Selasa, 26 September 2017 | 01.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Vihara Dibakar, Kapolri Perintahkan Kapolda Tinggal di Tanjungbalai

Vihara Dibakar, Kapolri Perintahkan Kapolda Tinggal di Tanjungbalai

Sabtu, 30 Juli 2016 - 23:20 WIB

IMG-16439

Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Jakarta, kini.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol Drs. Raden Budi Winarso untuk sementara tinggal di Kota Tanjungbalai, menyusul pembakaran dua vihara dan 8 kelenteng di “Kota Kerang” tersebut.

Selain itu, Tito juga meminta Kapolda Sumut segera mengusut tuntas kerusuhan bernuansa SARA di Tanjungbalai dan kerusuhan lain di Kabupaten Karo.

Terkait kerusuhan di Kota Tanjungbalau, Tito langsung turun ke Medan untuk melakukan pertemuan dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sumatera Utara di Polda Sumut, Sabtu (30/7/2016).

“Kapolda untuk sementara waktu akan tinggal di Tanjungbalai,” ungkap Tito, Sabtu (30/7/2016).(baca juga:Rusuh di Tanjungbalai: Meliana dan Tujuh Penjara Masih Diperiksa Polisi)

Tito mengatakan kerusuhan yang terjadi di Tanjungbalai merupakan masalah individu yang hodup bertetangga. Tito menegaskan Sumatera Utara sebagai tempat toleransi umatberagama harus dipertahankan.

“Masyarakat diharapkan tidak terprovokasi, karena ini persoalan individu. Juga hendaknya berpikiran jernih dalam menyikapi masalah ini. Ini persoalan antarindividu yang bertetangga,” ujarnya.

Sebelumnya, Tito mengatakan beberapa cara dilakukan agar kerusuhan tidak meluas dan situasi kondusif terjaga.

Pertama, ia telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuka agama di Polda Sumut dan meminta mereka menjaga situasi aman dan tidak menyebar di wilayah lainnya.

Kedua, dalam hal penegakan hukum telah dilakukan dengan menangkap 7 orang.

“Ketiga, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Raden Budi Winarso untuk sementara waktu akan tinggal di Tanjungbalai dan memimpin langsung pengaman di lokasi dengan memperkuat pasukan Brimob yang dibantu pasukan TNI,” tutupnya.

Sebelumnya, kerusuhan massa terjadi di Tanjungbalai Sumatera Utara pada Sabtu (30/7) dinihari.

Sekelompok massa merusak sejumlah vihara, klenteng dan bangunan yayasan sosial, bahkan delapan unit mobil juga dibakar.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 01:37 WIB

Gerakan Indonesia shalat subuh berjamaah kembali dideklarasikan di At Tin – TMII

Setelah dicetuskan pada Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-19 di Stadion Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta Utara pada Sabtu (19/8) ...
Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 00:34 WIB

Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi

Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil truk pikap yang mencurigakan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam. ...
Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik
Pendidikan - Selasa, 26 September 2017 - 00:06 WIB

Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung berpesan setelah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, keinginan para mahasiswa dan orang tua ...
Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad
Peristiwa - Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk ...
Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 23:16 WIB

Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah ...
IKM perlu manfaatkan platform digital
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 22:31 WIB

IKM perlu manfaatkan platform digital

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk sebesar 250 juta lebih jiwa, sekitar 93,4 juta ...