Rabu, 24 Januari 2018 | 06.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kontraksi, Bisnis Properti Tertekan di 2016

Kontraksi, Bisnis Properti Tertekan di 2016

Senin, 8 Agustus 2016 - 09:12 WIB

IMG-16515

Bisnis properti. Ist

Jakarta, kini.co.id – Maraknya pengembang yang membangun produk propertinya membuat masyarakat berhati-hati dalam membelanjakan uangnya di sektor ini.

Hasilnya, bisnis ini mengalami tekanan selama tahun 2016. Sebab keseimbangan antara pasokan dan permintaan menjadi terganggu.

“Pasar properti di Indonesia mengalami kontraksi dua tahun belakangan ini. Hal tersebut ditandai dengan banyaknya pengembang yang secara masif membangun produk-produk propertinya,” kata Tanto Kurniawan dikutip dari Okezone, Senin (8/8/2016).

Penulis buku ‘Cash Flow is KING’ ini mengatakan kejadian itu tidak bisa dihindari, sehingga sejak akhir 2015 hingga kuartal pertama 2016 bisnis properti di Indonesia mengalami tekanan yang cukup luar biasa.

Selain itu, kontraksi juga terlihat dari laporan keuangan bisnis properti yang tidak mencapai target.

Faktor lain juga adanya pembatasan dari bank untuk beri kredit pada pengembangan dari bisnis properti tersebut.

“Kita lihat juga ekonomi Indonesia beberapa tahun belakangan ini masih terdampak dari krisis ekonomi global,” kata Tanto yang juga menjabat sebagai Komisaris PT Mandiri Mega Jaya, anak usaha dari pengembang Hanson International itu.

-0-

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...