Senin, 20 November 2017 | 20.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>CBA Minta Batalkan Lelang Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kemenpora

CBA Minta Batalkan Lelang Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kemenpora

Selasa, 9 Agustus 2016 - 15:51 WIB

IMG-16563

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) menemukan kejanggalan pengelolaan uang perjalanan dinas di kementerian pada tahun 2015 yang mencapai Rp1.488.375.773.

Anehnya, lembaga kementerian melihat kerugian tersebut malah menjadi hal wajar. Implikasinya pada tahun 2016 juga mempunyai kerugian yang sama. Seolah-olah publik harap maklum.

“Potensi kerugian negara dalam satu item lelang saja seperti pada tahun 2016 kementerian pemuda dan olah raga melakukan lelang pekerjaan pengadaan barang dalam rangka fasilitas alat peraga olahraga pendidikan dengan HPS ( Harga prakiraaan sementara) sebesar Rp73.088.761.000,” ujar Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi melalui keterangnya, Selasa (9/8/2016).

“Dan pengadaan lelang ini dimenangkan oleh PT Aliyah Sukses Makmur yang beralamat pada Gd.perkantoran Melly, Jalan KH Abdullah Syafei Blok A No 17 Kelurahan Kebun Baru kecamatan Tebet dengan harga penawaran sebesar Rp72.357.507.915,” tambahnya.

Selanjutnya kata Uchok, harga pemenang lelang ini terlalu tinggi dan mahal tapi dimenangkan oleh pihak panitia. Sebab ada empat perusahaan yang menawarkan harga lebih rendah dan murah seperti PT Yasarah Karya Utama sebesar Rp50.906.550.000 dikalahkan begitu saja.

“Pemenang lelang yang dipilih adalah perusahaan yang menawarkan harga yang lebih tinggi dan mahal, maka ada potonsi kerugian negara sebesar Rp21.450.957.915,” jelasnya.

Untuk itu Uchok meminta DPR untuk segera mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga membatalkan lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tersebut. Pasalnya, potensi kerugian negara sebesar Rp21.4 milyar itu sangat besar.

“Kalau lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tidak dibatalkan, maka permasalahan atau indikasi penyimpangan akan terulang lagi seperti pada tahun 2015 pada anggaran belanja modal sebesar Rp4.363.245.371 terindikasi fiktif, dan adanya modus pemborosan sebesar Rp220.917.736 yang berpotensi merugikan negara,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...