Senin, 29 Mei 2017 | 01.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>WNI Diculik Lagi, Indonesia Harus Buktikan Kedaulatannya

WNI Diculik Lagi, Indonesia Harus Buktikan Kedaulatannya

Selasa, 9 Agustus 2016 - 14:12 WIB

IMG-16561

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid. (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Seorang warga negara Indonesia kembali menjadi korban penculikan di wilayah Kinabatangan, Sabah, Malaysia, berdekatan dengan wilayah perbatasan Laut Filipina pada Rabu (3/8/2016) lalu.

WNI yang diculik itu bernama Herman bin Manggak. Ia adalah kapten kapal nelayan penangkap udang Malaysia.

Menanggapi hal tersebut, Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, penyandraan WNI yang bertubi-tubi tersebut menantang negara untuk membuktikan kedaulatannya.

“Ya menurut saya itu adalah menantang negara untuk membuktikan kedaulatannya. Karena Indonesia sebagai negara berdaulat harus melindungi seluruh negara bangsa Indonesia,” ujar Hidayat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/8).

“Dan tentu kita tidak bisa merengek-rengek apapun untuk tidak lakukan tindakan ke Indonesia,” tambahnya.

Lanjut Hidayat, apabila negara Indonesia benar-benar berdaulat dengan melindungi rakyatnya secara intens maka negara lain akan menghormati secara sungguh-sungguh.

Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini meminta pemerintah supaya menuntut pemerintah Filipina untuk membantu membebaskan WNI tersebut.

“Masa udah sebulan lebih disandera dan engga juga bebas-bebas lantas dimana kedaulatan bangsa Indonesia. Harus dilakukan diplomasi yang efektif dan maksimal untuk bebaskan warga Indonesia termasuk sendera,” jelasnya.

Akan tetapi kata Hidayat, secara prinsip pihaknya mendesak peran Indonesia untuk membebaskan WNI dari penculikan apapun. Ia menambahkan, Indonesia tidak bole dari teror untuk membayar tebusan dan permintaan lainnya.

“Menurut saya jangan bayar tebusan ini karena kalau tebusan ini dibayar itu juga akan alasan orang untuk menculik dalam kondisi apapun dan itu tidak boleh. Apalagi Indonesia lagi kesulitan keuangan dan APBN dipangkas aja. Masa dikasih ke para penculik sehingga diperlukan lobi yang efektif dengan pemerintah Filipina,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 13:54 WIB

Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi

Paska ledakan yang terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, aktivitas Halte Transjakarta yang sempat terhenti beberapa hari akibat terkena ledakan ...
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...