Kamis, 23 Maret 2017 | 09.11 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rusuh di Tanjungbalai: Kapolri Lacak Penyebar Isu Provokasi

Rusuh di Tanjungbalai: Kapolri Lacak Penyebar Isu Provokasi

Minggu, 31 Juli 2016 - 14:43 WIB

IMG-16448

Salah satu status yang diduga berbau provokatif, yang diminta oleh pemilik akun Zulyandi Irfan Nasution untuk ditangkap.

Jakarta, kini.co.id – Situasi di Kota Tanjungbalai sudah kondusif. Namun, kerusuhan berbau SARA yang sempat terjadi di Tanjungbalai, Sumut, menjadi perdebatan di media sosial. Bahkan, sejumlah pemilik akun di media sosial, membuat status bernada provokatif.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengimbau masyarakat tak menyebar isu tak jelas di media sosial. Selain itu, Tito juga mengatakan, akan melacak pelaku penyebaran isu provokasi.

“Saya imbau kepada netizen tolong jangan sebarkan isu negatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Kasihan masyarakat dan rakyat kalau terprovokasi,” tegas Kapolri Jenderal Tito di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (31/7/2016).

Tito menegaskan, siapa saja yang memprovokasi masyarakat dengan isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan, maka bisa dikenakan sanksi pidana.(baca juga:Rusuh di Tanjungbalai: Kapolri Bersumpah Buru Penyebar Isu Negatif di Sosmed)

“Bukan hanya tanggung jawab hukum, tapi juga tanggung jawab sosial dan kepada Tuhan. Jadi kita akan melacak kalau ada yang melakukan peyebaran isu provokasi”,ujarnya.

Tito juga mengimbau masyarakat Sumut, khususnya Tanjungbalai dan Karo untuk menjaga kekompakan.

“Toleransi umat beragama antar warga selama ini sudah sangat bagus. Salah satu barometer kerukunan umat beragama ada di Sumut”,tegas Tito.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...