Sabtu, 18 November 2017 | 17.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ketua DPR Sayangkan Sikap Polisi Anarkis Pukul Penjaga Warnet di Medan

Ketua DPR Sayangkan Sikap Polisi Anarkis Pukul Penjaga Warnet di Medan

Senin, 8 Agustus 2016 - 14:36 WIB

IMG-16529

Polisi tertangkap kamera CCTV memukul penjaga warnet. Ist

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPR RI Ade Komarudin menyayangkan sikap seorang aparat kepolisian yang memukul penjaga warnet di Medan beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Akom ini, aksi pemukulan oleh anggota polisi tersebut tidak boleh dibenarkan. Seyogyanya mengatasi masalah harus dengan cara dialog bukan anarkisme.

“Kita harus lihat perkaranya secara utuh, ya. Polisinya kan sebenarnya mau bersihkan warnet dari anak sekolah yang bolos. Tapi memang tindakan pemukulan terhadap penjaga warnet tersebut tidak boleh dibenarkan.

Sebaiknya kedua belah pihak berdialog untuk mencari jalan damai. Kita tidak setuju anak anak dibiarkan main di warnet pada jam sekolah, dan kita juga tidak suka polisi yang menindak dengan kekerasan,” ujar Akom kepada wartawan, Senin (8/8/2016).

Mengatasi kenakalan anak sekolahan tersebut kata Akom menjadi peran ketua RT setempat dan orang tua untuk memberikan disiplin yang benar terhadap anak dan pelaku usaha warnet di lingkungan RT-nya.

Lanjut Akom, Ketua RT harus berkoordinasi dengan orangtua setempat untuk menyatakan keberatan warnet dibuka untuk anak-anak sekolah di jam-jam sekolah.

“Pengaturan seperti itu tidak harus selalu formal. Tapi dengan membangun komunikasi antara warga dengan para pemilik warnet. Kalau tidak diindahkan baru bisa koordinasi dengan pihak keamanan dan pemberi izin usaha,” jelasnya.

Sementara itu Akom meminta fenomena warnet yang menjamur sebagai game centre (pusat bermain game online) harus pula diatur agar fasilitas internet digunakan untuk tujuan komunikasi dan edukasi yang lebih baik.

“Untuk kepala kepala daerah yang mengurusi wilayah perkotaan, saya menghimbau dibuatkan program-program edukasi yang menarik minat anak dan remaja yang menggunakan internet. Jadi warnet tidak melulu buat main. Sekali sekali boleh, kalau ketagihan itu yang tidak baik,” tandasnya.

Kemudian Akom juga mengingatkan para kepala kepolisian di daerah untuk mengedukasi anak buahnya agar menjadi lebih humanis. Pendekatan penertiban masyarakat harus bernuansa pendispilinan ketimbang penghukuman.

“Coba kalau apel pagi itu anak anak buah diingatkan. Bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat sipil yang bertugas menjaga keteriban dan kemanan bersama. Jadi, pendekatannya mendisiplinkan, menggugah kesadaran, bukan menghukum,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...