Rabu, 28 Juni 2017 | 05.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Bikin Geram Emak-emak, Bikini Tak Punya Izin Edar

Bikin Geram Emak-emak, Bikini Tak Punya Izin Edar

Senin, 8 Agustus 2016 - 16:21 WIB

IMG-16535

Makanan ringan Bikini. Ist

Medan, kini.co.id – Kemunculan makanan ringan Bihun Kekinian (Bikini) langsung merebak di berbagai media sosial. Pasalnya packaging dari makanan berupa mie kering itu menjurus ke pornografi.

Hal itu bisa dilihat dari gambar bikini di kemasannya ditambah dengan tag line “Remas aku”. Jelas makanan itu tidak pantas berada di lingkungan anak-anak sebab menjurus ke pronografi.

“Bikin rusak pikiran anak-anak. Perlu ditokok dan dilempar ini yang buat kemasan kayak gini,” kata Rani, seorang ibu di Medan. Ia pun mengatakan belum pernah menjumpai secara langsung produk itu.

“Memang masih di Jakarta. Tapi jangan lah sampai Medan. Maunya pemerintah mengawasi ketat produk-produk yang begini agar tidak lolos ke anak-anak. Apalagi makanan ini tak punya izin edar kan,” ketusnya geram.

Diketahui, setelah marak tersebar di media sosial, Badan POM segera memberi klarifikasi bahwa Bikini tak punya izin edar.

Produk makanan ringan “Bihun Kekinian” produksi Cemilindo-Bandung-Indonesia yang dijual secara online (Whatsapp, Instagram, dan LINE) tidak terdaftar di Badan POM (tidak memiliki izin edar MD/ML atau PIRT).

Kemasan produk makanan ringan tersebut menjurus ke arah pornografi. Badan POM menginstruksikan kepada seluruh pelaku usaha baik produsen maupun penjual untuk tidak memproduksi dan/atau mengedarkan produk pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Badan POM telah menginstruksikan kepada Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk melakukan penelusuran, pemantauan terhadap produk tersebut baik diperedaran maupun media online dan melakukan pengamanan Badan POM menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap produk pangan yang dijual secara online.

Pastikan produk yang dibeli telah memiliki nomor izin edar dan aman untuk dikonsumsi.    Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...