Kamis, 23 Maret 2017 | 09.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Bareskrim Undang Perwakilan Facebook, Twitter dan Google

Bareskrim Undang Perwakilan Facebook, Twitter dan Google

Undangan Ini Terkait Pembahasan Akun Medsos Meresahkan,

Kamis, 4 Agustus 2016 - 09:47 WIB

IMG-16496

Logo Facebook, Twitter, Google.

Jakarta, kini.co.id – Maraknya konten media sosial yang mengandung hate speech atau ujaran kebencian termasuk pencemaran nama baik dan SARA. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menggelar pertemuan dengan perwakilan pihak jejaring sosial seperti Facebook, Twitter daan Google.

Pertemuan yang berlangsung di Bareskrim itu dalam rangka mencari solusi bersama dengan maraknya postingan media sosial yang bisa membahayakan dan timbulnya tindak pidana.

Demikian hal itu disampaikan Dir Tipid Eksus Bareskrim Polri Brigadir Jendral Agung Setya, Rabu (3/8)/2016) di Mabes Polri.

“Kita mengundang perwakilan media sosial membahas maraknya ujaran kebencian yang mengandung pencemaran nama baik maupun ujaran kebencian dan SARA,” jelas Agung.

Agung menjelaskan pertemuan juga membahas khusus mengenai tulisan di akun media sosial yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan keamanan.

“Pada kesempatan tersebut penyedia medsos menyampaikan bahwa akan menyediakan “chanel” agar masyarakat dapat melaporkan akun-akun yang mengupload/menulis hal-hal yang memiki muatan tindak pidana,” jelas Agung.

Agung melanjutkan nantinya penyedia Medsos juga menyediakan “chanel khusus” yang diperuntukkan bagi pemerintah dan penegak hukum.

“Sehingga penegak hukum dapat menerima informasi terkait siapa pemilik/yang menggunakan akun tersebut,” tegas Agung.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...