Rabu, 18 Januari 2017 | 00.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>CBA Minta Batalkan Lelang Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kemenpora

CBA Minta Batalkan Lelang Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kemenpora

Selasa, 9 Agustus 2016 - 15:51 WIB

IMG-16563

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) menemukan kejanggalan pengelolaan uang perjalanan dinas di kementerian pada tahun 2015 yang mencapai Rp1.488.375.773.

Anehnya, lembaga kementerian melihat kerugian tersebut malah menjadi hal wajar. Implikasinya pada tahun 2016 juga mempunyai kerugian yang sama. Seolah-olah publik harap maklum.

“Potensi kerugian negara dalam satu item lelang saja seperti pada tahun 2016 kementerian pemuda dan olah raga melakukan lelang pekerjaan pengadaan barang dalam rangka fasilitas alat peraga olahraga pendidikan dengan HPS ( Harga prakiraaan sementara) sebesar Rp73.088.761.000,” ujar Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi melalui keterangnya, Selasa (9/8/2016).

“Dan pengadaan lelang ini dimenangkan oleh PT Aliyah Sukses Makmur yang beralamat pada Gd.perkantoran Melly, Jalan KH Abdullah Syafei Blok A No 17 Kelurahan Kebun Baru kecamatan Tebet dengan harga penawaran sebesar Rp72.357.507.915,” tambahnya.

Selanjutnya kata Uchok, harga pemenang lelang ini terlalu tinggi dan mahal tapi dimenangkan oleh pihak panitia. Sebab ada empat perusahaan yang menawarkan harga lebih rendah dan murah seperti PT Yasarah Karya Utama sebesar Rp50.906.550.000 dikalahkan begitu saja.

“Pemenang lelang yang dipilih adalah perusahaan yang menawarkan harga yang lebih tinggi dan mahal, maka ada potonsi kerugian negara sebesar Rp21.450.957.915,” jelasnya.

Untuk itu Uchok meminta DPR untuk segera mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga membatalkan lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tersebut. Pasalnya, potensi kerugian negara sebesar Rp21.4 milyar itu sangat besar.

“Kalau lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tidak dibatalkan, maka permasalahan atau indikasi penyimpangan akan terulang lagi seperti pada tahun 2015 pada anggaran belanja modal sebesar Rp4.363.245.371 terindikasi fiktif, dan adanya modus pemborosan sebesar Rp220.917.736 yang berpotensi merugikan negara,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...