Pembangunan Jaya Ancol,go publik. Bahkan Taman Impian Jaya Ancol salah satu usaha dari PT Pembangunan Jaya Ancol menjadi salah satu tempat wisata terbesar di Indonesia. Wahana hiburan itu mampu menyedot wisatawan berkunjung ke Indonesia.

Sembilan tahun memimpin PT Pembangunan Jaya Ancol, tahun 2013 Budi mendapat tugas dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk melakukan revitalisasi Waduk Pluit dan membangun sejumlah rumah susun untuk menampung warga Jakarta yang terkena relokasi di sekitar pinggiran Waduk Pluit.

Keberhasilannya merevitalisasi Waduk Pluit menjadi perhatian Joko Widodo.

Nama Budi Karya Sumadi sudah lama disebut masuk dalam daftar calon menteri. Sebelumnya, ia dikabarkan akan masuk dalam Kabinet Kerja sebagai Menteri Perumahan Rakyat, karena menjadi sosok penting dari revitalisasi taman kota waduk Pluit dan waduk Ria-Rio, penyelesaian rusunawa di Marunda, serta proyek Electronic Road Pricing (ERP).

Namun, saat itu Presiden Joko Widodo membutuhkan tangan dinginnya untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni, PT AP II. Dia mengemban tanggungjawab dalam perluasan kawasan Bandara Soekarno Hatta.

Kini, Budi Karya Sumadi kembali berada di lingkaran Joko Widodo.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...