Jumat, 21 Juli 2017 | 15.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Ketua DPR Sayangkan Sikap Polisi Anarkis Pukul Penjaga Warnet di Medan

Ketua DPR Sayangkan Sikap Polisi Anarkis Pukul Penjaga Warnet di Medan

Senin, 8 Agustus 2016 - 14:36 WIB

IMG-16529

Polisi tertangkap kamera CCTV memukul penjaga warnet. Ist

Jakarta, kini.co.id – Ketua DPR RI Ade Komarudin menyayangkan sikap seorang aparat kepolisian yang memukul penjaga warnet di Medan beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Akom ini, aksi pemukulan oleh anggota polisi tersebut tidak boleh dibenarkan. Seyogyanya mengatasi masalah harus dengan cara dialog bukan anarkisme.

“Kita harus lihat perkaranya secara utuh, ya. Polisinya kan sebenarnya mau bersihkan warnet dari anak sekolah yang bolos. Tapi memang tindakan pemukulan terhadap penjaga warnet tersebut tidak boleh dibenarkan.

Sebaiknya kedua belah pihak berdialog untuk mencari jalan damai. Kita tidak setuju anak anak dibiarkan main di warnet pada jam sekolah, dan kita juga tidak suka polisi yang menindak dengan kekerasan,” ujar Akom kepada wartawan, Senin (8/8/2016).

Mengatasi kenakalan anak sekolahan tersebut kata Akom menjadi peran ketua RT setempat dan orang tua untuk memberikan disiplin yang benar terhadap anak dan pelaku usaha warnet di lingkungan RT-nya.

Lanjut Akom, Ketua RT harus berkoordinasi dengan orangtua setempat untuk menyatakan keberatan warnet dibuka untuk anak-anak sekolah di jam-jam sekolah.

“Pengaturan seperti itu tidak harus selalu formal. Tapi dengan membangun komunikasi antara warga dengan para pemilik warnet. Kalau tidak diindahkan baru bisa koordinasi dengan pihak keamanan dan pemberi izin usaha,” jelasnya.

Sementara itu Akom meminta fenomena warnet yang menjamur sebagai game centre (pusat bermain game online) harus pula diatur agar fasilitas internet digunakan untuk tujuan komunikasi dan edukasi yang lebih baik.

“Untuk kepala kepala daerah yang mengurusi wilayah perkotaan, saya menghimbau dibuatkan program-program edukasi yang menarik minat anak dan remaja yang menggunakan internet. Jadi warnet tidak melulu buat main. Sekali sekali boleh, kalau ketagihan itu yang tidak baik,” tandasnya.

Kemudian Akom juga mengingatkan para kepala kepolisian di daerah untuk mengedukasi anak buahnya agar menjadi lebih humanis. Pendekatan penertiban masyarakat harus bernuansa pendispilinan ketimbang penghukuman.

“Coba kalau apel pagi itu anak anak buah diingatkan. Bahwa polisi adalah bagian dari masyarakat sipil yang bertugas menjaga keteriban dan kemanan bersama. Jadi, pendekatannya mendisiplinkan, menggugah kesadaran, bukan menghukum,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut
Hukum - Jumat, 21 Juli 2017 - 14:53 WIB

Kapolda Diganti, Kasus Habib Rizieq Tetap Diusut

Meski Kapolda Metro Jaya diganti, Mabes Polri memastikan penyidikan kasus Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tetap berjalan.Kepala ...
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...