Minggu, 23 Juli 2017 | 17.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Harits Ulya: Stop Stigma Negatif Napi Teroris

Harits Ulya: Stop Stigma Negatif Napi Teroris

Reporter : Rakisa | Kamis, 18 Agustus 2016 - 11:41 WIB

IMG-16698

Harits Abu Ulya. (Kini/doc)

Jakarta, kini.co.id – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menyebutkan sejumlah narapidan terkait terorisme pada Agustus ini bebas dari penjara, baik bebas murni karena habis masa pidananya maupun mendapatkan remisi.

Mereka yang bebas masa pidananya tersebut seperti lima orang dari Lapas Cipinang, empat orang dari LP Nusakambangan dan beberapa orang dari lapas lainnya. Untuk itu, Pengamat Kontra Terorisme ini meminta kepada semua pihak berhenti menstigma negatif terhadap para napi teroris tersebut karena dinilai bisa membuat mereka lebih radikal.

“Tidak baik memberikan label atau terus menstigma teroris mereka, sengaja atau tidak. Karena akan menghambat proses alkuturasi mantan napi di tengah-tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya, Kamis (18/08/2016) kepada KiniNews.

Dijelaskannya, dalam pandangan hukum semua orang sama, napi terorisme pun berhak mendapat remisi jika memang memenuhi syaratnya sama halnya dengan napi kasus pidana lainnya.

Oleh karena itu, menurutnya diperlukan langkah dan pendekatan yang lebih memanusiakan secara maksimal melalui proses edukasi dan pendampingan.

“Proses edukasi dan pendampingan bagi mereka menjadi kebutuhan urgen, karena signifikan akan mampu membuat para mantan napi fokus menjalani hidup normal, lebih produktif manfaat bagi dirinya dan sesamanya,” jelasnya.

Jika ini tidak dilakukan, alih-alih ingin menyelesaikan dan mereduksi soal ancaman keamanan justru yang akan terjadi adalah mereproduksi ancaman itu sendiri.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen
Peristiwa - Minggu, 23 Juli 2017 - 17:00 WIB

Pemilik Bus Pesta Terancam Pidana Jika Palsukan Dokumen

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemilik bus pesta bisa dipidana apabila memang terbukti memalsukan perizinan. “Tindaklanjutnya apabila benar ada ...
PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:34 WIB

PKS Komitmen Jaga Kebangsaan dan Keumatan

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan akan selalu menjaga komitmen kebangsaan dan keumatan di Indonesia. Demikian hal tersebut disampaikan Ketua DPW ...
Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 16:16 WIB

Jazuli: Ulama dan Santri Kunci Keberkahan, Tak Boleh Tuduh Anti NKRI

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tak akan menjadi berkah jika tanpa ...
PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar
Politik - Minggu, 23 Juli 2017 - 02:04 WIB

PDI-P Kantongi Tiga Nama untuk Pilgub Jabar

Meskipun populiritas dan elektabilitas Ridwan Kamil unggul, namun nampaknya Walikota Bandung itu tidak masuk radar PDI-Perjuangan di Jawa Barat dalam ...
Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya
Politik - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:59 WIB

Puncak Harlah PKB ke-19, Ini Tujuh Pesan Cak Imin Kepada Kadernya

Malam puncak peringatan Hari Lahir Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke-19 dipusatkan di Lapangan DPR, Senayan, Jakarta, Sabtu (22/7) malam, diisi ...
Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017
Pendidikan - Sabtu, 22 Juli 2017 - 22:19 WIB

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017

Garda Bangsa Umumkan Pemenang Final Musabaqoh Kitab Kuning 2017 PKBDKN Garda Bangsa mengumumkan nama-nama pemenang Final Lomba Musabaqoh Kitab Kuning ...