Kamis, 19 Januari 2017 | 15.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Nyangkut Kasus Suap Gatot, DPW PAN Sumut Akan Beri Bantuan Hukum Anggotanya

Nyangkut Kasus Suap Gatot, DPW PAN Sumut Akan Beri Bantuan Hukum Anggotanya

Senin, 8 Agustus 2016 - 13:44 WIB

IMG-16527

Ist

Medan, kini.co.id – Kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujonugroho terus bergulir dan menyeret satu per pastu politisi di lingkungan DPRD Sumut.

Tak terkecuali 2 anggota Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hussein dan Parluhutan Siregar yang kini sedang ditahan KPK.

Dalam hal ini, DPW PAN Sumut mengaku akan segera menjenguk kedua anggotanya tersebut untuk menguatkan secara mental.

“Kami tentu terkejut dan prihatin, kami akan jenguk untuk menguatkan beliau,” ujar DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap, Senin (8/8/2016).

Menurut Yahdi, pihaknya juga akan memberikan bantuan hukum apabila dibutuhkan oleh kedua kader yang kini masih berstatus anggota DPRD Sumut tersebut.

“Kita masih menunggu keputusan DPP PAN sebelum mengambil langkah,” katanya.

Sebelumnya, Zulkifli Husien dan Parluhutan Siregar bersama lima anggota DPRD Sumut lainnya yang juga berstatus tersangka, yakni Muhammad Affan (PDIP), Zulkifli Effendi Siregar (Hanura), Guntur Manurung (Demokrat), Bustami HS (PPP) dan Budiman Nadapdap (PDIP) ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan kedua di Gedung KPK Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Jumat lalu.

Ketujuhnya diduga menerima hadiah atau janji dari Gatot Pujo Nugroho saat masih sebagai Gubernur Sumut terkait pengesahan sejumlah APBD dan LKPJ Sumut serta pembatalan hak interpelasi.

Tersangka Muhammad Affan, Guntur Manurung dan Parluhutan Siregar ditahan di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan Bustami HS, Budiman Nadapdap dan Zulkifli Effendi Siregar ditahan di Rumah Tahanan Negara Klas I Salemba, Jakarta Pusat. Sementara itu, Zulkifli Husein ditahan di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Timur.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...