Kamis, 19 Januari 2017 | 09.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Testimoni Fredy Budiman, BNN Garap Mantan Kalapas Nusakambangan

Testimoni Fredy Budiman, BNN Garap Mantan Kalapas Nusakambangan

Senin, 8 Agustus 2016 - 12:00 WIB

IMG-16519

Ist

Jakarta, kini.co.id – Menindaklanjuti validitas testimoni gembong narkoba yang telah dihukum mati Ferddy Budimaa, penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) akan memeriska mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Liberty Sitinjak.

Sebelumnya Sitinjak mengatakan bahwa ada oknum BNN yang meminta CCTV di sel Freddy untuk dicopot. Pengakuan tersebut membuat BNN dan Menkumham melakukan investigasi.

“Betul, Mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Sitinjak, akan diperiksa oleh penyidik Badan Narkotika Nasional,” ujar Kadiv Humas BNN, Slamet Pribadi, Senin (8/8/2016).

Manurut Slamet, Sitinjak akan diperiksa terkait dugaan keterlibatan petugas BNN dalam peredaran narkotika yang dilakukan terpidana mati, Freddy Budiman.

Koordinator Kontras, Haris Azhar sebelumnya mengungkapkan sejumlah hal yang pernah diceritakan Freddy Budiman.

Salah satu hal yang diceritakan terpidana mati kasus narkotika yang sudah dieksekusi itu adalah soal keterlibatan oknum aparat keamanan, baik kepolisian, TNI, maupun BNN dalam jaringan narkoba yang dijalaninya.

Selain itu, Haris juga mengungkapkan, soal dugaan oknum BNN yang meminta agar kamera pengawas atau CCTV di sel Freddy di Lapas Batu, Nusakambangan dicopot. Hal itu berdasarkan cerita Kalapas Batu, Liberty Sitinjak.

‎Sitinjak pernah bercerita beberapa kali diminta pejabat BNN yang sering berkunjung ke Nusakambangan. Dia meminta agar mencabut dua kamera yang mengawasi ‎Freddy Budiman tersebut.

“‎Saya menganggap ini aneh, hingga muncul pertanyaan, kenapa pihak BNNberkeberatan adanya kamera yang mengawasi Freddy Budiman? Bukankah status Freddy Budiman sebagai penjahat kelas “kakap” justru harus diawasi secara ketat? Pertanyaan saya ini terjawab oleh cerita dan kesaksian Freddy Budiman s‎endiri,” ujar Haris belum lama ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...