Kamis, 19 Januari 2017 | 09.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Rusuh di Tanjungbalai: 2 Akun Facebook Lakukan Hate Speech

Rusuh di Tanjungbalai: 2 Akun Facebook Lakukan Hate Speech

Senin, 1 Agustus 2016 - 03:29 WIB

IMG-16462

Kapolres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan

Tanjungbalai, kini.co.id – Kepala Polres Tanjungbalai AKBP Ayep Wahyu Gunawan mengungkapan, ada dua akun di Facebook yang terindikasi melakukan hate speech (ujaran kebencian), terkait rusuh massa, yang menyebabkan terbakarnya vihara dan kelenteng di Kota Tanjungbalai, Jumat (29/7/2016) malam.

“Team Cyber Crime Subdit 2 dipimpin oleh AKBP Dedy K sejak tadi malam sudah bergabung dalam penanganan kerusuhan Tanjungbalai. Tim juga berkoordinasi dengan Reskrim Umum dan Intel baik Polda dan Polres untuk mendapat informasi dan data awal”,katanya, Minggu (31/7/2016) malam.

Hasil sementara, lanjutnya, ada dua akun Facebook yang diduga kuat melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Sejumlah akun lainnya masih dalam penyelidikan.

“Adapun proses selanjutnya adalah mengcapture pemilik akun Facebook yang diduga melakukan hate speech (ujaran kebencian). Selain meng-capture semua akun Facebook yang memberi comment menyangkut hate speech, kemudian melakukan profiling dan mengidentifikasi setiap pemilik akun Facebook terkait hate speech SARA”,jelasnya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengaku, Polisi menurunkan Tim Cyber Crime untuk mem‎buru penyebar informasi provokatif melalui media sosial (medsos), terkait kerusuhan di Kota Tanjungbalai yang menyebabkan rusaknya rumah, dua vihara dan delapan kelenteng.(baca juga:Rusuh di Tanjungbalai: Polri Turunkan Tim Cyber Crime)

“Pelaku menyebarkan berita provokatifnya lewat Facebook ya, kita terus selidiki siapa yang punya akunnya”,kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (31/7/2016).

Menurutnya, butuh Tim Cyber Crime untuk mengetahui, apakah akun infromasi provokatif itu, satu orang atau lebih

Editor: Andi

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...