Rabu, 17 Oktober 2018 | 11.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>CBA Minta Batalkan Lelang Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kemenpora

CBA Minta Batalkan Lelang Alat Peraga Olahraga Pendidikan di Kemenpora

Selasa, 9 Augu 2016 - 15:51 WIB

IMG-16563

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) menemukan kejanggalan pengelolaan uang perjalanan dinas di kementerian pada tahun 2015 yang mencapai Rp1.488.375.773.

Anehnya, lembaga kementerian melihat kerugian tersebut malah menjadi hal wajar. Implikasinya pada tahun 2016 juga mempunyai kerugian yang sama. Seolah-olah publik harap maklum.

“Potensi kerugian negara dalam satu item lelang saja seperti pada tahun 2016 kementerian pemuda dan olah raga melakukan lelang pekerjaan pengadaan barang dalam rangka fasilitas alat peraga olahraga pendidikan dengan HPS ( Harga prakiraaan sementara) sebesar Rp73.088.761.000,” ujar Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi melalui keterangnya, Selasa (9/8/2016).

“Dan pengadaan lelang ini dimenangkan oleh PT Aliyah Sukses Makmur yang beralamat pada Gd.perkantoran Melly, Jalan KH Abdullah Syafei Blok A No 17 Kelurahan Kebun Baru kecamatan Tebet dengan harga penawaran sebesar Rp72.357.507.915,” tambahnya.

Selanjutnya kata Uchok, harga pemenang lelang ini terlalu tinggi dan mahal tapi dimenangkan oleh pihak panitia. Sebab ada empat perusahaan yang menawarkan harga lebih rendah dan murah seperti PT Yasarah Karya Utama sebesar Rp50.906.550.000 dikalahkan begitu saja.

“Pemenang lelang yang dipilih adalah perusahaan yang menawarkan harga yang lebih tinggi dan mahal, maka ada potonsi kerugian negara sebesar Rp21.450.957.915,” jelasnya.

Untuk itu Uchok meminta DPR untuk segera mendorong Menteri Pemuda dan Olahraga membatalkan lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tersebut. Pasalnya, potensi kerugian negara sebesar Rp21.4 milyar itu sangat besar.

“Kalau lelang fasilitasi alat peraga olahraga pendidikan tidak dibatalkan, maka permasalahan atau indikasi penyimpangan akan terulang lagi seperti pada tahun 2015 pada anggaran belanja modal sebesar Rp4.363.245.371 terindikasi fiktif, dan adanya modus pemborosan sebesar Rp220.917.736 yang berpotensi merugikan negara,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Peristiwa - Rabu, 17 Oktober 2018 - 11:12 WIB

Polisi Sebut Tersangka Tak Bermaksud Tembak Kaca DPR

Peristiwa penembakan kaca kantor DPR RI sempat menghebohkan publik. Netizen pun bertanya apakah ada maksud pembunuhan atau penembakan misterius di ...
Nasional - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:52 WIB

Sidang IPU 139 Jenewa, Jazuli: 36 Negara Tolak Pelegalan LGBT

Anggota Komisi I DPR RI, Jazuli Juwaini menyebut dalam sidang Inter-Parliamentary Union (IPU) 139 di Jenewa sebanyak 36 negara yang ...
Hukum - Rabu, 17 Oktober 2018 - 09:15 WIB

Berkasus Lagi, KPK Pertimbangkan Tuntutan Hukuman Maksimal terhadap Billy Sindoro

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempertimbangkan tuntutan hukuman maksimal kepada Bos Lippo Group, Billy Sindoro. Hal ini ...
- Selasa, 16 Oktober 2018 - 20:05 WIB

KPK sebut Bupati Bekasi tak sampaikan sedang hamil

Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Febri Diansyah mengatakan bahwa selama menjalani pemeriksaan Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hasnah Yasin tidak ...
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:59 WIB

Ternyata penembak gedung DPR lulus sertifikasi menembak

KETUA Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo menuturkan bahwa terduga penembak peluru nyasar yang mengenai ruang kerja anggota DPR pada ...
Hukum - Selasa, 16 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Meikarta, mengejar mimpi beralas upeti

OPERASI tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat di Kabupaten Bekasi, berbuntut pada penetapan tersangka ...