Kamis, 23 Maret 2017 | 11.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Nyangkut Kasus Suap Gatot, DPW PAN Sumut Akan Beri Bantuan Hukum Anggotanya

Nyangkut Kasus Suap Gatot, DPW PAN Sumut Akan Beri Bantuan Hukum Anggotanya

Senin, 8 Agustus 2016 - 13:44 WIB

IMG-16527

Ist

Medan, kini.co.id – Kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujonugroho terus bergulir dan menyeret satu per pastu politisi di lingkungan DPRD Sumut.

Tak terkecuali 2 anggota Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hussein dan Parluhutan Siregar yang kini sedang ditahan KPK.

Dalam hal ini, DPW PAN Sumut mengaku akan segera menjenguk kedua anggotanya tersebut untuk menguatkan secara mental.

“Kami tentu terkejut dan prihatin, kami akan jenguk untuk menguatkan beliau,” ujar DPW PAN Sumut Yahdi Khoir Harahap, Senin (8/8/2016).

Menurut Yahdi, pihaknya juga akan memberikan bantuan hukum apabila dibutuhkan oleh kedua kader yang kini masih berstatus anggota DPRD Sumut tersebut.

“Kita masih menunggu keputusan DPP PAN sebelum mengambil langkah,” katanya.

Sebelumnya, Zulkifli Husien dan Parluhutan Siregar bersama lima anggota DPRD Sumut lainnya yang juga berstatus tersangka, yakni Muhammad Affan (PDIP), Zulkifli Effendi Siregar (Hanura), Guntur Manurung (Demokrat), Bustami HS (PPP) dan Budiman Nadapdap (PDIP) ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan kedua di Gedung KPK Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan pada Jumat lalu.

Ketujuhnya diduga menerima hadiah atau janji dari Gatot Pujo Nugroho saat masih sebagai Gubernur Sumut terkait pengesahan sejumlah APBD dan LKPJ Sumut serta pembatalan hak interpelasi.

Tersangka Muhammad Affan, Guntur Manurung dan Parluhutan Siregar ditahan di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Pusat, sedangkan Bustami HS, Budiman Nadapdap dan Zulkifli Effendi Siregar ditahan di Rumah Tahanan Negara Klas I Salemba, Jakarta Pusat. Sementara itu, Zulkifli Husein ditahan di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Timur.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...