Senin, 27 Maret 2017 | 09.40 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>IPW Kecam Rencana Polri Panggil Hariz Azhar

IPW Kecam Rencana Polri Panggil Hariz Azhar

Reporter : Rakisa | Rabu, 3 Agustus 2016 - 16:35 WIB

IMG-16487

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar.

Jakarta, kini.co.id – salah satu lembaga independen yang giat mengawasi Polisi Republik Indonesia (Polri), Indonesia Police Watch (IPW), mengecam keras rencana pemanggilan Haris Azhar Cantona, koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindakan Kekerasan, sehubungan nyanyian Freddy Budiman.

Fredy adalah salah satu terpidana yang telah dieksekusi mati beberapa hari lalu karena terbukti sebagai salah sati gembong narkoba.

Seperti diketahui, Haris menyebarkan pengakuan Fredy di media sosial terkait keterlibatan beberapa lembaga tinggi negara dalam kasus Fredy. Pengakuan tersebut disebarkan Haris pasca pertemuannya dengan gemobong tersebut sebelum Fredy dieksekusi tanggal 29 Juli lalu.

Dalam siaran pers yang diterima KiniNEWS, Rabu, (04/08/2016) dan ditandatangai Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, IPW menilai pemanggilan terhadap Haris tidak memiliki dasar hukum. Selain itu, langkah tersebut juga sarat menunjukkan arogansi Polri yang anti kritik serta tidak mau berubah atau tidak mau melakukan revolusi mental.

Sementara itu, mereka juga menyayangkan jiak dalam tubuh Polri, jumlah anggota yang terlibat narkoba terus bertambah.

Rencana pemanggilan itu sendiri sehubungan adanya laporan institusi tertentu, terhadap Haris. Namun dalam siran pers tersebut, tidak disebutkan nama istitusi terkait.

Lalu, adapun pasal yang menjerat kordinator Kontras tersebut, pasal 310 ayat (1) KUHP mengenai pencemaran nama baik berbunyi, “barangsiapa sengaja merusak kehormatan atau nama baik seseorang dengan jalan menuduh dst”.

“Pasal ini menjelaskan bahwa arti dari menghina adalah menyerang kehormatan dan nama baik seseorang. Dalam kasus Freddy, Haris tidak pernah menyebut nama seseorang sehingga tidak ada nama baiknya yang dirusak”, demikian ditulis.

Selain itu, begitu juga Pasal 207 KUHP menegaskan; “barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum dst”.

“Pertanyaannya kemudian, apakah rangkaian kata-kata yang dipergunakan Haris bersifat menghina?”

“Bukankah Haris hanya memaparkan agar ada perbaikan moralitas atau revolusi mental di jajaran aparatur sehingga peredaran narkoba di negeri ini bisa benar-benar diberantas”, lanjut mereka.

Maka dari itu, IPW berharap pemerintah justru harus berterimakasih kepada Haris yang mau membuka pengakuan Freddy. Meskipun pengakuan itu tanpa bukti, tapi apa yang dipaparkan Haris sudah menjadi rahasia umum yang harus dihentikan pemerintah, agar aparaturnya tidak bermain-main lagi dengan narkoba maupun bandar narkoba, mengingat negeri ini sudah sangat darurat narkoba.

“Ketimbang memeriksa Haris, Polri dan BNN lebih baik memeriksa oknum BNN yang mendatangi Freddy ke Nusakambangan dan ‘mengutakatik’ cctv”, lanjut mereka.

Mereka mengklaim bahwa banyak saksi yang melihat kedatangan oknum itu dan cctv yang bisa menjadi barang bukti, untuk kemudian kekayaan oknum bersangkutan ditelusuri, apakah ada kaitannya dengan Freddy. Bagaimana pun aksi kolusi para bandar narkoba dengan aparatur harus diperangi.

“Polri harus menjadi ujung tombaknya. Dengan membungkam Haris sama artinya Polri melindungi oknum-oknum yang memanfaatkan institusinya untuk berkolusi dengan bandar narkoba dan memperkaya diri”, punkas mereka. (Yulius Aj).

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:58 WIB

Wah, Ini Rupanya Alasan Ridho Rhoma Konsumsi Sabu

Kapolres Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Roycke Harry Langie menyebutkan alasan pedangdut Ridho Rhoma mengkonsumsi narkoba jenis sabu. "Itu kan ...
Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 20:45 WIB

Iwan Bule Datangi Lokasi Pembangunan Gereja Santa Clara

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochammad Iriawan, menyambangi pembangunan Gereja Katolik Santa Clara yang berada di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan ...
Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:27 WIB

Pemuda 24 Tahun Tabrak Polisi Hingga Tewas

Pengemudi mobil Honda CRV bernomor polisi H 168 DL, Nicolas Dicky Lopaz menabrak seorang petugas kepolisian Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, ...
BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba
Peristiwa - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:16 WIB

BNN : Bupati Saja bisa Terlibat Narkoba

Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Ricky Yanuarfi menyebutkan penangkapan artis karena narkoba bukan hal aneh. ...
Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 19:01 WIB

Ojek Pangkalan dan Online Jalin Silaturahmi

Kepolisian Resort Metro Bekasi Kota bersama Pemkot Kota Bekasi mengundang perwakilan pengemudi ojek pangkalan dan pengemudi ojek 'online'. Mereka dikumpulkan ...
Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 18:47 WIB

Awas, Lelaki Lebih Mudah Bunuh Diri

Pengamat psikologi sosial dan budaya Universitas Indonesia Endang Mariani Rahayu menyebutkan stres adalah alasan yang membuat seseorang nekat mengakhiri hidup ...