Sabtu, 29 April 2017 | 08.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>KPK Garap 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi IPDN Sumbar

KPK Garap 3 Saksi Kasus Dugaan Korupsi IPDN Sumbar

Senin, 15 Agustus 2016 - 12:14 WIB

IMG-16652

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Mendalami kasus dugaan korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat tahun 2011, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa tiga orang saksi pada Senin (15/8).

Pelaksana Harian Kabiro Humas KPK, Yuyuk Andriati mengatakan, ketiga saksi tersebut diperiksa untuk tersangka Dudy Jocom, ‎Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.

Lanjut Yuyuk, ketiga saksi tersebut yakni dua orang staf PT Hutama Karya, Widi Sadmoko dan Andri Budi Setyawan, serta seorang swasta bernama Dwiyanto Sulistyo Budi. “Mereka jadi saksi untuk tersangka DJ,” ujar Yuyuk di gedung KPK.

Dalam kasus ini KPK telah memeriksa puluhan saksi. Bahkan KPK pernah memeriksa 42 saksi di Kampus IPDN, Sumbar secara maraton pada 17 Maret-23 Maret 2016. Pemeriksaan 42 saksi di Sumbar itu dilakukan KPK sebagai langkah efektifitas dan efisiensi. Sebab, semua saksi tinggal di Sumbar, sehingga akan memakan waktu dan tenaga jika semuanya dipanggil ke Jakarta.

Seperti diketahui, dalam kasus dugaan korupsi pembanguanan gedung kampus IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat tahun 2011 ini KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Mereka adalah Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Dudy Jocom dan General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya, Budi Rachmat Kurniawan.‎

Kedua tersangka diduga menyalahgunakan kewenangan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain. Akibat perbuatan keduanya, negara diduga mengalami kerugian mencapai Rp 34 miliar dari total nilai proyek Rp 125 miliar.

Keduanya disangka melanggar Pasal 2 Ayat 1 huruf a atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.‎

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Terus Uber Keberadaan  Miryan S Haryani
Hukum - Sabtu, 29 April 2017 - 01:50 WIB

KPK Terus Uber Keberadaan Miryan S Haryani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus melakukan pencarian secara intensif terhadap anggota DPR, Miryam S Haryani yang telah menghilang dan ...
Fadh El Fouz Huni Rutan Guntur
Hukum - Sabtu, 29 April 2017 - 01:42 WIB

Fadh El Fouz Huni Rutan Guntur

Tersangka kasus suap proyek pengadaan Al Quran dan Laboratorium Komputer MTS di Kementerian Agama, Fadh El Fouz alias Fadh A ...
Ketika Sirra Prayuna Bacakan Puisi Mengenang Chairil Anwar
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 20:41 WIB

Ketika Sirra Prayuna Bacakan Puisi Mengenang Chairil Anwar

Biasanya kita melihat kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnma alias Ahok, Sirra Prayuna serius saat mendampingi kliennya dalam sidang dugaan penistaan ...
Begini kata Pengamat soal Hacker Laman Telkomsel
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 20:23 WIB

Begini kata Pengamat soal Hacker Laman Telkomsel

Berhasil masuknya peretas alias hacker ke laman milik Telkomsel membuat Pakar keamanan siber Pratama Persadha kecewa dengan mahalnya tarif internet ...
Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF Teror Aktivis dan Ulama
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 18:54 WIB

Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF Teror Aktivis dan Ulama

Sejumlah aktivis nasional mulai dari mantan Ketua MPR Amien Rais, advokat Eggi Sudjana, Mahendratta, Ketua Progres 98 Faizal Assegat dan ...
Menag Keluarkan 9 Imbauan Ceramah di Tempat Ibadah
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 17:19 WIB

Menag Keluarkan 9 Imbauan Ceramah di Tempat Ibadah

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan imbauannya tentang ceramah di rumah ibadah. Seruan itu merupakan respons dari fenomena yang ...