Selasa, 21 Februari 2017 | 21.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bikin Geram Emak-emak, Bikini Tak Punya Izin Edar

Bikin Geram Emak-emak, Bikini Tak Punya Izin Edar

Senin, 8 Agustus 2016 - 16:21 WIB

IMG-16535

Makanan ringan Bikini. Ist

Medan, kini.co.id – Kemunculan makanan ringan Bihun Kekinian (Bikini) langsung merebak di berbagai media sosial. Pasalnya packaging dari makanan berupa mie kering itu menjurus ke pornografi.

Hal itu bisa dilihat dari gambar bikini di kemasannya ditambah dengan tag line “Remas aku”. Jelas makanan itu tidak pantas berada di lingkungan anak-anak sebab menjurus ke pronografi.

“Bikin rusak pikiran anak-anak. Perlu ditokok dan dilempar ini yang buat kemasan kayak gini,” kata Rani, seorang ibu di Medan. Ia pun mengatakan belum pernah menjumpai secara langsung produk itu.

“Memang masih di Jakarta. Tapi jangan lah sampai Medan. Maunya pemerintah mengawasi ketat produk-produk yang begini agar tidak lolos ke anak-anak. Apalagi makanan ini tak punya izin edar kan,” ketusnya geram.

Diketahui, setelah marak tersebar di media sosial, Badan POM segera memberi klarifikasi bahwa Bikini tak punya izin edar.

Produk makanan ringan “Bihun Kekinian” produksi Cemilindo-Bandung-Indonesia yang dijual secara online (Whatsapp, Instagram, dan LINE) tidak terdaftar di Badan POM (tidak memiliki izin edar MD/ML atau PIRT).

Kemasan produk makanan ringan tersebut menjurus ke arah pornografi. Badan POM menginstruksikan kepada seluruh pelaku usaha baik produsen maupun penjual untuk tidak memproduksi dan/atau mengedarkan produk pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Badan POM telah menginstruksikan kepada Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk melakukan penelusuran, pemantauan terhadap produk tersebut baik diperedaran maupun media online dan melakukan pengamanan Badan POM menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan yang dijual secara online.

Pastikan produk yang dibeli telah memiliki nomor izin edar dan aman untuk dikonsumsi.    Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
SMK Ananda Bekasi Siap Laksanakan UNBK
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 21:27 WIB

SMK Ananda Bekasi Siap Laksanakan UNBK

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ananda yang berada di Jalan Prof. M Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Siap melaksanakan ...
Tandon kota Bekasi belum Berfungsi Optimal
Nasional - Selasa, 21 Februari 2017 - 20:59 WIB

Tandon kota Bekasi belum Berfungsi Optimal

Seluruh proyek kolam retensi atau tandon yang dibangun sejak 2015 hingga 2016 di wilayah Kota Bekasi hingga kini belum berfungsi ...
Nyali Habib Rizieq Dianggap Rontok Terbantahkan !
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 20:18 WIB

Nyali Habib Rizieq Dianggap Rontok Terbantahkan !

Kehadiran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ditengah-tengah massa ratusan ribu aksi 212 jilid II di DPR, ...
Banjir Jakarta, PKS Minta Masyarakat Tidak Menyalahkan Siapapun
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 19:49 WIB

Banjir Jakarta, PKS Minta Masyarakat Tidak Menyalahkan Siapapun

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mohamad Sohibul Iman mengimbau kepada semua lapisan masyarakat untuk tidak menyalahkan siapa pun terhadap bencana ...
Habib Rizieq Ajak Massa Jihad Bela Negara, Bela Islam dan NKRI
Peristiwa - Selasa, 21 Februari 2017 - 19:19 WIB

Habib Rizieq Ajak Massa Jihad Bela Negara, Bela Islam dan NKRI

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang hadir disela kerumunan massa memberikan orasinya dihadapan massa Forum Umat ...
Anggota Komisi III: Bohong Kalau Tak Ada Kriminalisasi Ulama
Hukum - Selasa, 21 Februari 2017 - 19:09 WIB

Anggota Komisi III: Bohong Kalau Tak Ada Kriminalisasi Ulama

Desakan agar terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh puluhan ribu massa aksi ...