Sabtu, 18 November 2017 | 17.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rusuh di Tanjungbalai: Polri Turunkan Tim Cyber Crime

Rusuh di Tanjungbalai: Polri Turunkan Tim Cyber Crime

Reporter : Rakisa | Minggu, 31 Juli 2016 - 21:42 WIB

IMG-16457

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar

Jakarta, kini.co.id – Polisi menurunkan Tim Cyber Crime untuk mem‎buru penyebar informasi provokatif melalui media sosial (medsos), terkait kerusuhan di Kota Tanjungbalai yang menyebabkan rusaknya rumah, dua vihara dan delapan kelenteng, pada Sabtu (30/7/2016), dinihari.

“Pelaku menyebarkan berita provokatifnya lewat Facebook ya, kita terus selidiki siapa yang punya akunnya”,kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016).

Menurutnya, butuh Tim Cyber Crime untuk mengetahui, apakah akun infromasi provokatif itu, satu orang atau lebih.(baca juga:Rusuh di Tanjungbalai: Kapolri Lacak Penyebar Isu Provokasi)

Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan, insiden kerusuhan yang berujung pembakaran dan perusakan sejumlah rumah ibadah di Tanjung Balai akibat adanya provokasi yang tersebar secara viral di media sosial.

Usai meninjau lokasi kerusuhan di Tanjung Balai, Tito menjelaskan kerusuhan awalnya terjadi karena kesalahpahaman antartetangga yang dipicu pengeras suara dari salah satu masjid di sana.

Saat pihak yamg bertikai sedang didamaikan, tiba-tiba massa bergerak untuk melakukan perusakan karena mendapatkan informasi bersifat provokatif melalui media sosial.

“Nah, saat di polsek beredarlah pesan di media sosial yang berbau provokatif. Kemudian warga ramai secara sporadis melakukan aski kekerasan, ‎khususnya pembakaran di ada tiga rumah kalau tidak salah, kemudian ada kendaraan,” papar Tito.

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...