Kamis, 23 Februari 2017 | 05.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Komisi III: TNI dan BNN Lebih Baik Klarifikasi Terlebih Dahulu

Komisi III: TNI dan BNN Lebih Baik Klarifikasi Terlebih Dahulu

Rabu, 3 Agustus 2016 - 17:05 WIB

IMG-16493

Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar.

Jakarta, kini.co.id – Anggota Komisi III DPR RI, Teuku Taufiqulhadi, mengatakan ada baiknya TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tak meresponnya dengan menempuh melalui jalur hukum.

Hal ini diungkapkan terkait testimoni gembong Narkoba, Ferddy Budiman “Cerita Busuk Seorang Bandit” yang di unggah oleh Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar.

“Tapi pada tingkat awal ini, baiknya polisi tidak terlalu cepat memproses dalam kaitan langkah hukum,” ujar Teuku saat dihubungi, Rabu (3/8/2016).

Lebih lanjut Apabila Taufiqulhadi mengatakan, jika ketiga instansi tersebut terburu-buru memproses postingan testimoni Freddy Budiman itu sebagai pencemaran nama baik, bisa dikawatirkan akan menjadi boomerang bagi mereka di mata masyarakat.

“Terburu-buru memprosesnya sebagai kasus pencemaran nama baik, itu tidak akan menyelesaikan persoalan. Publik akan menafsirkan yang bukan- bukan,” jelasnya.

Dia juga menambahkan jika langkah yang diambil untuk klarifikasi, itu lebih baik untuk mencari fakta dukungan yang lebih jauh. paska tiga instansi tersebut disebut terlibat dalam peredaran narkoba di Indonesia dalam testimoni yang di unggah Haris tersebut.

“Tapi jika situasi klarifikasi tadi juga mendapatkan fakta dukungan lebih jauh, maka tentu saja kami peisilahkan polisi dan BNN untuk mengambil jalan lain,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat
Hukum - Rabu, 22 Februari 2017 - 22:29 WIB

Patrialis Akbar Tegaskan Tak Ada Hakim Lain yang Terlibat

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar membantah ada keterlibatan hakim lain dalam kasus yang menjeratnya.Menurutnya, kasus penerimaan suap atas Undang-undang ...
Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur
Ekonomi - Rabu, 22 Februari 2017 - 19:07 WIB

Lion Air Buka Rute Baru Solo-Kuala Lumpur

Maskapai Penerbangan Lion Air akan membuka dua rute baru dari Solo ke Kuala Lumpur, Malaysia dengan frekuensi terbang sebanyak satu ...
Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 17:40 WIB

Aparat Keamanan Harus Ambil Sikat dengan Iwan Bopeng

Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, Abdurrahman Suhaimi meminta aparatur keamanan segera mengambil sikap atas aksi intimidasi Fredy Tahuney alias Iwan ...
Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama
Nasional - Rabu, 22 Februari 2017 - 16:28 WIB

Kapolda Metro Jaya Bantah Kriminalisasi Ulama

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan mengklaim tak pernah melakukan kriminalisasi para ulama. Berbeda dengan tuduhan pimpinan Front ...
Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR
Politik - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:52 WIB

Mendagri Rela Dipecat Demi Ahok, Ini Kata DPR

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo yang tidak menggubris status hukum Ahok sebagai tersangka penistaan agama menuai komentar dari ...
Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada
Peristiwa - Rabu, 22 Februari 2017 - 15:10 WIB

Sinabung Awas, 15 Gunung Lainnya Waspada

Gunung-gunung api di Indonesia hingga saat ini masih menggeliat. Bahkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini ada ...