Senin, 21 Agustus 2017 | 15.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bikin Geram Emak-emak, Bikini Tak Punya Izin Edar

Bikin Geram Emak-emak, Bikini Tak Punya Izin Edar

Senin, 8 Agustus 2016 - 16:21 WIB

IMG-16535

Makanan ringan Bikini. Ist

Medan, kini.co.id – Kemunculan makanan ringan Bihun Kekinian (Bikini) langsung merebak di berbagai media sosial. Pasalnya packaging dari makanan berupa mie kering itu menjurus ke pornografi.

Hal itu bisa dilihat dari gambar bikini di kemasannya ditambah dengan tag line “Remas aku”. Jelas makanan itu tidak pantas berada di lingkungan anak-anak sebab menjurus ke pronografi.

“Bikin rusak pikiran anak-anak. Perlu ditokok dan dilempar ini yang buat kemasan kayak gini,” kata Rani, seorang ibu di Medan. Ia pun mengatakan belum pernah menjumpai secara langsung produk itu.

“Memang masih di Jakarta. Tapi jangan lah sampai Medan. Maunya pemerintah mengawasi ketat produk-produk yang begini agar tidak lolos ke anak-anak. Apalagi makanan ini tak punya izin edar kan,” ketusnya geram.

Diketahui, setelah marak tersebar di media sosial, Badan POM segera memberi klarifikasi bahwa Bikini tak punya izin edar.

Produk makanan ringan “Bihun Kekinian” produksi Cemilindo-Bandung-Indonesia yang dijual secara online (Whatsapp, Instagram, dan LINE) tidak terdaftar di Badan POM (tidak memiliki izin edar MD/ML atau PIRT).

Kemasan produk makanan ringan tersebut menjurus ke arah pornografi. Badan POM menginstruksikan kepada seluruh pelaku usaha baik produsen maupun penjual untuk tidak memproduksi dan/atau mengedarkan produk pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Badan POM telah menginstruksikan kepada Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk melakukan penelusuran, pemantauan terhadap produk tersebut baik diperedaran maupun media online dan melakukan pengamanan Badan POM menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan yang dijual secara online.

Pastikan produk yang dibeli telah memiliki nomor izin edar dan aman untuk dikonsumsi.    Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:41 WIB

BURT : Gedung Baru DPR Sudah Lama Diusulkan

Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR Irma Suryani Chaniago mengungkapkan, wacana pembangunan gedung baru DPR bukanlah wacana yang datang ...
Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:38 WIB

Di BAP, Elza Syarief Sebut Setnov Ikut Menekan S Haryani

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Elza Syarief di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, ...
Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP
Hukum - Senin, 21 Agustus 2017 - 14:30 WIB

Elza Syarief Mengaku Tak Pernah Ajarkan Miryam Haryani Cabut BAP

Pengacara Elza Syarief mengaku tidak pernah mengajarkan untuk mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kepada Miryam S Haryani. Miryam merupakan terdakwa ...
JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 13:37 WIB

JK Minta Diaspora Tak Tiru Johannes Marliem

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar para Diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk tidak mencontoh tindakan Johannes Marliem yang merugikan ...
Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:55 WIB

Soal Penyidik Bertemu Komisi III DPR, Masinton Nilai KPK Lamban

Wakil Ketua Panitia Khusus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Masinton Pasaribu mempertanyakan reaksi lambat KPK soal informasi adanya penyidik ...
Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan
Politik - Senin, 21 Agustus 2017 - 12:48 WIB

Pansus Angket KPK Akan Sampaikan Empat Temuan

Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan laporan kinerja, Senin (21/8/2017) sekitar Pukul 14.00 WIB.Wakil Ketua Pansus Hak Angket KPK Masinton Pasaribu ...