Rabu, 27 September 2017 | 01.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Harits Ulya: Stop Stigma Negatif Napi Teroris

Harits Ulya: Stop Stigma Negatif Napi Teroris

Reporter : Rakisa | Kamis, 18 Agustus 2016 - 11:41 WIB

IMG-16698

Harits Abu Ulya. (Kini/doc)

Jakarta, kini.co.id – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menyebutkan sejumlah narapidan terkait terorisme pada Agustus ini bebas dari penjara, baik bebas murni karena habis masa pidananya maupun mendapatkan remisi.

Mereka yang bebas masa pidananya tersebut seperti lima orang dari Lapas Cipinang, empat orang dari LP Nusakambangan dan beberapa orang dari lapas lainnya. Untuk itu, Pengamat Kontra Terorisme ini meminta kepada semua pihak berhenti menstigma negatif terhadap para napi teroris tersebut karena dinilai bisa membuat mereka lebih radikal.

“Tidak baik memberikan label atau terus menstigma teroris mereka, sengaja atau tidak. Karena akan menghambat proses alkuturasi mantan napi di tengah-tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya, Kamis (18/08/2016) kepada KiniNews.

Dijelaskannya, dalam pandangan hukum semua orang sama, napi terorisme pun berhak mendapat remisi jika memang memenuhi syaratnya sama halnya dengan napi kasus pidana lainnya.

Oleh karena itu, menurutnya diperlukan langkah dan pendekatan yang lebih memanusiakan secara maksimal melalui proses edukasi dan pendampingan.

“Proses edukasi dan pendampingan bagi mereka menjadi kebutuhan urgen, karena signifikan akan mampu membuat para mantan napi fokus menjalani hidup normal, lebih produktif manfaat bagi dirinya dan sesamanya,” jelasnya.

Jika ini tidak dilakukan, alih-alih ingin menyelesaikan dan mereduksi soal ancaman keamanan justru yang akan terjadi adalah mereproduksi ancaman itu sendiri.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:21 WIB

Geser Kualanamu, Bandara Kertajati bakal jadi terbesar kedua

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka dengan luas 1,800 hektare yang digagas sejak tahun 2003, namun ...
Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 23:05 WIB

Juli 2018, jemaah calon haji asal Jabar diberangkatkan dari Bandara Kertajati

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Juli 2018, Jawa Barat akan memberangkatkan Kloter I jemaah hajinya dari Bandar ...
Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka
Hukum - Selasa, 26 September 2017 - 21:49 WIB

Diduga terima gratifikasi, Bupati Kukar Rita Widyasari jadi tersangka

Bupati Kutai Kertanegara (Kukar), Rita Widyasari diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya. Atas dugaan itu, ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Pemberantasan ...
Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya
Ekonomi - Selasa, 26 September 2017 - 18:52 WIB

Dirut Indosat Ooredoo putuskan tak perpanjang jabatannya

Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli, memutuskan untuk tidak meneruskan masa jabatannya di Indosat Ooredoo, operator telekomunikasi kedua ...
Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 18:12 WIB

Terkuak, para terdakwa kasus bentrok geng motor dipukuli polisi agar mengaku

Delapan pemuda Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat yang jadi terdakwa kasus bentrok geng motor, mengaku mendapat tekanan ketika diperiksa petugas kepolisian.Mereka ...
Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex
Politik - Selasa, 26 September 2017 - 17:43 WIB

Komisi III sebut OTT KPK seperti minum paramex

Langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang gencar dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendapat kritik dari berbagai pihak. ...